Personal and Lifestyle Blog by Rahma

10 Hal yang Terlintas ketika Mendengar Garut

Wednesday, August 9, 2017
hal yang terlintas ketika mendengar garut

Di post kemarin aku sudah memberikan tempat-tempat wisata terkenal di Garut. Itu semua hasil dari survey kecil-kecilan sih hehehe. Ketika mau nulis, tapi gak ada ide. Di situ lah opini orang-orang sangat berarti. Nah, sekarang saatnya menguak benak orang-orang tentang Garut itu sendiri.

Di survey kecil itu aku memberikan pertanyaan "Apa yang terlintas ketika mendengar kata Garut?". Jawabannya ada yang biasa saja dan sudah tertebak. Namun, ada juga yang beda dari yang lain. Setiap orang memang unik, ya. Baik berikut ini 10 hal yang terlintas ketika mendengar kata Garut.

1. Dodol
Udah mainstream. Garut dari dulu sudah terkenal dengan dodol Garut. Kemudian pada tahun 1950-an, warga Garut, Pak H. Iton Damiri dan keluarga mulai mendirikan usaha di bidang kuliner dodol dengan nama PICNIC. Hingga sekarang merk itu sudah sangat terkenal di skala nasional dan berubah menjadi perusahaan penghasil dodol terbesar di Garut.

Perusahan dodol PICNIC ini terletak di jalan Pasundan. Jalan yang paling sering aku lewati sejak kecil. Bibi tinggal di situ soalnya. Tiap berangkat kuliah dan kerja, pasti lewat jalan itu. Namun, hingga detik ini, aku belum pernah berkunjung ke dalam pabriknya. Hanya tahu luarnya saja. It's okay. Lagian itu bukan untuk wisata hura-hura. Lebih ke wisata pendidikan. Mengenal sejarah dan proses produksi dodol.

Ketika musim liburan, jalan pasundan yang lumayan sempit ini akan berubah lebih sempit lagi karena berjajar bus-bus wisatawan di dekat pintu gerbang pabrik dodol PICNIC. Walaupun pabriknya sudah bisa dikatakan besar, sepertinya di dalam, mereka tidak menyediakan tempat parkir besar. Sehingga bus diparkiran di pinggir jalan saja.

Saat ini PICNIC memperkerjakan 230 orang dengan klasifikasi pendidikan dan keahlian. Kapasitas produksi berkisar 4-6 ton per hari. AMAZING! aku gak suka dodol. Membayangkan 6 ton dodol sehari usus aku minta keluar ini wkwkwk. Cakupan pemasarannya meliputi seluruh wilayah kota besar di Indonesia dan produknya sudah bervariasi, tidak hanya dodol semata, ada dodol coklat, dodol rasa buah-buahan dll.

Selain PICNIC, banyak sih pengusaha dodol di Garut. Rata-rata hanya sekelas industri rumah saja, tidak sebesar PICNIC. Di kampungku dulu ada sekitar 4 rumah yang membuat dodol, tapi gak bertahan lama. Menurut bapakku, dodol merk lain tidak selezat dodol PICNIC. Padahal menurutku sama-sama aja, manis. Jadi, itu lah mengapa kalau inget Garut, kamu akan inget dodol, dan ketika kamu inget dodol pasti inget juga sama dodol PICNIC.

Anyway, dodol itu macam-macam kok. Sok aja datang ke toko oleh-oleh di Garut, dijamin pusing mau milih dodol apa dan dodol macam gimana. Jangan khawatir sih, di toko biasanya sudah menyediakan tester. Sebelum beli kita bisa coba dulu.

2. Domba
Domba adalah hewan khas Garut. Memang hewan ini bisa ditemukan di daerah lain di Indonesia, tapi menurutku domba Garut itu "ganteng" wkwkwk. Di Garut domba itu selain untuk konsumsi juga untuk dilombakan. Ada adu domba dan pameran domba.

Kegiatan adu domba sekarang memang tidak sesering dulu. Kegiatannya pun biasanya beralih dari satu tempat ke tempat lain. Itu mah urusan ikatan perkumpulan peternak dombanya sih. Kebetulan pamanku salah satu peternak atau mungkin lebih tepatnya pengurus domba yang lumayan terkenal. Jumlah dombanya hanya ada beberapa tapi penampilan dan perawatannya luar biasa hebat karena dikhususkan untuk domba adu atau lomba penampilan saja. Dia sudah hafal domba luar dalam dan sering menjadi juri di arena domba.

Pakan domba dijaga sebaik mungkin agar tubuh domba terlihat ideal dan gagah saat melenggok di arena. Makanan dan suplemen tambahan juga penting untuk kesehatan hewan. Biasa diberikan telur ayam kampung agar stamina hewan terjaga. Selain itu bukan hanya dimandikan secara teratur, mereka juga diberikan pijatan khusus. Wow. kok aku berasa minder ya hehehe. . .

Harga domba konsumsi dan domba adu tentu berbeda. Nah, ini mungkin yang menjadikan domba Garut menjadi khas. Karena penampilannya yang lebih keren dibandingkan domba lain, harganya bisa menembus angka puluhan juta. Pastikan kalian tahu cara merawatnya kalau ingin membeli domba adu yang keren ini. Salah merawat penampilan menjadi tidak ideal dan proporsional, nanti harganya jatuh meluncur dengan bebas.

Oia, ada juga tempat wisata baru tentang perdombaan Garut. Namanya Kampung Wisdom (Wisata Domba) di daerah Rancabango. Belum sempat ke sana. Asiknya apa ya? Belum bikin penasaran untuk dikunjungi. Aku lihat teman-teman hanya swafoto saja di rumputnya. Tidak ada yang mau swafoto sama dombanya wkwkwk.

3. Kulit dan dorokdok
Garut juga terkenal dengan olahan kulit sapi dan terpusat di Sukaregang. Di daerah ini, kita bisa menemukan berbagai benda dan makanan olahan kulit. Mulai dari sepatu, tas, jaket, ikat pinggang, semuanya berasal dari kulit asli.

Makanannya berupa kurupuk kulit dan dorokdok. Mereka ini mirip tapi beda. Sama-sama olah kulit yang direbus lama kemudian digoreng. Kurupuk kulit penampilannya lebih "kotor" karena ditambahkan bumbu dari gula, jadi warnanya pun kadang coklat atau kehitaman. Sedangkan dorokdok lebih bersih, kadang berwarna putih kekuningan tanpa ada bumbu yang menempel di permukaan, biasanya hanya diberi garam.

Ketika dimakan kerupuk kulit lebih mudah meluncur ke tenggorokan dan teksturnya lebih kriuk. Sedangkan dorokdok seret mboo. Jangan pernah makan dorokdok tanpa air minum. Makan satu buah saja mulut dan tenggorokan langsung kering.

Dulu kan sempat panik karena peredaran krupuk kulit dari limbah kulit. Namun, aku sendiri percaya kalau makanan olahan kulit dari Sukaregang, asli berasal dari kulit sapi bukan kulit dari jaket kulit atau sepatu kulit. Mereka sudah terkenal, sayang sekali jika harus merusak kualitas hanya demi keuntungan semata. Mudah-mudahan sih kualitasnya terjaga, because they are my favorite company when eating meatballs.

4. Pegunungan
Ingat Garut ingat gunung, itu karena lokasi Garut yang dikelilingi oleh pegunungan dari semua sisi. Naik saja ke tempat yang tinggi, bisa kalian lihat di arah utara, selata, barat dan timur, berjajar gunung-gunung. Membuat kota ini terasa sejuk dan nyaman untuk berileksasi.

5. Chocodot
Walah, ada yang inget sama Chocodot hahaha. Chocodot dibaca "cokodot" bukan "cocodot". Booming banget ya, padahal isinya cuma coklat sama dodol. Merk Chocodot ini memang asli buatan seorang warga Garut. Awalnya memang sebatas coklat batangan saja, lama-lama berinovasi dan mengeluarkan banyak produk, seperti brodol contohnya, brownies dodol. Gerainya pun ada dimana-mana di Garut. Di jalur-jalur mudik pasti ada kok.

Aku juga jadi inget pas zaman dulu kuliah di Jatinangor. Setiap kali aku mau pulang ke Garut, teman-teman pasti berbisik "Ma, chocodot Ma..., boneka domba Ma. . ." kemudian aku berubah jadi reseller Chocodot dan oleh-oleh Garut hehehe.

6. Pameungpeuk
Pameungpeuk adalah nama suatu kecamatan di Garut Selatan dan menjadi pusat kegiatan di daerah itu karena terdapat pasar dan alun-alun. Kenapa menjadi terkenal? Itu karena daerah Pameungpeuk adalah jalur utama untuk menuju ke berbagai pantai, termasuk pantai terkenal Cilauteureun/Santolo. Padahal Pantainya sendiri menurut letak administratif merupakan bagian dari kecamatan Cikelet. Namun, Sepertinya masyarakat sudah mencap bahwa dimana pun pantai itu berada kalau ada di daerah Garut Selatan pasti bilangnya tetap ada di Pameungpeuk.

Termasuk aku juga sih. Kalau ada teman yang berasal dari Garut Selatan selalu ingatnya Pameungpeuk. Padahal, dia berasal dari daerah lain di Garut Selatan yang jaraknya cukup jauh dari Pameungpeuk.

7. Wisatanya Mahal
Ini yang membuat aku kaget. Wisata di Garut mahal? Aku mendapatkan pertanyaan itu saat wawancara masuk universitas kemarin. Iya, dosennya bertanya demikian. Aku jadi malu euy. Padahal tempat murah juga ada kok. Hanya pasti jika datangnya saat musim liburan harga akan naik. Menyebalkan memang.

Bukan cuma itu saja sih. Faktor utama yang membuat wisatawan sebal adalah pungutan liar yang kadang seenaknya sendiri mematok harga. Contohnya saja, kasus pencucian mobil nyeleneh di daerah wisata Cipanas. Banyak tuh kejadian mobil pengunjung yang sedang terparkir tiba-tiba sudah di lap kacanya, entah memakai air apa. Bersih juga enggak, diminta juga enggak, yang membersihkan tiba-tiba minta uang RP. 25.000. Edan kan? Kalau tidak dikasih uang nanti orangnya marah-marah. Itu terjadi pada mobil-mobil plat luar Garut. Mau yang punya orang Garut asli, kayaknya bodo amat. Main cuci aja.

8. Rumah dan keluarga
Garut adalah surga. Tempat mungil dengan segala keterbatasannya. Sebuah tempat dimana aku, kamu, dia dilarhirkan dan dibesarkan wkwkwkwk. Cukup omong kosongnya xD.

Waktu zaman sekolah dulu, jujur deh aku malu banget jadi orang Garut. Dulu, Garut adalah salah satu kota tertinggal di Jawa Barat. Berasa jadi warga yang masih pakai "batu". Tertinggal dalam hal kualitas SDM. Kualitas pendidikan lemah dan pertumbuhan ekonomi yang lamban.

Ahhh. . . Namun, tidak pernah terbesit niat untuk meninggalkan kota ini. Maklum lah orang Sunda murni, pondok lengkah, jarang merantau jauh. Aku lebih betah diam di rumah dengan gaji kecil daripada merantau ke kota orang yang jauh. Mendapatkan uang lebih memang iya, tapi kalau susah balik dan berkumpul dengan keluarga rasanya nooooo. Kecuali tinggal untuk sementara saja, tidak apa-apa.

Dia adalah rumah home sweet home . Keluargaku berasal dari Garut. Semuanya ada di sini. Ketika lebaran tiba, Garut sesak layaknya Jakarta. Bahkan kampung kecilku saja mengenal dengan nama "macet". Banyak orang menganggap Garut kampungan, eh tapi pas lebaran mah baliknya ke Garut juga.

9. Kota Intan yang semrawut
Julukan kota Garut yang hampir dilupakan, Sang Kota Intan. Hal itu dikarenakan keadaan sekarang sudah tidak seindah intan lagi. Lebih cocoknya seperti benang kusut. Pusing, kata yang terbesit ketika harus berbelanja ke kota. Harus dimulai dari mana ini menceritakannya ya? Becak yang berseliweran di jalan satu arah. Pedagang kaki lima, sang penguasa trotoar dan pinggrir jalan. Pejalan kaki penguasa jalanan. Ya, begitu lah suasan kota ketika sedang ramai. Musim lebaran jangan ditanya. Macet total.

Jalanan Garut dari dari sejak aku lahir, relatif tidak ada perubahan signifikan. Hanya memperlebar saja. Tidak banyak jalan alternatif yang dihidupkan. Namun, kendaraan sudah sangat ramai. Meningkat tajam. Berbanding terbalik dengan pembangunan infrastrukturnya. Jangan heran sekarang mulai muncul beberapa jalur yang sering macet, seperti jalur leles-kadungora, jalur cipanas-tarogong, dan jalur suci-karangpawitan-wanaraja.

Masih ingat bencana banjir bandang kemarin? Kenapa coba? entahlah aku juga tidak tahu, tapi intinya alam tidak akan demikian jika tidak diganggu. Saat ini, sumber daya alam Garut sedang dikeruk tanpa kata "punten", tanpa kata "permisi" kepada ibu pertiwi. Asal ada gunung pasir, main keruk saja. Asal ada tumpukan batu, main hancurkan. Ada tanah kosong, main bangun pabrik dan perumahan. Ada sungai, main lempar sampah. Mana rasa terima kasih kepada alam dan sang penciptaNya? dzikir dan doa memangnya bisa menumbuhkan kembali hal-hal yang sudah dimbil? it's not enough.

10. Kota kenangan
Entah bagaimana kata "kenangan" ini muncul di hasil survey xD. Sepertinya orang yang sedang mengisi survey ini sedang galau. Oke deh, akan tetap aku bahas.

Betapa pun Garut ini acak-acakan, tempat lahirku tetap indah ketika aku melihatnya dengan mata "syukur". Udara sejuk bisa aku hirup setiap pagi. Teman-teman dan orang-orang yang masih ramah. Bahasa dan budaya Sunda masih bisa aku rasakan. Daaaan makanannyaaaaaaaaa I love you full. Daerah pegunungannya adalah tempat yang sangat nyaman untuk membuat kenangan. Kenangan yang baik-baik aja kali. hehehehe

Kenangan terindah di Garut apa ya? hmmm aku tidak bisa mengatakan kenangan. Jika aku mengatakannya berarti masa-masa itu sudah terlewat, sudah ku tinggalkan. Sedangkan aku masih di sini. Di Garut. Adakah teman-teman di sini yang memiliki kenangan di kota Garut, baik atau buruk? tidak apa lah, biarkan kenangan buruk itu menjadi suatu pelajaran semata.

13 comments on "10 Hal yang Terlintas ketika Mendengar Garut"
  1. Dodol sih udah pasti. Tapi sekarang saya selalu ingat dipepet motor saat mobil kami melintas Garut di tengah malam. Pengendaranya memaksa kami untuk minggir. Untung suami tetap tenang dan tetap nyetir. Pengendara motor baru menjauh saat ada mobil polisi patroli, trus suami coba parkir di belakangnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. walah, mba. . . serem banget pengalamannya. Di daerah mananya, ya? biar orang lebih berhati2 kalau melintasi jalur itu.

      Delete
  2. Aku lebih suka dodol garut sama pemandangan di gunung soalnya aku suka hiking sama teman - temanku bahkan bisa dijadikan sebagai kota kenangan

    ReplyDelete
  3. Kalo aku termasuk yang ingat pegunungannya, gunung-gunungnya indah dan sejuk (dingin malah) apalagi PAGUCI (Papandayan, Guntur, Cikuray) :D
    kalo dari atas juga kota Garut itu keliatan kayak mangkok, cekung gitu dikelilingi pegunungan. Belom pernah jalan-jalan ke kotanya, sih, jadi kesannya sama gunungnya doang.

    ReplyDelete
  4. Kalau denger garut aku langsung ingat trman teman yg asli garut dan pengen diajakin jalan jalan hehhe

    ReplyDelete
  5. Mantap! Jadi rindu Garut! Karena saia dulu pernah kerja di sebuah perusahaan panas bumi di Garut, maka yg pertama terlintas tentang Garut malahan panas bumi, hehe!

    ReplyDelete
  6. Baso aci sama bioskop intan hehe krn dulu sekolah di DA yg point no 10 emg bener bgt, setiap sudut Garut memiliki kenangan ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren, masih inget sama bioskop intan. Aku mah udah lupa. Belum pernah nonton di sana juga. Kayaknya udh ga berjalan lagi deh. Garut benar2 gak punya bioskop kayaknya. 😆

      Delete
  7. kalau aku ke garut emang dodolnya sama dombanya sih yang paling ditunggu..hehe

    ReplyDelete
  8. Heehe...ternyata nggak cuma aku ya yang langsung inget dodol dan domba ketika mendengar kata"Garut".:D

    ReplyDelete
  9. Dodo, Chocodot dan Pegunungan kalo di aku! hihihi.
    Nice info Mbaaa :D

    www.cindyartha.com

    ReplyDelete
  10. baru tahu ada jajanan chocodot, apa memang aku yang gak tahu sendiri? hehehe

    ReplyDelete
  11. Kenangan yang tidak terlupa di Garut waktu KKN di Kecamatan Cibiuk, terus pas hari ulang tahun saya kami pergi ke pantai santolo. Kenangan indah saya bersama teman-teman KKN semasa kuliah. Pengen ke sana lagi deh. :)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkomentar. Tidak ada link hidup di dalam kolom, ya. Tulis alamat blog di URL/Name, bukan url artikel. Keep blogging, keep writing! :D