Personal and Lifestyle Blog by Rahma

Benarkah Pelayanan Gokana Garut Jelek?

Monday, August 27, 2018
review gokana garut
curry ramen with katsu Gokana

Akhirnya, Gokana hadir di Garut, berlokasi di Mall Ramayana, jl. Guntur no. 18, Paminggir, Garut, Jawa Barat. Sedikit demi sedikit tempat makan yang hanya bisa dinikmati di kota sebelah bermunculan di kota Garut. Masih ingat, betapa waktu dulu aku amat sangat senang ketika mencicipi Pizza Hut untuk pertama kalinya. Biasanya kan cuma bisa lihat di tv aja. Trus, sekarang pun ada bioskop! Penantian yang amat panjang, guys. Respon masyarakat sangat baik. Udah kaya orang kehausan-kelaparan gitu, apapun disambar. Tiap kali ada film tayang, pasti tiket habis! Sayangnya, untuk Gokana beberapa orang memberikan komentar yang sangat jelek di Google Review.

Salah satu rujukan ulasan termudah yang bisa didapatkan adalah Google Review (GR). Betapa kagetnya, Gokana Garut hanya mendapatkan bintang 3.1/5. Jelek banget sih menurutku. Well, sudah beberapa kali ke Gokana Bandung dan Jatos. Meskipun rasa ramennya kurang pas di lidahku yang terbiasa menikmati gurih kuah bakso, aku gak akan sampe ngasih bintang 1 karena tempatnya nyaman dan mungkin aja rasa ramennya lebih ke rasa ramen asli Jepang. Jadi, bukan ramennya gak enak, tapi kitanya aja yang gak biasa.

Aku baca komentar para netijen di GR. Ada 3 komentar dengan keluhan yang sama, yaitu mengeluhkan pelayanan. Pertama, kasir kurang ramah dengan tidak mengucapkan "terima kasih" pada pelanggan. Kedua, pelayan tidak memberikan menu dan mengabaikan panggilan pelanggan. Ketiga, proses penyajian memerlukan waktu yang lama.

Wow, efek dari pelayanan jelek memang mengerikan untuk sebuah usaha makanan. Ini membuat aku agak ragu untuk makan. Siapa sih yang pingin dijutekin? tapi akhirnya aku datang juga. Penasaran banget. Lumayan juga, pengalaman makan di sana bisa dijadikan review hehehe

pelayanan gokana garut






















Kenyaman dan Kebersihan Tempat 

Barangkali masalah tempat dan kebersihan di Gokana sudah terjaga dengan baik. Ukuran tempat kurang lebih sama dengan Gokana Ciwalk. Tidak sempit, juga tidak luas. Pas. Tempat duduk semuanya berupa kursi normal berkaki empat, tentunya dengan tema ala Jepang. Ruangan dibagi dua, ada ruangan indoor dan outdoor. Nothing special.

Pelayanan

Ini yang menjadi fokus utama. Aku berkunjung tanggal 24 Agustus jam 11.45an. Ada sedikit pengalaman yang berbeda dengan komentar-komentar di GR tadi. Mungkin saja ada pertukaran pegawai atau gimana, pokoknya banyak faktor dalam pelayanan.

Pelayan di pintu masuk harus sigap. Biasanya kan ada pegawai yang berdiri di pintu masuk untuk menyambut pelanggan. Nah, sebelum-sebelumnya di Gokana Ciwalk, dari kejauhan aja pegawai ini udah melihat gerak-gerik calon pelanggan. Memperhatikan kemana arah orang-orang pergi. Jadi, begitu arah langkahku mengarah ke Gokana, pegawai langsung memberikan isyarat selamat datang gitu walaupun jarak masih agak jauh loh.

Sementara itu, pegawai Gokana Garut ini agak kurang fokus, malah menoleh ke belakang ntah ngelihatin apa ketika langkahku mengarah ke Gokana. Alhasil, begitu aku melangkah masuk ke tempat makan, gak ada sambutan. Dia baru ngeh ada pelanggan pas aku udah pegang kursi, memilih tempat duduk, baru deh dia mengucapkan "selamat datang bla bla bla" dan menawarkan bantuan memilih tempat duduk. Telat sih menurutku. Untungnya, pegawai ramah. Begitu duduk dia langsung menawarkan menu dan bantuan. Jadi, gak terlalu bermasalah.

Pelayanan kasir baik, ramah dan mengucapkan terima kasih seperti pegawai di depan pintu. Yang aku kurang suka hanya pelayan yang mencatat pesanan. Beberapa kali dia memutarkan bola mata yang memberikan kesan kurang baik.


Ntah itu kebiasaan dia atau gimana, tiap aku tanya atau minta konfirmasi dia muter mata dulu, like "apa sih pesenannya ribet banget...". Bisa juga kerena lelah sih. Lagi pula itu hari Jumat. Well, kalau si pegawainya muslim mungkin dia agak gak enak ninggalin ibadah Jumat kali ya, jadi moodnya jelek, tapi sepertinya sih kebiasaan memutar mata itu kebiasaan dia deh. Terserah lah, yang jelas itu yang aku alami.

So far, gak ada masalah berarti dalam masalah pelayanan ini. Makanan juga lumayan cepat datangnya dan untuk masalah kecepatan sih sangat amat tergantung pada keramaian pengunjung.

Menu

Khas Gokana nih, mereka menyediakan bermacam-macam sajian ramen dan teppan. Yang aku ingat cuma beberapa ramennya aja belum pernah mencoba teppan karena kurang tertarik. Lebih senang dengan kuah-kuahan. Di "area" ramen, yang aku ingat ada hot ramen, miso, soyu, curry segitu aja. Ada yang lain-lain lagi kok, tapi aku gak ingat ๐Ÿ˜“ searching aja ya, ada kok di google. Aku cuma mau ngasih review ramen yang pernah aku coba aja, hot ramen dan curry.

FYI, hot ramen aku nikmati di Gokana Ciwalk sih. Walaupun beda tempat, aku pikir rasa dan harga di Gokana kan standar. Pasti sama lah ya. Nah, di Gokana Garut aku ambil menu curry ramen plus lemmonade.

Dilihat dari tampilan di menu, hot ramen menggambarkan kepedasan yang lebih tinggi dibandingkan ramen jenis lain, terlihat dari gambar cabe-cabe dan api di ilustrasinya. Kalau cuma panas mah, ramen yang lain juga panas kan, masa disajikan dingin-dingin. Sepedas apa sih? Waktu itu aku gak mau ambil resiko, takut sakit, jadi cuma ambil kepedasan level 1 dan pedasnya gak terasa ๐Ÿ˜… aku bandingkan dengan ramen Gorilla Garut. Tanpa embel-embel "hot", Gorilla memiliki kepedasan yang lebih tinggi dengan level pedas yang sama. Rasa dari hot ramen pun hambar. As I said before, lidah ini sudah terbiasa dengan kuah-kuah gurih abang tukang bakso. Ramen Jepang asli gak akan kena di lidah.

Setelah mengetahui kehambaran hot ramen, waktu berkunjung ke Gokana Garut aku langsung menjauhi jenis ramen itu. Trus aku pilih curry ramen, biasa dikenal dengan kare ramen, ditambah katsu. Penampakannya ada di foto header ya. Di setiap tempat ramen yang aku kunjungi, kare memiliki rasa paling gurih. Setelah dicoba, curry ramen Gokanan memang memiliki rasa jauh lebih baik daripada hot ramen walaupun rasa gurihnya masih di bawah "standar" sih. Masih gurihan kuah bakso deh... ya Allah Rahma, bakso lagi bakso lagi. Udah jelas beda masih aja dibandingin ๐Ÿ˜‘

Sambelnya aneh loh. Kan aku minta pisah aja pedesnya biar bisa menentukan kepedasan sendiri. Aku dikasih secawan kecil berisi sambel pedas. Satu sendok pertama. . . gak pedes. . . dua sendok. . . masih gak pedes. . . tiga, empat, sampai akhirnya aku pakai semuanya, dan masih kurang. Trus aku tambah lagi dari sambelnya punya temen hahaha masih kurang pedes juga. 

Temenku langsung mengingatkan, "jangan banyak-banyak nanti sakit...". Akhirnya aku sadar, betapa pun lidah bisa menahan panasnya cabe, perut akan selalu jujur dengan apa yang dimakan. Gak bisa kompromi. Benar saja, pas di tempat makan gak terasa apa-apa, eh pas jalan ke parkiran ulu hati mulai sakit ๐Ÿ˜…untung tidak berlanjut parah. Esok harinya pun gak mules-mules.

Rasa pedas memang relatif sih. Buat pecinta pedas kayak aku, pedes sambel satu cawan penuh terasa kurang. Sebaliknya buat temenku yang gak suka pedes, sambel 1/4 sendok aja udah pedes banget. Well, hati-hati saja ya. Kalau gak mau kepedesan mending minta sambelnya dipisah.

Harga dari curry ramen Gokana adalah jreng jreng jreng Rp35.454, belum termasuk PPN 10%. kalau ditambah pajak kira-kira 39ribuan. Mahal ya buat anak sekolahan mah. Dengan harga segitu, porsi yang didapat lumayan banyak buat orang kecil kayak aku dan katsunya bener-bener daging. Mungkin selain tempat dan "MERK", kualitas bahan membuat harganya gak mau menurunkan diri. Di Garut mah atuh apa, murmer semua ๐Ÿ˜‚kalau aku bandingkan dengan tempat ramen biasa di sekitar Garut, jelas udah beda kelas dan target sama Gokana deh. . . 

Overall, rata-rata harga ramen di sana Rp35.000,- dan minumannya sekitar Rp15.000,- lebih. Duit 50ribu gak cukup buat satu orang, kecuali kalau beli ramen aja cukup lah. Jadi, Gokana not recommended buat pelajar kere kayak aku hahaha apalagi kalau maksud traktir banyak orang.

Selamat mencoba. . .

Post Comment
Post a Comment

Sebelum berkomentar centang dulu kotak "notify me/beri tahu saya" agar kamu mendapatkan notifikasi ketika aku membalas. Tulis alamat blog di URL/Name, bukan url artikel :D