Personal and Lifestyle Blog by Rahma

Proses Penandatanganan Kontrak Beasiswa Unggulan

Tuesday, June 12, 2018
beasiswa unggulan

Tulisan ini adalah kelanjutan cerita dari postingan sebelumnya mengenai "Pengalaman Mengajukan Beasiswa Unggulan". Bersamaan dengan hasil pengumuman kelulusan kemarin, diberitahukan pula bahwa para penerima wajib hadir pada acara penandatanganan kontrak beasiswa tanggal 7 Juni 2018 di Hotel Kartika Chandra, Jakarta. Adapun hal-hal yang harus dibawa yaitu:
  1. Surat pernyataan (asli) tidak sedang mendapatkan beasiswa serupa dari pihak lain
  2. Membawa 4 buah materai 6000
  3. Foto kopi buku tabungan 

Materai yang terpakai sebetulnya hanya dua saja. Sisanya adalah cadangan. Jangan lupa juga untuk membawa form surat pernyataan cadangan. Kejadiaan kemarin, salah satu teman lupa membawa surat pernyataan. Kalau ada cadangan kan bisa dibagi pada yang membutuhkan. Sayangnya aku tidak membawa form lebih :( maaf ya, Kang. Untung sih, proses tanda tangan kontrak ini lebih santai disbanding tahap seleksi kemarin. Jadi, ada waktu lumayan banyak bagi para calon penerima untuk melengkapi berkas.

Biaya yang ditanggung oleh Beasiswa Unggulan terdiri dari tiga komponen, yaitu biaya hidup, biaya SPP, dan biaya buku. Biaya tersebut akan dicairkan dalam tiga tahap setelah kita memenuhi laporan akademik (KHS) dan laporan dana (bukti pembayaran SPP semesteran). Untuk aku yang on-going, biaya itu dihitung per semester 3 hingga semester 4 saja. Nah, karena tadi prosesnya harus ada laporan dulu baru cair, kemungkinan besar biaya semester 3 nanti akan ditanggung oleh uang pribadi dulu. Panitia pun mengingatkan, "ketika biaya hidup cair, tolong jangan dihabiskan dulu..." maksudnya biaya hidup nanti bisa dipakai untuk menutupi uang SPP dulu apabila dana SPP belum cair dari pusat. 

Terkesan ribet, tetapi Beasiswa Unggulan memiliki kelebihan dimana penerima bisa mengajukan beasiswa lain yang tidak memiliki pembiayaan dengan tiga komponen tadi. Misalnya, kita bisa mengajukan beasiswa untuk short course/conference di luar negeri atau beasiswa penelitian. Pokoknya beasiswa lain tidak membiayai SPP, biaya hidup dan biaya buku untuk perkuliahan S2 kita sekarang.


Secara keseluruhan, terdapat tiga rangkaian acara. (1) mengisi absensi dan melihat daftar nomor meja (2) pengarahan dan penjelasan mengenai isi kontrak oleh panitia (3) penandatanganan kontrak

Acara dimulai pukul 8 hingga pukul 15.00. Seperti biasa, lebih baik datang lebih awal. Pukul 7 cukup. Pertama, kita harus mengisi daftar hadir. Kedua, melihat nomor meja di papan pengumuman. Baru pukul 8 dimulai acara pengarahan mengenai isi kontrak yang akan ditandatangani. Menurutku acara ini penting, agar kita tinggal tanda-tangan saja nanti hehe Biar cepat.

Oke saatnya aku bercerita dari awal keberangkatan hingga akhirnya bisa pulang dengan selamat hehehe. . .

Aku berangkat berdua dengan teman dari Bandung. Rencana awal, kami hendak pergi sehari sebelum acara dan menginap, tapi ternyata ada travel Xtrans yang shuttlenya tepat berada di kavling Hotel Kartika Chandra, tempat acara berlangsung. Kami putuskan untuk berangkat subuh saja dengan mengambil keberangkatan pukul 3.45. Sayang, travelnya delay dan baru berangkat pukul 4.27. Aku sarankan sih, lebih baik ambil jadwal yang lebih subuh lagi karena you know Jakarta itu macet. Jam 8, kendaraan udah ada di jalan pinggir hotel kok. Ya itu lah, kita perlu balik arah dan itu gak segampang balikan sama mantan :p macetos. . .

Kami tiba pukul 8.30 di tempat dan proses pengarahan sudah dimulai. Ibu panitianya langsung menyuruh masuk untuk pengarahan, "ikut pengarahan dulu aja yuk, penting. Nanti nulis absensinya belakangan." Kita masuk dan untungnya masih kebagian penjelasan penting mengenai pasal-pasal dalam kontrak. Pengarah tidak berlangsung begitu lama hanya sekitar 1 jam dan sekitar 15 menit tanya jawab. Selanjutnya proses tanda tangan kontrak.

Jika sudah tahu nomor meja, tinggal ikut antrian saja. Panitia akan memberikan amplop yang berisi kontrak sebanyak 2 rangkap dan form verifikasi. Nah, kontrak itu harus dibaca teliti dan diparaf (di ujung kanan bawah) tiap lembarnya untuk menandakan bahwa kita telah membaca tiap lembar kontrak itu. Kontrak berisi sekitar 11 pasal yang isinya berupa peraturan/ketentuan untuk proses pencairan dana, pemberhentian dana, sanksi dan denda, serta jumlah dana beasiswa yang akan diterima. Kita diperbolehkan untuk mendokumentasikan secara digital alias memotret kontraknya. Setelah dibaca, proses penempelan materai dan tanda tangan dilakukan di depan panitia.

Proses antrian terhitung cepat. Temanku gak sampai 30 menit mengantri sudah beres. Yang lambat itu adalah mereka yang gak ikut pengarahan tadi. Jadi, baca kontrak lagi tiap lembarnya. Kalau memang masih perlu membaca kontrak dan mendokumentasikan jangan dulu berhadapan dengan panitia. Persilahkan saja orang lain yang sudah siap menandatangani kontrak. Ketika mengantri artinya kan kita sedang membuat orang lain menunggu dan menunggu itu adalah kegiatan yang luar biasa memeras emosi. Setidaknya kalau urusan sudah selesai segera mempersilahkan orang lain maju. Well, seberapa menyebalkannya antrian, semuanya kalah dengan kabar dana beasiswa yang akan diterima hehehehe. . . sumringah banget pas beres tanda tangan.

Setelah selesai aku balik lagi ke travel tadi untuk beli tiket pulang pukul 11.45 dan ternyata kehabisan tiket. Baru ada jadwal kosong lagi pukul 19.30. Akhirnya aku cari travel lain ke Bandung yang masih dekat dari lokasi acara. Lumayan banyak sih travel Jakarta-Bandung kalau lihat di google. Jadi gak begitu khawatir. Yang jadi masalah adalah aku gak tahu cara pergi ke tempat travelnya :( posisi sendirian karena temenku udah pergi ke bandara, langsung pulang kampung. Gak tega kalau dia harus terlambat naik pesawat, jadi aku persilahkan dia berangkat duluan.

Serem ya, anak rumahan sendirian di Jakarta. Gak tahu harus pakai angkutan apa di sana. Nama tempatnya aja aku gak tahu. Ndeso :p Apa lah diriku yang kalau ke Jakarta hanya untuk study tour aja wkwkwk untung deh ada angkutan online. Sangat membantu. Terima kasih gojek hehehe kok ngiklan ya... :D

Akhir cerita, proses tanda tangan kontrak Beasiswa Unggulan telah aku lewati dan selanjutnya tinggal mengirimkan laporan akademik dan pertanggungjawaban dana untuk kepentingan pencairan beasiswa. Mudah-mudahan dengan beasiswa ini aku lebih giat belajar dan lulus tepat waktu, kalau bisa sih lulus lebih cepat dari biasanya hehehe. . .

Terima kasih . . .
Semangat dan sukses ya. . .


baca juga: 





last updated 19/06/2018
3 comments on "Proses Penandatanganan Kontrak Beasiswa Unggulan "
  1. Aaahhh jadi pengen sekolah lagi, *pura-pura gak liat tanggal lahir di ktp ����

    Btw selamat ya mba, semoga nanti ilmunya berkah. Aamiin...

    ReplyDelete
  2. saya menanti komponen biaya apa saja yang ada dari beasiswa ini.. :)
    terus, apakah bisa jalur yang non linier menerima beasiswa macam ini? misalnya dari teknik ke MM..

    ReplyDelete
    Replies
    1. komponen yang dicover adalah biaya hidup, biaya SPP, dan biaya buku. Terima kasih sudah berkomentar. Nanti aku lengkapi tulisannya :)

      Delete

Terima kasih sudah berkomentar. Tidak ada link hidup di dalam kolom, ya. Tulis alamat blog di URL/Name, bukan url artikel. Keep blogging, keep writing! :D