Personal and Lifestyle Blog by Rahma

Pengalaman Mengajukan Beasiswa Unggulan Mahasiswa S2 on-going Jalur Prestasi

Wednesday, May 16, 2018
[(1) updated 02 Juni 2018]
Bulan kemarin aku mengajukan Beasiswa Unggulan dari Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri, Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Setelah lulus di tahap 1, para pelamar diseleksi kembali di tahap 2 (wawancara). Seminggu kemudian, para panitia mengumumkan keputusan akhir. Hasilnya tidak sesuai harapan alias belum diterima. Sedih, tapi berdasarkan usaha yang telah aku lakukan, hasil ini tidak mengejutkan hihi

Banyak orang yang beranggapan jika sudah lulus ke tahap wawancara sudah pasti diterima. Hmmm. Sejak awal aku tidak setuju dengan anggapan itu karena salah satu temanku, nyatanya, gugur di tahap 2. Pada awalnya, Beasiswa Unggulan hanya membuka proses seleksi administrasi saja, tanpa wawancara, sehingga agak mudah untuk ditembus. Namun, beberapa tahun terakhir, peningkatan peminat membuat proses seleksi semakin ketat. Nah, bagi kalian yang akan ataupun sedang mengajukan, aku ingin berbagi proses seleksi tahap 1 dan tahap 2 Beasiswa Unggulan kemarin. Semoga bisa bermanfaat.

Tahap 1 Beasiswa Unggulan

Tahap 1 adalah proses seleksi administrasi. Langkah awal yang harus dilakukan adalah mendaftar di web BU, www.beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id. Kemudian siapkan segala persyaratan yang terlampir di web. Mohon cermat beasiswa apa yang kalian pilih, prestasi atau 3T, mahasiswa baru atau on-going. Kemarin, aku mengajukan beasiswa jalur prestasi untuk mahasiswa S2 on-going dan berikut persyaratan Beasiswa Unggulan untuk S2:

1. Maksimal usia 32 tahun
2. Terdaftar di perguruan tinggi terakreditasi minimal B, maksimal semester dua saat mendaftar dibuktikan dengan surat aktif kuliah
3. IPK S1 minimal 3,25
4. TOEFL minimal 500/iBT 6,1 atau skor IELTS minimal 5,5
5. Memiliki prestasi minimal tingkat kabupaten, sertifikat berlaku maksimal tiga tahun terakhir
6. Peraih juara peringkat 5 besar

Kelengkapan berkas:
1. KTP
2. KTM
3. Surat pernyataan (file tersedia di web)
4. Sertifikat prestasi
5. Surat rekomendasi
6. KHS (kartu hasil studi)
7. Surat aktif kuliah
8. Ijazah (S1) & transkrip (S1 dan S2)
9. TOEFL
10. Essai dengan tema “Aku Generasi Unggul Kebanggaan Bangsa Indonesia” 3-5 halaman, times new roman 12, spasi 1,5 lines
11. Proposal rencana studi

Proposal menggambarkan mengapa kita pantas mendapatkan beasiswa ini? Seperti apa program studi yang diambil dan mengapa memilihnya? Kontribusi apa yang dihasilkan? Mata kuliah apa yang sedang dan akan diambil? Bagaimana rencana untuk tesis nanti? Dulu aku searching di internet untuk contoh proposal BU. Salah satu di antaranya mencantumkan rincian biaya hidup dan kuliah, yang menurutku tidak perlu. Penghitungan biaya beasiswa sepenuhnya dilakukan oleh panitia BU. Perlu diupload gak sih proposalku? Belum bener juga sih. . . so by request aja ya.

Semua berkas diubah ke dalam bentuk jpg dan pdf sebelum diupload ke web. Ada beberapa berkas yang diminta dalam format gambar jpg, ada juga yang diminta dalam format pdf. Kalau tidak salah, KTP dan KTM diminta dalam bentuk gambar alias jpg dan berkas lain dalam bentuk pdf. Selain berkas di atas ada juga informasi lain yang tidak tercantum di deskripsi persyaratan dan berkas, tapi diperlukan dalam pengisian data di web:

1. Informasi data identitas orang tua dan penghasilan bulanan
2. Informasi luas rumah
3. Kartu Keluarga (KK)
4. Struk tagihan listrik paling baru
5. Informasi pengalaman berorganisasi dan bekerja
6. Surat pembiayaan kuliah resmi dari perguruan tinggi (diminta setelah lulus di tahap 1)
7. Bukti pembayaran uang SPP semester 1 (diminta setelah lulus di tahap 1)
8. File form verifikasi untuk tahap 2 (disediakan di web setelah lulus di tahap 1)

Isi data selengkap mungkin agar kesempatan diterima lebih besar. Setelah selesai melengkapi data dan berkas, pilih validasi. Selalu ingat ya, validasi ini dilakukan jika SEMUA data telah dilengkapi karena setelahnya dokumen dan isian tidak bisa diedit. Dari sini, tahap 1 selesai. Tinggal menunggu kelulusan.

Tanggal pengumumannya tidak pasti. Aku mengajukan berkas pada tanggal 19 April, hari terakhir pendaftaran, dan tanggal 1 Mai pengumuman kelulusan datang. Biasa diumumkan menjelang atau setelah tengah malam. Jika dinyatakan lulus, panitia akan mengirim email yang berisi pernyataan kelulusan beserta jadwal seleksi tahap 2. Kalau tidak ada email dalam jangka waktu tersebut, hasil pengumuman bisa diakses melalui akun BU masing-masing peserta.

Tahap 2 wawancara Beasiswa Unggulan

Kemarin proses wawancara dilakukan di sebuah hotel di Pasteur, Bandung. Berdasarkan jadwal, acara dimulai pukul 7.30-16.00. Aku tiba pukul 7.00 dan sudah terlihat para pelamar lainnya berlalu-lalang di depan gedung hotel. Ada tiga proses yang dilalui di tahap 2 ini.

Pertama, proses pendaftaran. Aku menuliskan nama dan nomor registrasi BU yang tertera di form verifikasi. Di luar prediksi, proses pendaftarannya berdesak-desakan. Antrian tidak teratur. Ketika dibuka, meja pendaftaran langsung diserbu. Dua kertas pendaftaran VS 6 ekor antrian. Kenapa ya panitia tidak menyiapkan nomor antrian? Mungkin karena pelamar adalah mahasiswa yang sudah dewasa, maka diharapkan mereka antri dengan tertib. Kenyataanya adalah “welcome to Indonesia”... ya begitu lah. Menurutku, tidak usah berebut daftar. Itu hanya absensi. Yang paling atas tidak berarti dia paling awal dipanggil wawancara, so santai aja sih. Proses ini menghabiskan waktu sekitar 30 menit. Kemudian, aku menunggu kembali untuk proses selanjutnya.

Kedua, proses verifikasi. Sebelumnya, lihat terlebih dahulu di meja nomor berapa kita akan diverifikasi. Bersamaan dengan proses pendaftaran tadi, panitia menempelkan keterangan nomor meja beserta daftar para pelamarnya. Jadi, sambil menunggu antrian pendaftaran, bisa melihat-lihat daftar nomor meja juga. Sama halnya dengan proses pendaftaran, ketika pintu masuk ruang verifikasi dibuka para pelamar langsung menyerbu. Tidak ada antrian. Panitia memanggil nomor meja saja dan mempersilahkan satu-dua orang masuk, berdasarkan nomor mejanya. “Meja nomor 23, dua orang. Meja nomor 4, satu orang. Meja nomor 15 dua orang dst…” Jadilah, para pelamar berebutan.

Pada form verfikasi terdapat daftar dokumen asli yang harus dibawa. Cukup bawa dokumen yang tertera pada form verifikasi saja. Untuk transkrip, tidak tercantum secara rinci tetapi yang diperlukan adalah transkrip S1 dan S2. Dokumen yang tidak tertera seperti essai dan proposal tidak diperlukan. Jangan lupa membawa dua buah materai Rp6000,-. Mereka menyuruh membawa dua buah, tapi yang terpakai hanya satu saat proses verifikasi saja. Well, mungkin satu lagi untuk cadangan. Proses mengantri dan verifikasi menghabiskan waktu sekitar 1 jam.

Ketiga, proses wawancara. Setelah verifikasi selesai, pelamar dipersilahkan untuk menunggu proses wawancara di ruang yang telah disediakan. Antrian wawancara di sini jauh lebih tertib dibandingkan antrian di proses sebelumnya. Panitia akan memanggil beberapa pelamar untuk diwawancarai. Waktu menunggu sekitar 15 menit, atau kurang, lebih cepat dibandingkan antri pendaftaran dan verifikasi. Terus-terang saja, aku tidak begitu mempersiapkan jawaban dengan matang. Makanya, di awal aku bilang tidak kaget dengan ketidaklulusanku. Habisnya aku stress jika berhadapan dengan orang yang gak aku kenal. . . #parah. Jawaban semua malah muncul ketika aku keluar dari ruang wawancara. “OMG, kenapa tadi aku gak jawab begini begitu… “ ☹

Salah satu hal yang membuatku memiliki insting “wawancaranya tidak memuaskan” adalah ketika durasi wawancara terasa lama. Sepertinya hanya 15 menitan tapi serasa satu jam. Soalnya, dulu pas wawancara masuk S2, durasi sekitar 15 menit tapi serasa 5 menit karena alur perbincangan terus mengalir. Kayak lagi main tenis dan bola tidak pernah mati. Terasa seru, sehingga aku bisa mengekspresikan diri sendiri yang sebenarnya dengan santai dan alami, padahal proses wawancara dilakukan dalam bahasa Inggris. Wawancara BU dilakukan dengan bahasa Indonesia, tapi entah kenapa aku menjadi kaku dan jawabanku hanya itu-itu saja. Tidak memberikan kesan wow.

Sifat wawancara ini open-ended, satu pertanyaan nanti ada anak-anak pertanyaan. Pewawancaranya keren sih menurutku. ya iya lah. Seperti menaruh perangkap dengan pertanyaan-pertanyaan and I don’t have any places to hide. Karakter asliku seperti dipaksa muncul begitu saja. Hahaha . . . keren. Nah, “keterpaksaan” muncul ini, mungkin, akibat dari tidak mempersiapkan diri dengan baik. Stress, kaku. Ah sudahlah. . .

Berikut aku tuliskan beberapa pertanyaan yang masih aku ingat ya, kira-kira esensinya seperti ini:

1. Mengapa anda layak mendapatkan beasiswa ini?
2. Apa kelemahan anda? (sertakan solusi)
3. Apa kelebihan anda dibandingkan orang lain?
4. Apa rencana studi anda? (deskripsi program studi/ apa yang dipelajari)
5. Apa kontribusi dari hasil studi anda setelah anda lulusan nanti?
6. Apa kontribusi nyata yang telah anda lakukan sebagai salah satu usaha merealisasikan kontribusi setelah lulus nanti?
7. Apa hambatan dalam proses pembelajaran? (sertakan solusi)
8. Apa kejadian paling mengecewakan dalam hidup anda? (sertakan solusi)
9. Hal apa yang menjadi penghalang atau kelemahan yang menganggu di kehidupan anda? (sertakan solusi)
10. Kira-kira apa yang akan membuat proses belajar/penyusunan tesis anda terganggu? (sertakan antisipasi dan solusi)

Segitu saja yang aku ingat. Pertanyaan latar belakang keluarga dan identitas diri tidak aku cantumkan, tanpa persiapan pun bisa dijawab dengan mudah. Ketika wawancara selesai, selesai pula proses seleksi tahap 2 untuk seleksi Beasiswa Unggulan. Aku meninggalkan hotel pukul 10.40an. Lumayan cepat dari yang aku perkirakan. Selanjutnya, menunggu.

Satu minggu kemudian pengumuman hasil akhir Beasiswa Unggulan diumumkan. Hasilnya… Saudara Rahmalia dinyatakan belum diterima. BELUM diterima artinya coba lagi. Masih bisa mencoba kembali HAHA. Yuk.. daftar lagi . . .

[update 1] Pengumuman tanggal 15 Mei itu ternyata bukan pengumuman akhir. Beberapa jam setelahnya, status pengumuman ditarik kembali dan di website jadwal pengumuman berubah menjadi tanggal 31 Mei, dari awalnya 15 Mei. Pada hari itu pula tidak ada email pemberitahuan kelulusan yang masuk. Jadi, kabar pengumuman ditunda bukan HOAX. Kemudian, datanglah tanggal 31. Jujur aku gak nervous ataupun cemas menunggu, "yah, udah tahu hasilnya kemarin, belum diterima. Untuk apa menunggu hasil yang sama".

Pada malam hari tanggal 31, aku menerima email kembali yang berisi penundaan pengumuman hasil seleksi hingga tanggal 1 Juni pukul 23.59. Nah, justru email ini yang bikin aku nervous, "kenapa diundur-undur sih. kan aku jadi penasaran :( seperti memberikan harapan kembali gitu...".  Pagi hari, saat aku bermain game untuk mengurangi kecemasan, tiba-tiba masuk sebuah email yang menyatakan aku LULUS seleksi Beasiswa Unggulan :') BAHAGIA. . . begini kronologi perubahan status ku

pengalaman mengajukan beasiswa unggulan s2


Melihat usahaku yang terkesan biasa saja dan pengalaman tes wawancara yang kurang memuaskan, aku yakin bahwa bukan saja usaha yang diperlukan tetapi doa. Sebelum, saat dan sesudah melamar Beasiswa Unggulan ini aku selalu meminta doa orang tua, keluarga dan teman-teman. Ketika pesimistis melanda, mereka selalu memberikan semangat dan doa yang terbaik.

Para pembaca blog pun memberikan semangat yang sama, padahal kita hanya kenal sebatas di dunia maya saja. and you can see the magic here where the effort was not complete without those prayers. Toh, dulu pun ketika mendapatkan hasil pengumuman belum diterima, aku tidak kecewa berat karena pertama, aku sadar diri, dan kedua ucapan-ucapan positif yang menenangkan terus mengalir. Hal-hal yang terkesan 'receh' ternyata mampu membuat keadaan buruk menjadi baik :) . . .

oh Berkah Ramadhan terjadi kembali. . . lagi dan lagi. Maafkan aku yang kadang lupa bersyukur.

Tanggal 7 Juni nanti rencananya adalah penandatanganan kontrak beasiswa di Jakarta. Setelahnya, tulisan ini akan aku perbarui kembali untuk menceritakan proses tersebut. Mohon doa agar prosesi berjalan dengan lancar. Terima kasih semuanya . . . [update 1 ends]

Semangat dan sukses. . . ! 😊

6 comments on "Pengalaman Mengajukan Beasiswa Unggulan Mahasiswa S2 on-going Jalur Prestasi"
  1. keren teh tulisan pengalamannya, semoga bisa mengajukan BU juga dan LULUS (Amin)
    aku baru dinyatakan lulus seleksi jd mahasiswa pascasarjana UPI the (Alhamdulillah)
    aku mau tanya teh walaupun di kolom komentar dengan konsteks tulisan yang berbeda, gapapa ya teh, aku mau tau soal pembiayaan dan alur, td aku udh baca yang di tulisan teteh soal alur pasca dinyatakan lulus itu, tpi belum dapet soal juamlah pembiayaan yang harus disiapkan, dsb.
    trimakasih teh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat ya Amalina, , , Welcome to SPS UPI :)
      Oke, untuk biaya masuk SPS UPI secara resmi nanti akan disampaikan lewat LoA (Letter of Acceptance).
      Di tahun aku masuk 2017, aku hanya diminta untuk membayar uang SPP per semester saja tanpa dibiaya tambahan lain, jumlahnya Rp8.522.000,-.

      Delete
  2. saya bookmark dulu..
    saya sangat tertarik dengan beasiswa ini.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga tulisan ini bisa membantu. . . :)

      Delete
  3. wah selamat y mba akhirnya lulus jg walaupun sempet ga lolos dipengunuman oertama hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya... Alhamdulillah lolos. Terima kasih. :)

      Delete

Sebelum berkomentar centang dulu kotak "notify me/beri tahu saya" agar kamu mendapatkan notifikasi ketika aku membalas. Tulis alamat blog di URL/Name, bukan url artikel :D