Personal and Lifestyle Blog by Rahma

Mengikuti TOEFL ITP di Balai Bahasa UPI

Sunday, September 10, 2017
mengikuti toefl ITP UPI

Aku mau cerita tentang pengalaman mengikuti TOEFL ITP (institutional testing program) di Balai Bahasa UPI. Ini aku lakukan karena berharap bisa melamar beasiswa. Di program-program beasiswa yang aku lihat, mereka semua mensyaratkan sertifikat TOEFL ITP minimal 500 atau 550. Jadilah, aku mendaftar dan memilih tes TOEFL ITP di UPI karena lebih dekat dengan tempat tinggal.

Pas daftar, aku kaget biayanya Rp. 450.000,-. Dulu aku sempat ikutan TOEFL di sana, biayanya cuma 100 ribuan saja. Setelah ditelusuri, ternyata yang dulu itu bukan ITP melainkan PTESOL. Katanya sih PTESOL lebih seperti latihan TOEFL saja atau biasa dikenal dengan prediksi TOEFL. Sedangkan ITP ini agak serius hehehe, soal berasal dari ETS (English Testing Service). 

Proses tes lebih serius dibandingkan dengan PTESOL dulu. Instrukturnya semua berbicara dalam bahasa inggris. Buku soal disegel dan ada beberapa isian data yang berbeda, seperti data native language code dan native country code. Ada juga kode soal dan kode form. Nanti instruktur yang memberitahu isian tersebut.

Lebih baik aku cerita berdasarkan tahap-tahapan tes TOEFL ITP -nya saja ya.

1. Daftar
Sebelum daftar, cek dulu jadwal tesnya di website Balai Bahasa UPI. TOEFL ITP ini hanya diselenggarakan sebulan sekali dengan kuota 50 orang. Daftarnya bisa lewat telepon (ada di website balai bahasa UPI) atau langsung datang ke Balai Bahasa UPI dekat perpustakaan universitas. Pendaftarannya ada di lantai dua. Nanti sebutkan saja ingin daftar toefl ITP. 

Persyaratannya, menunjukkan kartu identitas (KTM/KTP/SIM) dan membayar biaya Rp. 450.000,-. Petugas akan memberikan kartu tanda pembayaran yang harus disimpan baik-baik untuk kepentingan tes dan pengambilan sertifikat. Bagi pendaftar lewat telepon, kartu pembayaran akan diberikan sesaat sebelum tes dimulai. Kemudian, kita juga akan diminta untuk mengirimkan file pas foto melalui email ptesolupi@gmail.com. Bagaimana kalau kuota penuh? Berarti harus mengantri untuk jadwal selanjutnya.

2. Sebelum Tes
Tes dimulai pukul 9.00. Usahakan hadir 30 menit sebelum dimulai karena nanti satu per satu peserta akan dipanggil dan dicek kembali kartu identitas beserta kartu bukti pembayarannya. Petugas akan mengambil kartu identitas (dibagikan kembali setelah tes selesai) dan mengatur tempat duduk peserta. Tas disimpan di loker di dalam ruangan. Peserta hanya bisa membawa alat tulis saja. Nanti sudah ada lembar jawaban, tapi jangan dulu diisi. Akan ada instruksi dari petugas. 

Mula-mula, petugas akan bicara dalam bahasa inggris, memperingatkan bahwa tidak boleh ada benda lain di atas meja selain lembar jawaban, pensil dan penghapus. Bahkan tempat pensil pun harus disimpan di bawah meja. Pokoknya petugas ini akan membimbing kita dalam mengisi data di awal form, seperti nama, tanggal lahir, kode soal dll. Jangan sekali-kali melakukan hal yang belum diinstruksikan atau membuka segel soal untuk dibaca-baca apalagi mendahului mengerjakan soal. DON’T! Kegiatan seperti itu dianggap curang, sehingga jawaban kita tidak akan diproses.

3. Saat Tes
Sama seperti PTESOL dulu. Tes ini dibagi menjadi tiga bagian. Listening (50 soal), structure and written expression (40 soal, 20 menit) dan reading comprehension (50 soal, 55 menit). Aduh soal structure itu waktunya pas banget! Tidak ada waktu untuk cek ulang kecuali untuk yang sudah jago hehe. Malah reading punya waktu yang kebanyakan. Walaupun demikian, kita tidak bisa membuka bagian soal sebelumnya.

Jika sudah mengerjakan bagian dua kita tidak bisa kembali membuka soal listening. Begitu juga ketika reading, walaupun masih banyak waktu tersisa, kita tidak bisa mengecek soal structure ataupun listening. Jadi, gunakan waktu sebaik-baiknya, pilihlah jawaban paling tepat dan meyakinkan! 

Oia, satu lagi peraturan terakhir, peserta dilarang berbicara ketika tes berlangsung. Jika ada pertanyaan, angkat tangan, nanti petugas menghampiri. Satu peraturan lagi ... hehehe Peserta dilarang meninggalkan ruangan tanpa instruksi. Jika sudah selesai mengerjakan soal, harap duduk manis di kursi saja hingga dipersilahkan untuk meninggalkan ruangan.

Setelah mengikuti tes, entah kenapa aku merasa soalnya gampang. Bukan bermaksud sombong. Aku cemas saja jawabanku salah banyak. Biasanya kan soal yang dianggap gampang itu adalah jebakan hehehe. Atau mungkin kemampuanku sudah meningkat, soalnya aku kan dulu di tempat les sering banget ngajarin TOEFL ke siswa. Udah hafal dengan tips dan bentuk soal TOEFL. Hmmm bisa jadi. Sungguh terlalu kalau aku dapat skor rendah.

Ini ada beberapa tips mengerjakan soal TOEFL, singkat saja ya, aku dapat dari buku-buku:

1. Untuk soal listening, fokus pada dialog orang kedua. Pahami apa yang orang kedua ucapkan. Hindari jawaban yang memiliki bunyi mirip dengan bunyi/suara percakapan yang kita dengar di rekaman.

2. Untuk strukture dan written expression, mohon maaf, tidak ada tips singkat. Mau tidak mau kita harus mempelajari struktur kalimat dasar hingga kompleks dalam bahasa inggris. Minimal bagi pemula, belajar dulu membedakan bentuk kata alias part of speech (kata benda, kata sifat, kata kerja, artikel, kata depan dll) dan struktur ataupun fungsi kata di dalam kalimat (subjek, kata kerja, objek, keterangan, kata sambung dll).

3. Untuk soal reading, jangan dibaca dari awal sampai akhir. Buat apa? Menghabiskan waktu saja. Soal bertema main topic, main idea, yang kira-kira bertanya ini bacaan tentang apa, bisa dilihat dari kalimat pertama setiap paragraf. Baca setiap kalimat pertama di setiap paragraf, pahami dan renungkan. Intinya sih, baca soal dulu baru cari jawabannya di kalimat pada teks yang memiliki unsur keyword di pertanyaan..

Sekian pengalaman yang bisa aku berikan. Mudah-mudahan skorku bagus, minimal 550. Amin. Sayang dong kalau skornya rendah, udah keluar uang banyak. Fyuuh apalagi kalau ambil tes iBT yang pakai dolar hahaha kalau cuma dapat 450 kayaknya aku malah stress.

*update*
Sesuai dengan pengumuman di websitenya hasil tes TOEFL ITP bisa diambil minimal 10 hari kerja setelah tes dilaksanakan. Aku sudah mengambil hasilnya di Balai Bahasa UPI kemarin dengan menunjukkan resi pendaftaran. Aku diberikan hasil dua lembar hasil laporan dan satu buah sertifikat beserta mapnya. Bagaimana hasilnya? alhmadulillah sedikit melebihi skor yang diinginkan. Aku mendapatkan skor 580 masuk ke dalam kategori B2 berdasarkan CEFR (The Common European Framework of Reference for Languages). Lumayan lah hehehe


Kategori Kemampuan Bahasa Inggris Berdasarkan CEFR
Jadi ada 6 kategori English Proficiency menurut CEFR, yakni A1 (beginner), A2 (Elementary English), B1 (Intermediate English), B2 (Upper-intermediate English), C1 (Advanced English), C2 (Proficiency English). Inginnya sih ada di level C. Apa daya hanya mampu di B.

Penjabaran kemampuan umum untuk level B2:
Can understand the main ideas of complex text on both concrete and abstract topics, including technical discussions in his/her field of specialisation. Can interact with a degree of fluency and spontaneity that makes regular interaction with native speakers quite possible without strain for either party. Can produce clear, detailed text on a wide range of subjects and explain a viewpoint on a topical issue giving the advantages and disadvantages of various options.
Pembagian skor toefl itp berdasarkan ETS bisa dilihat di sini. Sertifikatnya bisa berlaku selama dua tahun, tapi lebih baik selalu update kemampuan terbaru karena kemahiran berbahasa bisa berubah dalam seiring berjalannya waktu. Selamat mencoba TOEFL ya, semoga hasilnya bagus dan bisa dipertanggungjawabkan hehehe.
Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkomentar. Tidak ada link hidup di dalam kolom, ya. Tulis alamat blog di URL/Name, bukan url artikel. Keep blogging, keep writing! :D