Personal and Lifestyle Blog by Rahma

Kolom Komentar untuk Blogger

Wednesday, August 16, 2017
macam-macam kolom komentar

Bagi kita yang senang blog walking (BW), kegiatan meninggalkan jejak alias komentar di blog yang dikunjungi adalah kewajiban. Selain memperluas silaturahmi juga sebagai ajang untuk memperkenalkan blog kita dengan meninggalkan alamat blog di kolom komentar atau di isian "name/url". Sehingga, kolom komentar adalah salah satu komponen penting dalam blog.

Kenyaman berkomentar sangatlah penting agar orang tidak malas untuk meninggalkan komentar dan berkunjung kembali. Sehingga usahakan kolom komentar berpenampilan sederhana, responsive, dan ramah pengunjung. Beberapa waktu yang lalu aku mencoba-coba beberapa kolom komentar. Di antaranya:

Kolom komentar bawaan dari Blogger
Kolom komentar ini berasal langsung dari Blogger. Bisa diaktifkan di bagian pengaturan tentang komentar, post dan berbagi (sharing). Menurutku kolom ini sangatlah sederhana tapi lengkap. Membantu blog terbuka dengan cepat dan juga bisa memfasilitasi semua orang untuk berkomentar. Bahkan anonymous sekali pun. Asalkan pengaturan yang dipilih pada seksi "who can comment" adalah "anyone", semua orang. 

Dengan pengaturan "anyone", pengguna Wordpress atau pun orang yang tidak memiliki akun sosial media bisa berkomentar melalui "name/url" dan itu sangat baik karena bisa sekaligus meninggalkan jejak alamat blognya. Sekarang pun aku lebih memilih pengaturan ini, agar semua bisa berkomentar. Toh, jika pun dia anonymous dan komentarnya kurang baik atau memiliki unsur spam, aku sebagai pemilik blog bisa saja menghapus komentarnya.

Ada juga yang memilih pengaturan "registered user" dimana yang berkomentar hanyalah orang-orang yang memiliki akun Google plus, OpenID dan Blogger. Jika berkomentar dengan akun tersebut, nanti akan muncul foto profil nya. Sangat baik memang karena identitas terlihat. Namun, pengaturan seperti ini kurang disukai oleh pengguna Wordpress. Ya, ada beberapa orang yang memang tidak memiliki akun G+ atau OpenID sehingga mereka tidak bisa meninggalkan komentar.

Kolom komentar Blogger ini akan sangat menyebalkan jika diberikan pengaturan tambahan berupa "verifikasi". Aku pribadi kurang menyukai. Kalau sebatas moderasi komentar tidak apa-apa. Namun, jika ditambah dengan keharusan mengisi kode atau memilih gambar ini itu untuk membuktikan bahwa kita bukan robot atau spammer, rasanya kurang begitu nyaman saat memberikan komentar.

Sejujurnya, kolom komentar dan notifikasi komentar default yang ideal menurutku adalah kolom Wordpress punya. Di sana tidak perlu memakai akun karena kolomnya seperti "name/url" di Blogger. Notifikasinya pun sangat baik. Jika komentator dan pemilik blog sama-sama berasal dari Wordpress, mereka akan diberi notifikasi langsung di beranda Wordpressnya. Seperti notifikasi ketika menggunakan komentar Google Plus di Blogger. Malah kalau ingin membalas komentar tidak perlu membula artikelnya. Bisa langsung di tulis di pojok notifikasi itu. 

Komentar Google Plus di Blogger
Jika beberapa teman-teman pernah berkunjung ke blogku ini sebelumnya, maka sudah tahu dong kolom komentarku dulu adalah Google Plus. Menurut beberapa artikel yang aku baca, komentar Google Plus sangat bagus dalam SEO dan responsive dalam bentuk mobile sekali pun.

Proses terbukanya memang sedikit lambat dibandingkan komentar Blogger, tapi setiap orang yang berkomentar akan memberikan satu "+1" pada artikel kita. Semakin banyak plus nya, maka artikel kita akan lebih mudah muncul di halaman Google. Bener? Aku belum melakukan penelitian lebih. Hanya saja, aku senang sekali kalau tanda plusnya semakin banyak hahaha. . .

Kemudian aku kembali memasang kolom komentar Blogger dan kalian bisa lihat komentar-komentar Google Plus di artikel-artikel sebelumnya menghilang. Sayang sekali. Sama-sama produk Google tapi mereka tidak bisa berdampingan. Padahal artikelku sudah banyak komentarnya, tapi sekarang balik lagi ke nol karena aku sudah memutuskan untuk menggunakan kolom komentar Blogger.

Komentar Google Plus ini notifikasinya sangat bagus. Bisa dikirimi lewat email. Bisa juga langsung muncul di pojok notifikasi Google Plus. Kalau ingin membalas komentar tidak perlu membuka artikel, langsung dibalas di pojok notifikasi dan itu membuat tugas pemilik blog untuk membalas komentar menjadi mudah. 

Sayangnya, hanya pengguna Google Plus saja lah yang hanya bisa berkomentar. Jangkauan penggunanya lebih sempit lagi karena tidak semua orang punya G+. Oleh karena itu, aku kembali ke kolom komentar Blogger agar semua orang bisa berkomentar dan meninggalkan alamat blog di "name/url". Terlebih, pemilik blog tidak bisa menghapus komentar orang lain. Riskan kalau ada komentar sembarangan yang muncul.
Kolom komentar Facebook
Hampir semua orang memiliki Facebook, iya kan? Maka aku juga ingin membuat pemberi komentar nyaman. Cukup dengan menggunakan akun Facebook saja, orang sudah bisa berkomentar. Hanya kurang dari seminggu aku putuskan untuk menghapus kolom komentar ini.

Pertama, kolom komentar Facebook kurang begitu cepat terbuka, malah terbilang melambatkan blog untuk terbuka secara penuh. Kedua, ternyata beberapa orang tidak suka menggunakan akun Facebooknya untuk berkomentar. Mungkin sifatnya terlalu pribadi. Terakhir, mungkin pertimbangan saja bagi yang ingin menempelkan kolom komentar Facebook, proses pembuatannya agak rumit. Kita perlu masuk ke halaman Facebook for Developer untuk membuat kode apa gitu hehehe lupa, kemudian setelah mendapatkan kode itu barulah kita bisa mendapatkan kode untuk ditempel di template blog. Nantinya barulah muncul kolom komentar Facebok.

Nyatanya, tidak seperti Google Plus, kolom komentar Facebook bisa berdampingan dengan kolom komentar Blogger. Namun, dari pengalamanku, orang-orang malah senang berkomentar di kolom Blogger dibandingkan dengan Facebook. Mungkin ya tadi, beberapa orang menganggap berkomentar dengan akun Facebook mengganggu privasi karena orang lain bisa langsung melihat profil Facebooknya. Jadi, aku pikir lebih baik menghapus kolom komentar Facebook demi mempercepat proses terbukanya blog.

Selain tiga jenis kolom komentar di atas, ada pula kolom komentar "Disqus". Apalagi ini, masih banyak yang belum familiar kan ya? Aku kurang tertarik untuk memasang. Beberapa website seperti Female Daily, menggunakan kolom ini. Identitas komentator sepertinya terjamin, ya maksudnya dia dipastikan bukan spammer atau robot/software komentar otomatis karena saat proses registrasi diminta untuk mengisi data identitas dan verifikasi. Menurutku, terlihat ribet. Belum lagi, beberapa orang menganggap Disqus membuat halaman terbuka lebih lama. It's not good for me.

Itu lah beberapa jenis kolom komentar yang pernah aku coba dan pernah aku lihat dipasang di blog berbasis Blogger. Intinya, aku lebih memilih kolom komentar bawaan Blogger dengan pengaturan "anyone" tanpa proses moderasi. Lebih cepat terbuka dan semua orang bisa berkomentar. Setelah mempublish komentar, kita pun bisa langsung melihat komentar muncul di blog. Sebagai pemilik blog, aku pun memiliki kewenangan untuk menyaring komentar yang muncul. Lebih praktis, nyaman dan aman.

Adakah teman-teman yang memakai jenis kolom komentar lain di Blogger-nya? Mari berbagi di kolom komentar :)

17 comments on "Kolom Komentar untuk Blogger"
  1. kolom komentar memang ajang untuk bersilaturrahmi ya mbak. kalau aku lebih suka kolom komentar yg memang asli dari blogspotnya. btw makasih sharingnya mbk :))

    ReplyDelete
  2. iya nih. aku paling suka kolom komentarnya wordpress :)

    ReplyDelete
  3. Kalo dulu di Multiply komentar sampai ratusan karena dipakai ngobrol hihi

    ReplyDelete
  4. Sebel kalau mau komentar trus harus verifikasi gambar ini itu, pernah sampe berkali-kali dan akhirnya gak jadi komen. Pernah juga BW di blog yg pake wordpress, akunya malah bingung mau komen dg memasukkan apa... Hhhihi

    ReplyDelete
  5. Nomer satu pastinya saya komen setelah baca postingan sampai selesai �� kalau setengah jalan lantas tekhnik nulisnya bikin saya bosan baca ya udah leave out. Saya ga akan bohongi diri sendiri dg baca judul dan lihat2 foto aja, lantas komen se-akan2 baca semua. Kalau untuk sistem komen antara pakai url blog dan G+ kalau memang kolom url blog ga ada. Terkadang pakai link twitter juga untuk WP.

    ReplyDelete
  6. Kalau saya juga lebih suka komentar bawaan blogger. Lebih cepat dibalas. Makasih sharenya. Izin share

    ReplyDelete
  7. punya saya anonim juga bisa mbak. mampir ya. *modus*

    setuju mbak, kolom komentar versi wp lebih sip.

    kalau saya ketemu yang harus pakai verifikasi, g , disquss gitu langsung balik kanan. soalnya ga bisa diakomodasi sama ponsel saya.

    ReplyDelete
  8. Saya juga suka yang bawaan blogger..lebih gampang. Cuma kadang captcha sering bikin load lama

    ReplyDelete
  9. saya juga pakai yang bawaan blogger mba, betul juga kadang sudah asyik baca artikel dan semangat mau komentar eh kolom komennya malah nggak ada, mau disambung ke socmed si blogger nggak dipajang juga widget sosmednya. Gagal silahturahmi :D

    ReplyDelete
  10. huaaaa baru aja habis BW dan diminta pilih gambar ini itu yang ga cuman sekali tapi berkali kali jadi bikin bales buat bw lagi,

    note to myself, blogging ini buat seneng jgn dibuat ribeg hihii

    ReplyDelete
  11. Thank you for sharing! Bener banget paling males comment kalau di suruh verifiksi.. aku di blog juga pakai yg standard dari blogger aja sih.. ngk ngerti juga gimana gantinya :)

    ReplyDelete
  12. Sama, aku juga pake kolom komentar blogger yang anyone
    Siapapun bisa komeeeeen
    Kalau aku gak suka, kapanpun bisa kuhapuuuus😆😆

    ReplyDelete
  13. wah nice sharing kak, belum pernah mengamati detail sih bedanya hanya memang kalau comment harus register lebih dulu jadinya malas komen sih. mampir blog aku ya kak https://riawatigu.blogspot.co.id/ makasi

    ReplyDelete
  14. saya juga paling seneng sama kolom komentar bawaan blogger..sederhana dan nggak bikin ribet kalo mau nulis komen..

    ReplyDelete
  15. iya kak, pilih yang praktis. saya juga pakai bawaan dari wp.

    ReplyDelete
  16. Sebenernya aku jg ga begitu suka kalo komen di blogspot temen, lalu dimintain macem2 untuk verifikasinya. Tapi so far sih aku ttp isi aja, apalagi kalo isi tulisannya memang bagus. Tp kalo nyusahin, trs isi artikel jelek, ya bye bye ajalah :p

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkomentar. Tidak ada link hidup di dalam kolom, ya. Tulis alamat blog di URL/Name, bukan url artikel. Keep blogging, keep writing! :D