Personal and Lifestyle Blog by Rahma

Pengalaman Mengajukan Beasiswa Unggulan Mahasiswa S2 on-going Jalur Prestasi

Wednesday, May 16, 2018


Bulan kemarin aku mengajukan Beasiswa Unggulan dari Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Setelah lulus di tahap 1, para pelamar diseleksi kembali di tahap 2 (wawancara). Seminggu kemudian, para panitia mengumumkan keputusan akhir. Hasilnya tidak sesuai harapan alias belum diterima. Sedih, tapi berdasarkan usaha yang telah aku lakukan, hasil ini tidak mengejutkan hihi

Banyak orang yang beranggapan jika sudah lulus ke tahap wawancara sudah pasti diterima. Hmmm. Sejak awal aku tidak setuju dengan anggapan itu karena salah satu temanku, nyatanya, gugur di tahap 2. Pada awalnya, Beasiswa Unggulan hanya membuka proses seleksi administrasi saja, tanpa wawancara, sehingga agak mudah untuk ditembus. Namun, beberapa tahun terakhir, peningkatan peminat membuat proses seleksi semakin ketat. Nah, bagi kalian yang akan ataupun sedang mengajukan, aku ingin berbagi proses seleksi tahap 1 dan tahap 2 Beasiswa Unggulan kemarin. Semoga bisa bermanfaat.

Tahap 1 Beasiswa Unggulan

Tahap 1 adalah proses seleksi administrasi. Langkah awal yang harus dilakukan adalah mendaftar di web BU, www.beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id. Kemudian siapkan segala persyaratan yang terlampir di web. Mohon cermat beasiswa apa yang kalian pilih, prestasi atau 3T, mahasiswa baru atau on-going. Kemarin, aku mengajukan beasiswa jalur prestasi untuk mahasiswa S2 on-going dan berikut persyaratan sebagai berikut:

1. Maksimal usia 22 tahun
2. Terdaftar di perguruan tinggi terakreditasi minimal B, maksimal semester dua saat mendaftar dibuktikan dengan surat aktif kuliah
3. IPK S1 minimal 3,25
4. TOEFL minimal 500/iBT 6,1 atau skor IELTS minimal 5,5
5. Memiliki prestasi minimal tingkat kabupaten, sertifikat berlaku maksimal tiga tahun terakhir
6. Peraih juara peringkat 5 besar

Kelengkapan berkas:
1. KTP
2. KTM
3. Surat pernyataan (file tersedia di web)
4. Sertifikat prestasi
5. Surat rekomendasi
6. KHS (kartu hasil studi)
7. Surat aktif kuliah
8. Ijazah (S1) &transkrip (S1 dan S2)
9. TOEFL
10. Essai dengan tema “Aku Generasi Unggul Kebanggaan Bangsa Indonesia” 3-5 halaman, times new roman 12, spasi 1,5 lines
11. Proposal rencana studi

Proposal menggambarkan mengapa kita pantas mendapatkan beasiswa ini? Seperti apa program studi yang diambil dan mengapa memilihnya? Kontribusi apa yang dihasilkan? Mata kuliah apa yang sedang dan akan diambil? Bagaimana rencana untuk tesis nanti? Dulu aku searching di internet untuk contoh proposal BU. Salah satu di antaranya mencantumkan rincian biaya hidup dan kuliah, yang menurutku tidak perlu. Penghitungan biaya beasiswa sepenuhnya dilakukan oleh panitia BU. Perlu diupload gak sih proposalku? Belum bener juga sih. . .

Semua berkas diubah ke dalam bentuk jpg dan pdf sebelum diupload ke web. Ada beberapa berkas yang diminta dalam format gambar jpg, ada juga yang diminta dalam format pdf. Kalau tidak salah, KTP dan KTM diminta dalam bentuk gambar alias jpg dan berkas lain dalam bentuk pdf. Selain berkas di atas ada juga informasi lain yang tidak tercantum di deskripsi persyaratan dan berkas, tapi diperlukan dalam pengisian data di web:

1. Informasi data identitas orang tua dan penghasilan bulanan
2. Informasi luas rumah
3. Kartu Keluarga (KK)
4. Struk tagihan listrik paling baru
5. Informasi pengalaman berorganisasi dan bekerja
6. Surat pembiayaan kuliah resmi dari perguruan tinggi (diminta setelah lulus di tahap 1)
7. Bukti pembayaran uang SPP semester 1 (diminta setelah lulus di tahap 1)
8. File form verifikasi untuk tahap 2 (disediakan di web setelah lulus di tahap 1)

Isi data selengkap mungkin agar kesempatan diterima lebih besar. Setelah selesai melengkapi data dan berkas, pilih validasi. Selalu ingat ya, validasi ini dilakukan jika SEMUA data telah dilengkapi karena setelahnya dokumen dan isian tidak bisa diedit. Dari sini, tahap 1 selesai. Tinggal menunggu kelulusan. Tanggal pengumumannya tidak pasti. Tanggal 19 April, hari terakhir pendaftaran, aku mengajukan berkas dan tanggal 1 May pengumuman kelulusan datang. Biasa diumumkan menjelang atau setelah tengah malam. Jika dinyatakan lulus, panitia akan mengirim email yang berisi pernyataan kelulusan beserta jadwal seleksi tahap 2. Kalau tidak ada email dalam jangka waktu tersebut, hasil pengumuman bisa diakses melalui akun BU masing-masing peserta.

Tahap 2 wawancara Beasiswa Unggulan

Kemarin proses wawancara dilakukan di sebuah hotel di Pasteur, Bandung. Jadwalnya, acara dimulai pukul 7.30-16.00. Aku tiba pukul 7.00 dan sudah terlihat para pelamar lainnya berlalu-lalang di depan gedung hotel. Bisa tertebak kok. Terlihat dari dandanannya, mahasiswa berpakaian rapih dan formal, seperti hendak melakukan wawancara kerja. Prosesi dimulai pukul 7.30.

Pertama, proses pendaftaran. Aku menuliskan nama dan nomor registrasi BU yang tertera di form verifikasi. Di luar prediksi, proses pendaftarannya berdesak-desakan. Antrian tidak teratur. Ketika dibuka, meja pendaftaran langsung diserbu. Dua kertas pendaftaran VS 6 ekor antrian. Kenapa ya panitia tidak menyiapkan nomor antrian? Mungkin karena pelamar adalah mahasiswa yang sudah dewasa, maka diharapkan mereka antri dengan tertib. Kenyataanya adalah “welcome to Indonesia”. Menurutku, tidak usah berebut daftar. Itu hanya absensi. Yang paling atas tidak berarti dia paling awal dipanggil wawancara. Tidak usah berebut menjadi yang paling awal. Proses ini menghabiskan waktu sekitar 30 menit.

Kedua, proses verifikasi. Sebelumnya, lihat terlebih dahulu di meja nomor berapa kita akan diverifikasi. Bersamaan dengan proses pendaftaran tadi, panitia menempelkan keterangan nomor meja beserta daftar para pelamarnya. Jadi, sambil menunggu antrian pendaftaran, bisa melihat-lihat daftar nomor meja juga. Sama halnya dengan proses pendaftaran, ketika pintu masuk ruang verifikasi dibuka para pelamar langsung menyerbu. Tidak ada antrian. Panitia memanggil nomor meja saja dan mempersilahkan satu-dua orang masuk, berdasarkan nomor mejanya. “Meja nomor 23, dua orang. Meja nomor 4, satu orang. Meja nomor 15 dua orang dst…” Jadilah, para pelamar berebutan.

Pada form verfikasi terdapat daftar dokumen asli yang harus dibawa. Cukup bawa dokumen yang tertera pada form saja. Dokumen yang tidak tertera seperti essai dan proposal tidak diperlukan. Jangan lupa membawa dua buah materai Rp6000,-. Mereka menyuruh membawa dua buah, tapi yang terpakai hanya satu saat proses verifikasi saja. Well, mungkin satu lagi untuk cadangan. Proses mengantri dan verifikasi menghabiskan waktu sekitar 1 jam.

Ketiga, proses wawancara. Setelah verifikasi selesai, pelamar dipersilahkan untuk menunggu proses wawancara di ruang yang telah disediakan. Antrian wawancara di sini jauh lebih tertib dibandingkan antrian di proses sebelumnya. Panitia akan memanggil pelamar untuk diwawancara. Waktu menunggu sekitar 15 menit, atau kurang. Lebih cepat dibandingkan antri pendaftaran dan verifikasi. Terus-terang saja, aku tidak begitu mempersiapkan jawaban dengan matang. Makanya, di awal aku bilang tidak kaget dengan ketidaklulusanku. Habisnya aku stress jika berhadapan dengan orang yang gak aku kenal. . . #parah. Jawaban semua malah muncul ketika aku keluar dari ruang wawancara. “OMG, kenapa tadi aku gak jawab begini begitu… “ ☹

Salah satu hal yang membuatku memiliki insting “wawancaranya tidak memuaskan” adalah ketika durasi wawancara terasa lama. Sepertinya hanya 15 menitan tapi serasa satu jam. Soalnya, dulu pas wawancara masuk S2, durasi sekitar 15 menit tapi serasa 5 menit karena alur perbincangan terus mengalir. Kayak lagi main tenis dan bola tidak pernah mati. Terasa seru, sehingga aku bisa mengekspresikan diri sendiri yang sebenarnya dengan santai dan alami, padahal proses wawancara dilakukan dalam bahasa Inggris.

Wawancara BU dilakukan dengan bahasa Indonesia, tapi entah kenapa aku menjadi kaku dan jawabanku hanya itu-itu saja. Tidak memberikan kesan wow. Sifat wawancara ini open-ended, satu pertanyaan nanti ada anak-anak pertanyaan. Pewawancaranya keren sih menurutku. ya iya lah. Seperti menaruh perangkap dengan pertanyaan-pertanyaan and I don’t have any place to hide. Karakter asliku seperti dipaksa muncul begitu saja. Hahaha . . . keren. Nah, “keterpaksaan” muncul ini, mungkin, akibat dari tidak mempersiapkan diri dengan baik. Stress, kaku. Ah sudahlah. . .

Berikut aku tuliskan beberapa pertanyaan yang masih aku ingat ya, kira-kira esensinya seperti ini:

1. Mengapa anda layak mendapatkan beasiswa ini?
2. Apa kelemahan anda? (sertakan solusi)
3. Apa kelebihan anda dibandingkan orang lain?
4. Apa rencana studi anda? (deskripsi program studi/apa yang dipelajari)
5. Apa kontribusi dari hasil studi anda setelah anda lulusan nanti?
6. Apa kontribusi nyata yang telah anda lakukan sebagai salah satu usaha merealisasikan kontribusi setelah lulus nanti?
7. Apa hambatan dalam proses pembelajaran? (sertakan solusi)
8. Apa kejadian paling mengecewakan dalam hidup anda? (sertakan solusi)
9. Hal apa yang menjadi penghalang atau kelemahan yang menganggu di kehidupan anda? (sertakan solusi)
10. Kira-kira apa yang akan membuat proses belajar/penyusunan tesis anda terganggu? (sertakan antisipasi)

Segitu saja yang aku ingat. Pertanyaan latar belakang keluarga dan identitas diri tidak aku cantumkan, tanpa persiapan pun bisa dijawab dengan mudah. Ketika wawancara selesai, selesai pula proses seleksi tahap 2 Beasiswa Unggulan. Aku meninggalkan hotel pukul 10.40an. Lumayan cepat. Aku kira akan sampai sore. Selanjutnya, menunggu. Satu minggu kemudian pengumuman hasil akhir Beasiswa Unggulan diumumkan. Hasilnya… Saudara Rahmalia dinyatakan belum lulus. BELUM lulus artinya coba lagi. Masih bisa mencoba kembali HAHA. Yuk.. daftar lagi hihihi. . .

Semangat dan sukses. . . ! 😊

Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkomentar. Tidak ada link hidup di dalam kolom, ya. Tulis alamat blog di URL/Name, bukan url artikel. Keep blogging, keep writing! :D