Personal and Lifestyle Blog by Rahma

Diary Rahma: Melanjutkan Kuliah S2

Monday, June 19, 2017
s2 UPI

Selamat pagi semua! Ini postingan pertama di Diary Rahma. Aku mau berbagi sedikit cerita tentang pengalaman mendaftar dan mengikuti tes S2/Magister di UPI Bandung. Ini keinginan tahun kemarin, tapi aku belum siap secara mental dan finansial. Tahun ini mental sudah siap tapi finansial tidak. Tidak apa-apa. Uang bisa dicari dengan ikhtiar beasiswa. Akhirnya aku memberanikan diri untuk ikutan tes.

Untuk apa ya kuliah lagi? Untuk menambah ilmu dan memperluas wawasan serta relasi. Berhubung aku orangnya pendiam dan pasif jadi sekolah adalah salah satu tempat untuk mengembangkan diri. Selain itu juga, jika ada kesempatan untuk bekerja atau pun mengajar kembali, tentu jenjang pendidikan ini akan sangat membantu.

Pertimbangan memilih UPI ini karena tiga faktor. Pertama, berkaitan dengan jurusan yang aku pilih. Pendidikan. Namanya juga Universitas Pendidikan Indonesia. Program studi pendidikan sudah menjadi spesialisasinya. Kedua, status universitasnya negeri. Kalau swasta, orang tua kurang mendukung, "kalau swasta mah gak usah jauh-jauh keluar kota, di Garut juga ada."  Terakhir, jarak UPI dengan rumah relatif paling dekat, sekitar 3 jam perjalanan. Lumayan lah ya, kalau ada urusan sangat mendadak bisa sampai ke rumah tanpa menghabiskan banyak waktu di jalan so this is the best university I can find around my home.

Cara mendaftar S2 UPI

Segala hal berbau pendaftaran S2 UPI bisa dilihat di web pmb.sps.upi.edu (website PMB) dan di web sps.upi.edu (website SPS, Sekolah Pasca Sarjana). Jadi kalian wajib untuk mem-bookmark kedua web tersebut supaya lebih mudah mendapatkan semua pengumuman resmi dari UPI.

Tata cara pendaftaran tersaji di halaman utama web PMB. Pertama, kita mengambil nomor bayar dulu. Tinggal klik tombol "Ambil nomor bayar" yang terletak di sebelah kanan. Nanti akan muncul sebuah nomor. Simpan baik-baik ya.

Kedua, siapkan uang pendaftaran sebesar Rp. 750.000,- (tiap tahun mungkin berbeda) untuk dibayarkan ke UPI melalui Bank Negara Indonesia (BNI). Nanti kalian pergi ke teller, jelaskan hendak membayar pendaftaran tes masuk S2 UPI. Berikan nomor bayar tadi beserta uangnya pada teller. Kemudian teller akan memberikan bukti pembayaran. Di sana juga akan tertera nomor bayar dan PIN. Keduanya kita butuhkan untuk proses log in di web pmb.

Ketiga, masuk ke web pmb menggunakan nomor bayar dan PIN. Upload persyaratan dan isi semua lampiran yang ada. Oia, kita diberikan dua opsi untuk memilih prodi yang kita inginkan loh. Usahakan cari prodi yang memang benar-benar disukai.

Terakhir jika semua data telah diisi dan yakin tidak ada kesalahan pemasukan data, klik tombol verifikasi. Setelah diklik, data tidak bisa dirubah kembali. Kemudian unduh bukti pendaftaran beserta kartu ujiannya. Cetak dan simpan baik-baik. DOWNLOAD SATU KALI SAJA. Nanti bisa bermasalah seperti pengalamanku (keep reading).

Dalam kartu ujian akan tertera tanggal dan tempat ujian. Pastikan sehari sebelum ujian sudah ada dekat lokasi untuk mengecek ruangan.

tes masuk s2 upi
contoh kartu tes masuk s2 upi

Persyaratan Daftar S2 UPI

Sebelum log in sebaiknya persiapkan persyaratannya terlebih dahulu. Gak ribet. Cukup sediakan dokumen berikut dalam bentuk digital ataupun fisik.
  1. Fotokopi Ijazah Pendidikan terakhir yang telah disahkan oleh yang berwenang
  2. Fotokopi Transkrip Akademik yang telah disahkan oleh yang berwenang
  3. Rekomendasi Akademik dari Pimpinan/Dosen Pembimbing Format Rekomendasi Akademik;
  4. Pas Foto berwarna ukuran 3 x 4
Persyaratan dalam bentuk digital bisa diunggah ke web pmb.upi.edu untuk melengkapi isian pendaftaran. Jika tidak memiliki bentuk digital, persyaratan fisik dimasukkan ke dalam map coklat, dibawa pada saat tes tulis untuk diserahkan kepada panitia.

Syarat nomor (3), surat rekomendasi akademik, ternyata tidak wajib. Boleh ada atau tidak.

Tes S2 UPI

Tes masuk ada dua jenis, yaitu tes tulis dan tes wawancara. Semua program studi memiliki tes tulis yang sama. Jadi mau masuk ke prodi mana pun soal tesnya sama, Bahasa Inggris dan tes potensi akademik (TPA). Kecuali untuk tes wawancara, hanya dilakukan oleh beberapa prodi saja, seperti prodi kebahasaan.

Tes tulis dimulai dari jam 7.00 - 12.00. Jam istirahat berdurasi 30 menit saja pada jam 9.00. Pokoknya jadwal lengkap ujian tertera pada kartu peserta. Ketika di kelas saat ujian, cukup perhatikan instruksi panitianya ya.

Tes Bahasa Inggris dimulai jam 7.00. 30 menit pertama dialokasikan untuk mengisi data diri. Ini adalah bagian yang sangat penting. Jangan sampai salah. Tenang dan periksa kembali data diri. Mulai dari nama, nomor peserta, kode prodi pilihan dan kode soal. Tes Bahasa Inggris berjumlah 60 soal dan semuanya reading alias membaca. Tidak ada soal structure atau pun grammar.

TPA dimulai jam 9.30 dengan jumlah soal 120. Dibagi ke dalam 4 bagian. Setiap bagiannya sudah ada alokasi waktunya masing-masing. Kita tidak diperkenankan melanjutkan ke bagian selanjutnya tanpa instruksi dari panitia. Seriously soal-soalnya bikin eneg. Ada soal persamaan kata, arti peribahasa, hitungan sederhana, menarik kesimpulan, dan terakhir soal pola gambar. Tes ini berakhir pukul 12.00.

Di akhir tes TPA, panitia akan mengumumkan ruangan untuk tes wawancara. Sekali lagi, tidak semua prodi mengadakan tes wawancara. Kebanyakan prodi kebahasaan saja yang mengadakan tes wawancara. Sehingga, penanggung jawab tes ini pun dilimpahkan ke panitia program studi masing-masing. Beda dengan tes tulis yang menjadi tanggung jawab panitia pihak universitas.

Tes wawancara dimulai dari jam 13.00 hingga selesai. Tidak ada waktu pasti. Rata-rata berakhir di jam-jam ashar. Jika peserta wawancara masih ada, biasanya mereka menunda tes hingga besok. Waktu itu aku diwawancarai oleh dua dosen. Seperti sedang sidang saja. Pertanyaan pun tidak susah. Hanya seputar daerah asal dan skripsi. Semakin banyak wawasan, semakin baik.

Apa yang harus dilakukan jika ada masalah saat ujian?

Ketika aku masuk gedung, bapak-bapak dan ibu-ibu panitia sudah bertebaran dimana-mana. Sepertinya dari jam 6 pagi mereka sudah ada di tempat. Waktu itu mereka memakai seragam abu-abu polos untuk memudahkan peserta mengenali panitia. Mereka juga sigap membantu peserta yang kebingungan mencari ruangan atau pun mendapatkan masalah.

Contohnya, seperti saat aku mendapatkan masalah pada kartu ujian. Karena aku mengunduh kartu ujian dua kali, jadi kartuku berubah. Nama dan nomor peserta tidak berubah, tapi tanggal dan ruangan ujian berubah. Aku tidak tahu mana yang benar, maka aku datang di hari pertama tes.

Iya, jadi tes masuk ini dibagi jadi dua gelombang, pada hari Senin dan Selasa. Kartu pertama menunjukkan hari Senin, kartu kedua menunjukkan hari Selasa. Akhirnya panitia memutuskan untuk memasukkanku ke ruang cadangan. Ini adalah ruangan khusus bagi para peserta yang bermasalah.

Tidak ada perlakuan istimewa, hanya saja kita mengisi kehadiran secara manual. Jangan khawatir hasil ujiannya tidak terdata ya. Sudah dipastikan semua lembar kertas jawaban peserta masuk dan diolah panitia. Nyatanya, walaupun masuk di ruang cadangan, aku dinyatakan lulus pada pengumuman kemarin hehehe. . .  Alhamdulillah.

Pengumuman Hasil Seleksi Tes S2 UPI

Aku mengikuti tes pada tanggal 22/23 Mei 2017. Kemudian, baru tanggal 16 Juni 2017 kemarin mereka memberikan pengumuman. Hasil seleksi diumumkan di web SPS. Mereka akan menyediakan link untuk mengunduh hasil seleksi dalam bentuk PDF.

Filenya lumayan besar karena dokumen tidak dipisah berdasarkan prodi. Hanya ada nama prodi dan daftar peserta yang lulus. Jadi, dokumen itu berisi hasil kelulusan dari semua prodi. Sangat menegangkan ketika kita harus mencari nama diri kita di sebuah daftar panjang pada dokumen itu.

Langkah selanjutnya tinggal menunggu jadwal daftar ulang beserta tata caranya. Semuanya ada di web PMB dan SPS. Cukup dua website itu yang menjadi patokan pengumuman, atau silahkan saja hubungi pihak universitasnya langsung melalui kontak yang disediakan di web PMB.

Karena ingin mengajukan beasiswa, saat ini aku sedang menunggu LoA-nya (Letter of Acceptance). Kalau sudah punya surat itu, rasanya aku baru yakin sudah benar-benar diterima. Hehe.

*update* beberapa hari kemudian, pihak universitas sudah menerbitkan LoA yang isinya pernyataan lulus beserta jadwal daftar ulang. LoA UPI bisa diakses di web SPS UPI.

contoh LoA UPI
contoh LoA UPI

Kalau kalian gagal di tes gelombang 1, masih ada gelombang 2. Tidak apa-apa lah kita ikut tes dua kali kalau memang benar-benar ingin masuk ke universitas itu. Kalau masalah soalnya sama percis, aku tidak tahu. Namun, mau sama ataupun tidak kita wajib mempersiapkan diri.

Beberapa Tips

Memang akan banyak sekali tips yang orang-orang berikan. Walaupun belum tentu sepenuhnya benar, tapi bisa dijadikan pertimbangan saat nanti menghadapi tes kembali. Jadi, berikut tips yang aku temukan sebelum dan sesudah ujian, dari pengalaman pribadi mau pun dari teman-teman lain.
  1. Sehari sebelum tes sudah ada dekat lokasi dan mengecek ruangan.
  2. Sebelum tes persiapkan fisik dan mental dengan baik.
  3. Tes TPA menyumbang skor paling banyak, sehingga usahakan menjawab banyak soal dengan benar di tes ini. Aku sendiri beberapa hari sebelum tes, hanya berlatih menjawab contoh-contoh tes TPA. Itu strategi aku sih. Sebaliknya, dosen pembimbing aku bilang, justru tes wawancaranya yang paling menentukan.
  4. Jangan panik ketika mendapat masalah ruangan tidak ada, kartu bermasalah, atau tidak ada nama pada daftar. Konsultasikan pada panitia bukan pada yang lain.
Nah, mungkin itu yang bisa aku sampaikan mengenai perjuangan awal untuk berkuliah di jenjang S2/Magister. Semoga bermanfaat.

9 comments on "Diary Rahma: Melanjutkan Kuliah S2 "
  1. With... liar bias. selamat atas kelulusannya kak. semoga kuliahnya lancar dan bisa selesai tepat waktu dengan nilai yang bagus

    ReplyDelete
  2. Hi Rahman Anan!
    Ga sengaja iseng cari info tentang sps upi, taunya saya nemu blog kamu ini. Kebetulan tahun ini saya ikut tes s2 pend bajasa Inggris upi juga, Alhamdulillah, keterima. Jadi waktu baca blog kamu ini berasa ketemu teman baru 😊
    Cuma saya lagi halau nihh... Ternyata pra perkuliahan diundur jadi tanggal 28-31 Agustus. Saya jadi galau karena pada tanggal tersebut saya khawatir tidak bisa datang 😭
    Sempat nanya2 ke sps katanya wajib, tp tdk ada sanksi kalau tdk datang, tanya ke teman-teman yang sudha ambil s2 upi duluan, katanya juga todak apa-apa kalau tdk datang. Tapi saya khawatir kalau ada hal penting 😭. Jadi galau...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sorry... Rahma. Typo tulis namanya 😜. Btw.. Nice to meet you

      Delete
    2. Nanti aku tulis di blog ttg pra-perkuliahannya, asai. bisa berkomunikasi lewat email atau whatsapp, emailku ada di halaman about ya. Nice to meet you too. . . see you :D

      Delete
  3. Many...many...thanks Rahma.... 😘

    ReplyDelete
  4. Hallo kak Rahma..
    Aku Hilal kak.
    Thanks for sharing your experience! ^^
    Aku mau tanya kak. Kebetulan aku ada rencana mau daftar pascasarjana UPI utk tahun 2018 ini. Nah, dari info yg aku baca, cuma ada 1 gelombang penerimaan.
    Niatnya, utk antisipasi, aku mau daftar di dua Uni kak. Tp prioritas UPI..
    Nah, (yg berhasil aku dapat) jadwal penerimaan utk tahun 2017 ini ada di bulan Mei-Juli.
    Nah, apakah ada sistem penerimaan Gel 1 & 2?
    Kalau ada, perkiraan waktu utk Gel 1 & 2 kapan ya kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk jumlah gelombang yang akan dibuka tahun depan saya kurang tahu, tapi biasanya upi membuka dua gelombang. Di tahun saya kemarin malah 3 gelombang, utk memfasilitasi peserta LPDP, tapi menurut panitia di tahun selanjutnya tidak akan ada 3 gel lagi, maksimal hanya dua. untuk info jelas dan terpercaya rajin buka website SPS upi saja.
      Pengalaman saya kemarin, pendaftaran gelombang 2 biasanya dibuka berdekatan dengan tes seleksi peserta gelombang 1. Jadi kalau merasa tes gelombang pertama ragu akan lulus, bisa daftar lagi di gelombang kedua.
      Waktu pendaftaran gel 1 di sekitar bulan Feb/Maret (awal2 semester dua) tesnya bulan Mei. Pengumumuman kelulusan bulan Juni. Kalau gel 2, pendaftaran bulan Mei-Juli, dan pelaksanaan tes di bulan Juli. Pengumuman kelulusan gel 2 di bulan Juli bersamaan dengan pengumuman pelaksanaan registrasi ulang.
      good luck ya Hilal...! :)

      Delete

Terima kasih sudah berkomentar. Tidak ada link hidup di dalam kolom, ya. Tulis alamat blog di URL/Name, bukan url artikel. Keep blogging, keep writing! :D