Personal and Lifestyle Blog by Rahma

4 Tahun bersama Nokia Lumia 730

Monday, June 25, 2018


Nokia Lumia 730 adalah sebuah smartphone bersistem windows 8.1 yang dirilis pada akhir 2014. Pada zaman itu smartphone android sudah merajai pasar sehingga windows phone terkesan usang. Akan tetapi, design yang berbeda dari smartphone lain membuatku tertarik untuk membelinya. Well, jujur saja aku muak dengan design smartphone android yang begitu-begitu saja, sedangkan Nokia menawarkan design kokoh, tegas, dan nyaman di genggam.


Terbuai dengan design tanpa memikirkan spesifikasi, aku pilih smartphone ini di akhir tahun 2014 dengan harga Rp. 2.999.000. Berarti sekarang sudah hampir 4 tahun ada di tanganku. Boleh dikatakan, aku sangat “puas” memakai Nokia Lumia 730. Jatuh ke air, mencium aspal dan trotoar sudah pernah ia lalui hehehe Ya Allah aku jorok banget ya. Bahkan, case sudut kanan bawah sudah rontok, pecah. Layar Gorilla Glass nya pun memiliki beberapa goresan. Overall, dari luar dan dalam, smartphone ini sudah terpakai habis dan berikut beberapa hal penting yang menyebabkan aku harus putus dengan Nokia Lumia 730.


Masalah Jaringan

Tidak ingin menutupi, Nokia Lumia ini boleh dibilang mengecewakan dan banyak masalah. Pada saat pembelian saja, sering muncul masalah di jaringan. Suatu waktu jaringan akan terputus. Tanda internet dan sinyal jaringan memang ada, tetapi handphone tidak bisa terhubung ke internet, tidak bisa menerima/mengirim pesan dan panggilan. Tanda masalah ini sedang terjadi adalah ketika akses internet tidak dapat dimatikan, panggilan keluar tidak bisa dibatalkan. Maka, satu-satunya solusi adalah restarting. 

Keluhan yang sama ternyata terjadi di banyak tempat di negara lain. Ada yang sampai bolak-balik Nokia center dan ujung-ujungnya beli hape baru lagi, tapi kebanyakan dari mereka sih ngoceh-ngoceh di forum Nokia. Intinya kecewa berat lah. Fix ini produk cacat produksi. Aku sih, sabar aja. Berharap tim Nokia atau pun Microsoft merilis update-an atau apa lah supaya masalah ini selesai.

Loading Parah

Hari update ke windows 10 pun tiba. Aku gembira sekali. Masalah jaringan sedikit teratasi. Kadang masih muncul, tapi kehadirannya sudah jauh berkurang. Misalnya, dari yang sehari bisa terjadi lebih dari 5 kali berubah menjadi sekali sebulan. Selain itu, tampilan lebih fresh dan keren. Namun, masalah lain datang, yaitu system memakan banyak ruang di memori internal. Hal ini sangat mengganggu karena ada beberapa aplikasi penting yang tidak bisa dipindahkan ke SD card, sehingga aku harus mengorbankan salah satu. Kemudian, sebelum update ketika sistem masih ringan, aktivitas multi tasking, bolak-balik aplikasi lancar banget. Setelah update aplikasi tambah berat, sedangkan RAM masih 1 GB dan processor snapdragon 400 ☹️ lola abis!

Beberapa aplikasi komunikasi penting seperti WhatsApp, Line dan sosial media popular lainnya tidak mampu dijalankan dengan baik. Ketika masuk ke aplikasi, yang akan kita dapati adalah layar hitam bertuliskan “loading” sampai akhirnya balik lagi ke home screen. Jadi, sering sekali aku ketinggalan informasi penting dari teman-teman. Aneh, kalau main Asphalt 8: Airborne malah lancar-lancar aja.

Aku sadar sih aplikasi di store amat terbatas dibandingkan android so gak begitu masalah ketika macam-macam aplikasi kekinian tidak tersedia di store, tapi aku gak nyangka aja WhatsApp sampai gak bisa dibuka. Fyyuuuh. . .itu mah parah banget. I think we are over. Sudah tidak sesuai dengan zaman, aku terpaksa putus dengan Nokia Lumia 730. Padahal, aku masih cinta sama designnya.

Camera mengecewakan

Berdasarkan iklan, Nokia memberikan title Lumia “selfie” (selfie phone) pada Lumia 730. Jadi, aku memiliki ekspektasi tinggi terhadap kamera bawaannya, apalagi kamera depan. Ternyata, ini pun mengecewakan. Kamera belakang (8MP) masih mending, tapi kamera depannya (5MP) enggak banget dengan judul yang diusung. Saat live view wajah kita terlihat rapih, bersih putih, dan bercahaya. Setelah take dan berhasil disimpan, foto berubah menjadi kemerahan dan banyak bayangan. Apalagi berfoto di dalam ruangan, tak bisa diharapkan. 
hasil kamera depan outdoor
 
hasil kamera belakang outdoor
Keluaran suara dari speakernya pun kecil ketika mengambil rekaman video dan suara. Ini penting loh. Mahasiswa terkadang mendapatkan tugas wawancara dan mengirimkan bukti video di lapangan. Kalau sampai suara gak jelas kan repot. Berbanding terbalik, untuk suara MP3 dari semisal lagu-lagu gitu dari spotify atau aplikasi lain, suaranya lumayan kenceng dan bagus. Pokoknya suara dari hasil rekaman kita aja yang kecil.

Segitu aja sih hal-hal terparah yang pernah aku alami bersama Nokia Lumia 730. Kenangan indahnya tentu banyak juga, seperti menyimpan riwayat percakapan dan foto sama gebetan,… eh enggak deh hahaha. Seberapa pun menyebalkannya smartphone ini, dia adalah hp yang pernah aku pilih. Aku wajib berterima kasih karena telah menemani kehidupan berkomunikasiku selama hampir 4 tahun dengan susah payah. 

Tulisan ini bukan murni review sebuah gadget. Sebatas curhat saja sih. Kadang aku bertanya-tanya, brand sekelas Nokia kok bisa fail abis dalam membuat suatu produk. Mereka pernah menjadi raksasa ponsel dan sudah bukan pemain abal-abal di dunia gadget. Utamanya adalah masalah jaringan yang aku pertama kali sebutkan di atas. Fungsi utama sebuah ponsel terkadang hilang begitu saja sehingga membuat status "smartphone" pada Nokia Lumia 730  patut dipertanyakan! "smartphone? telepon sms aja gak bisa cuy..."

Apapun keluhannya, masa kejayaan mereka sudah habis. Saat ini, tentu Nokia Lumia 730 juga sudah tidak diproduksi dan discontinued. Adapun ponsel Nokia lainnya "dipaksa" untuk menghamba pada android, sehingga label, rasa dan citra Lumia ataupun Windows phone hilang. I think Windows phones are totally over. 2018 ini sudah bukan zamanmu, maka aku cukupkan hubungan kita sampai di sini :’) 
Nanti aku tuliskan smartphone pengganti Nokia Lumia 730 di tulisan selanjutnya. . . See you!

Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkomentar. Tidak ada link hidup di dalam kolom, ya. Tulis alamat blog di URL/Name, bukan url artikel. Keep blogging, keep writing! :D