Personal and Lifestyle Blog by Rahma

Tomb Raider (2018): Film Petualangan yang Gak Bikin Deg-Degan

Thursday, August 23, 2018
summary tomb raider 2018

Tomb Raider tayang pada bulan Maret 2018. Sudah hampir 4 bulan berlalu, sepertinya boleh dong aku tulis cerita yang agak lengkap di sini. Buat yang gak suka spoiler, aku sudah tuliskan di atas unsur "spoiler". So you can just stop reading this post. Bukan cuma sekedar cerita yang aku tulis di sini. As always, aku senang sekali menuliskan "kejanggalan" cerita hahaha memang semua film itu fiksi atau fantasi yang di luar dari logika, but I always want to ask "why/why not", saking greget sih.

Tomb Raider merupakan sebuah film lama. Waktu kecil, aku sering melihat poster dan memainkan gamenya. Dulu yang main Angelina Jolie, mbak-mbak yang super cantik. Kakaku sampai pasang wajah mbak Jolie di map kuliahnya :D Aku yakin ketika mendengar Tomb Raider pun orang-orang ‘90an akan langsung ingat mbak Jolie deh. Bahkan pada awal tayang, Tomb Raider (2018) benar-benar ‘dihantui’ oleh sosok karakter Lara Croft versi Angelina Jolie. 

Beruntung, aku sama sekali belum pernah menonton film Tomb Rider lawas. Gak ada hantu mbak Jolie dipikiranku ketika menonton. Resikonya, aku gak bisa membandingkan Lara Croft versi mbak Jolie sama Lara Croft versi Alicia Vikander yang sekarang. Well, I must say I don't care. Aku selalu fokus ke akting, karakter serta kepaduan-keselarasan cerita. Tidak memperdulikan siapa yang main.

Summary 

Lara Croft adalah anak tunggal dari seorang ilmuwan kaya raya bernama Lord Richard yang telah menghilang selama 7 tahun dalam ekspedisi menemukan Ratu Kematian Jepang, Himiko. Di awal cerita, Lara dibujuk untuk menandatangani surat pernyataan kematian ayahnya. Ia menolak dan lebih memilih untuk mencari ayahnya yang hilang di pulau misterius dekat pesisir Jepang. Dengan mengikuti catatan penelitian ayahnya, dia berangkat menuju sebuah pulau misterius ditemani oleh seorang kapten kapal, Lu, yang juga kehilangan ayahnya dalam ekspedisi yang sama. Perjalanan menuju pulau itu tidak mudah sehingga mereka tidak berlabuh di pulau melainkan terdampar! Lara sangat terkejut ketika sadar di pulau. Pulau terpencil dan misterius yang ia bayangkan adalah sebuah pulau tak berpenghuni, nyatanya banyak orang-orang di pulau tersebut. Apa yang sebenarnya mereka lakukan di sana? Dan apa yang terjadi pada ayah Lara di pulau itu? 

Brief Rating per Agustus 2018

Rating google users: 
88% suka dengan film ini, Vikander mampu menyingkirkan "hantu" Angelina Jolie. 

IMDB: 6.4/10 
Ceritanya masih terbilang biasa saja untuk ukuran film fantasy/adventure. 

Hal yang Membuat Cerita Datar

1. Lara Croft punya kekuatan super?

Ini yang aku heran-heran. Ketika terdampar di pulau, Lara ditahan oleh Vogel, mantan teman ekspedisi Richard yang terobsesi menemukan makam Himiko. Para nelayan yang tersesat dan terdampar di pulau seperti Lara dijadikan budaknya untuk mencari makam. Jika budak sudah tua atau sakit hingga tak berguna, Vogel tidak segan menembak kepalanya dalam sekejap. Mengetahui kejahatan dan obsesi Vogel, Lara mencoba kabur dengan bantuan dari Lu. Para anak buah Vogel lantas menghujaninya dengan tembakan senjata api, tapi SEMUAnya meleset! 

Biasa sih ya. Di film, tokoh utama selalu susah untuk ditembak. Hanya saja ini terlalu tidak adil. Tembakan tokoh antagonis selalu meleset walaupun jarak dengan Lara agak dekat sedangakan Lu selalu bisa mengenai target walaupun jarak dari target cukup jauh. 

Setelah terbebas dari hujan peluru, Lara terjun ke sungai dan bertahan di sebuah rongsokan pesawat agar tidak jatuh ke air terjun. Kemudian dia mengambil parasut di dalam pesawat untuk terjun menyelamatkan diri ke daratan yang mengakibatkan perutnya terluka, tertusuk puing pesawat yang juga ikut jatuh. Dia lantas mencabut puing itu dari perutnya. 

Ajaib! Lara tidak kehilangan darah banyak. Malah pas malam harinya dia masih bisa memenangkan pertarungan melawan anak buah Vogel. Well, di awal film memang diceritakan Lara suka bermain bela diri gitu, jadi dia kuat, tapi kan ya terlalu jauh dari logika. Luka di perut yang cukup dalam itu seharusnya sudah bisa mematikan stamina, tetapi yang ku lihat staminanya tidak menurun sama sekali. So, aku mulai berfikir apakah Lara sebenarnya memiliki kekuatan super? Lara terlalu over power di sini. 

2. Anak panah Lara tidak pernah meleset dan tidak habis

Setelah bergelut dengan anak buah Vogel dia bertemu dengan Richard (ayah Lara) yang tidak terurus dan hampir gila, bersembunyi di sebuah gua di tebing yang curam. Mereka mengobrol dan mencurahkan kerinduan bersama. Namun, keesokan harinya mereka berselisih. Lara ingin menyelamatkan Lu dan membawa pergi ayahnya keluar pulau dengan meminta bantuan lewat alat komunikasi Vogel, sedangkan Richard ingin tetap bersembunyi dan tetap dianggap mati agar kode makam Himiko selamanya menjadi rahasia. Lara bersikeras dan pergi menyelamatkan Lu sendirian dengan membawa panah ayahnya. 

Aku gak sempat menghitung berapa anak panah yang dibawah. Yang jelas sedikit sekali. Aku juga bertanya-tanya dari mana panah itu berasal. Terlihat terlalu bagus dan rapih jika Richard membuatnya sendiri. 

Singkat cerita, Lara menyelinap dan melakukan kontak dengan Vogel beserta anak buahnya. Satu per satu anak panah terlepas, tapi di akhir pertempuran anak panah masih sama seperti yang aku lihat di awal 😊 keren! Yang lebih kerennya adalah tidak ada anak panah yang tersiakan. Semuanya mengenai sasaran, sedangkan tokoh antagonis lagi-lagi meleset. 

Yups, senjata api tidak berguna jika kamu bukan seorang tokoh utama. Bahkan Lu yang hanya seorang anak kapten kapal bisa menggunakan senjata api jauh lebih baik dari pada anak buah Vogel yang kekar seperti preman. Sebelumnya Lu dikenalkan lewat cerita sebagai seorang pemabuk dan selalu membawa senjata api. Akan tetapi, tidak terlihat sikap disiplin ataupun karakter terampil dalam bersenjata di dalam diri Lu. Jadi, aku terheran saja ketika Lu bisa menggunakan senjata api dengan sangat baik. 

3. Tidak dijelaskan proses Lara memecahkan kode makam Himiko

Tidak tinggal diam, Richard menyusul Lara. Sayangnya ia tertangkap oleh Vogel, “buka makamnya atau mati”. Richard menolak membuka makam dan siap mati, tapi Lara tidak mau ayahnya pergi lagi dan membukakan makam Himiko dengan memutar beberapa pilah di pintu makam. Dia bisa memcahkan kode pintu makam lewat replika rubik milik ayahnya yang tersimpan di folder kerja. Selama perjalanan menuju pulau, Lara terlihat memainkan replika itu dan berhasil memecahkannya. Sayangnya, penonton tidak diberitahukan detail dari kode itu dan bagaimana Lara bisa memecahkannya. Hanya diperlihatkan Lara sedang memutar-mutar replika saja. Padahal aku berharap ada teka-teki di bagian itu seperti ketika Lara memecahkan pesan surat wasiat ayahnya di awal cerita. 

Inti dari adegan petualangan hadir saat mereka menyusuri makam Himiko. Makam itu dibuat dengan berbagai jebakan agar orang-orang tidak bisa masuk. Harusnya sih jebakan-jebakan maut di sana membuat deg-degan, tapi aku tidak merasakannya karena sudah dipastikan Lara akan selamat dari semua jebakan. Bagaimana aku bisa tahu? Dari ketidakseimbangan tadi, dimana tokoh utama selalu selamat. 

4. Penyakit Himiko yang tidak jelas

Mereka berhasil menemukan mayat Himiko. Sepengetahuan mereka, Himiko adalah penyihir jahat yang bisa mematikan orang-orang dengan sentuhan tangan saja. Masyarakat kemudian mengubur Himiko hidup-hidup untuk mematikan sihir kematiannya. Namun, dari lukisan pada makam, Lara menemukan bahwa Himiko bukanlah penyihir, melainkan seseorang yang kebal terhadap penyakit yang mematikan. Dia dengan senang hati mengurung dirinya sendiri di makam ini agar orang-orang tidak tertular penyakit mematikan itu. 

Lara memperingatkan untuk tidak menyentuh mayat Himiko karena kemungkinan masih berpenyakit. Namun, dua anak buah Vogel menghiraukan dan menyentuh mayat Himiko untuk proses pemindahan. Dalam hitungan detik salah satunya terinfeksi penyakit Himiko dan berubah menjadi zombie, tapi satu anak buah lainnya masih normal dan malah meninggal terkena peluru dari senapan si zombie. Anehnya, anak buah yang meninggal itu bisa bangkit lagi menjadi zombie dan menyerang Richard hingga terluka di tangan. Okay, berarti ada jeda dalam proses infeksi pada orang kedua. 

Mengetahui dia terluka oleh zombie, Richard mengikatkan kain di dekat luka itu agar penyakitnya tidak menjalar dengan cepat. Usaha itu berhasil, Richard tidak berubah menjadi zombie dalam hitungan detik. 

Nah, si penyakit ini tidak konsisten. Dia menyebarnya lewat kulitkah atau darah? Di awal kan di ceritakan, berdasarkan legenda, Himiko bisa mematikan orang-orang dengan sentuhan saja. Besar kemungkinan penyakit ini menyebar lewat kulit sehingga usaha Richard seharusnya sia-sia dan seharusnya dia berubah menjadi zombie dalam sekejap. Perbedaan jeda proses infeksi juga aneh. Kenapa orang kedua tidak langsung berubah menjadi zombie seperti orang pertama? Intinya gak ngerti sama penyakit ini. Dibilang penyakit juga gak masuk akal, dibilang sihir juga kata si Lara ini bukan sihir. 

5. Lara ingin menyelamatkan ayahnya atau membunuhnya sih?

Pertama, di dalam surat wasiat dengan jelas Richard menyuruh Lara untuk membakar dan menghapus semua file ekspedisi Himiko, tapi Lara tidak melakukannya. Kedua, Richard menyuruh Lara untuk tidak pergi ke camp Vogel agar makam tidak terbuka, tapi Lara keras kepala dan pergi yang mengakibatkan Richard tertangkap. Ketiga, Richard menyuruhnya untuk tidak membuka makam dan membiarkan dia mati, lagi-lagi Lara tidak patuh dan membuka makam dengan harapan ayahnya bisa hidup (yang ini aku bisa mengerti). Namun, karena Richard masuk ke makam, dia terinfeksi penyakit Himiko dan mengorbankan diri untuk meledakan makam. Dengan keberanian dan ketidakpatuhan Lara, Richard akhirnya benar-benar dinyatakan meninggal. 

Ini anak mau menyelamatkan tapi ujung-ujungnya secara tidak sengaja dan tidak langsung membunuh bapaknya sendiri. Jijik deh sama karakter keras kepala yang menyebabkan orang lain menderita. 

6. Proses evakuasi yang terlalu mudah

Pernah mendengar proses evakuasi anak-anak yang terjebak di gua di Thailand? Mereka menghabiskan lebih dari satu minggu untuk menyelamatkan para korban. Lara hanya butuh hitugan menit saja guys! Setelah Richard meledakan makam Himiko, otomatis gua juga ikut runtuh. Hebatnya, Lara bisa keluar dari reruntuhan gua hidup-hidup tanpa lecet dalam waktu yang singkat! 

No makes sense, but it is a movie… please enjoy it 😊 

Last Thought

To be honest, alur ini terlalu cepat. Mungkin ceritanya terlalu melar untuk menampilkan adegan “lari-larian”. Jadi hal-hal yang seharusnya ditampilkan secara detail tidak punya waktu yang banyak untuk dikisahkan. Terutama, bagian teka-teki membuka makam Himiko itu yang menurutku sayang untuk dilewatkan. 

Banyak adegan lari-larian dan loncat sana sini adalah salah satu ciri film adventure dan Tomb Raider setidaknya sudah memenuhi ciri utama itu. Akan tetapi deg-degannya kurang dapat. Adegan-adegan petualangan yang memacu adrenalin tidak begitu mendebarkan. Ketika Lara jatuh ke sungai dan mencoba untuk menyelamatkan diri di puing-puing rongsokan pesawat kurang terasa menegangkan. Apakah mungkin karena terlalu terlihat “efek komputer”-nya? 

Tampilan wajah Lara yang tidak berubah juga tidak membuat aku ‘depresi’. Maksudku, setelah melewati berbagai rintangan Lara masih terlihat fresh dan bugar. Ditambah lecet gimana kek di bagian muka. Masa flawless terus, padahal dia gak cuci muka loh. Emang sih ya makeup itu susah. Jadi gak apa-apa lah. Yang satu itu gak terlalu penting. 

Mungkin yang aku tekankan di sini, film ini kurang memunculkan adegan “depresi”. Apalagi Lara kan udah terluka di bagian perut, seharusnya dia gak terlalu lincah pas lari-larian dan loncat-loncatan di gua itu. Inginnya sih, ada satu adegan dimana Lara tidak ada jalan keluar dan berfikir keras untuk memecahkan masalah. 

Kalian sudah menonton? Yuk share cerita kalian di kolom komentar. . .
Post Comment
Post a Comment

Sebelum berkomentar centang dulu kotak "notify me/beri tahu saya" agar kamu mendapatkan notifikasi ketika aku membalas. Tulis alamat blog di URL/Name, bukan url artikel :D