Personal and Lifestyle Blog by Rahma

The Meg: Menegangkan, tapi Membingungkan

Wednesday, August 15, 2018

kesan kesan film the Meg

Akhir pekan kemarin aku habiskan untuk menonton sekaligus bersilaturahmi dengan teman baru, yang gak lain adalah istri dari teman baikku. Setelah proses “seleksi” yang panjang, kami putuskan untuk menonton The Meg. Meg ini bukan nama orang ya, melainkan nama sejenis hiu purba yaitu Megalodon. Dari sana udah ketebak lah ya. Pasti ada yang menyelam, trus diteror sama hiu.

Aku lantas lihat review di mbah google. Rata-rata The Meg dapat rating yang kurang baik, rata-rata 6/10 bahkan kurang. Well, selera orang beda-beda kan. Lagipula, rating di Google hanya dijadikan sebagai referensi dasar. Memang berdasarkan pengalaman, film thriller tentang hiu ceritanya gitu-gitu aja. Mungkin, cerita yang mainstream inilah yang menyebabkan The Meg mendapatkan rating yang cukup rendah.

Summary

Diceritakan, ada sekelompok ilmuwan yang sedang melakukan proyek di tengah Samudra. Tujuan utama proyek tersebut adalah “menggali” kehidupan di tempat yang paling dalam di lautan. Nah, dasar laut yang mereka kira sebagai tempat paling dalam di dunia ternyata bukanlah yang terdalam. Maka, mereka mengutus tiga orang untuk mencari tahu kehidupan lain di bawah dasar laut. Setelah berhasil memasuki “dunia baru” itu, mereka bukan hanya menemukan hal-hal yang menakjubkan, tetapi juga hal-hal yang mengerikan. Sekelompok orang yang diutus ke tempat itu diserang oleh seekor makhluk kuat yang misterius. 

Hmmm gak usah sok-sok an ditutupi lah ya. Intinya mereka diserang oleh hiu purba dengan ukuran super besar. Akibat serangan itu mereka terjebak! Kemudian terjadilah proses penyelamatan yang sedikit menegangkan. Kok sedikit menegangkan? Karena adegan-adegan yang bikin jantung copot itu terjadi setelah proses penyelamatan. Well, cerita lengkapnya silahkan nonton ya 😊 

Menegangkan tapi Membingungkan. . .

Aku hanya ingin menuliskan beberapa hal yang “mencengangkan” dari The Meg. Ada beberapa hal yang membuatku bertanya-tanya hingga aku agak ilfeel dan kurang menyukai cerita film ini. 

1. Kematian Toshi 

Kematian Toshi di awal cerita merupakan suatu pembukan yang bagus. Akan tetapi, cara dia mati terlalu konyol. Toshi adalah salah satu dari tiga orang yang dikirim untuk ekspedisi bawah laut. Dia mengorbankan diri dengan menutup pintu kapal dari luar dan menjadi santapan serangan hiu untuk menyelamatkan teman-teman lainnya, padahal ada waktu yang cukup untuk menyelamatkan diri. You don’t have to die like that. 

Terlebih, pengenalan karakter Toshi sangat minim. Andaikan sebelumnya ada penggambaran bahwa Toshi adalah seorang pemberani dan memiliki rasa heroik tinggi, mungkin tindakan dia bisa aku terima. Yang aku lihat, Toshi adalah tokoh yang imut, lucu (sering bercanda dengan teman) dan memiliki pesimisme yang tinggi karena di saat teman-temanya berusaha memperbaiki kapal dia malah menulis surat wasiat untuk istrinya. Ketakutan dan pesimisme membuat pengorbanan menjadi terasa konyol. I failed to understand his character. 

2. Anak kecil bisa keliaran di sebuah proyek besar 

Diceritakan, proyek ekspedisi ini sangat mahal dan bertaraf international. Alat-alat selam dan perlengkapan penelitian dapat ditemukan dengan mudah di berbagai sudut, sehingga sangat jelas bukan tempat untuk bermain anak. Well, salah satu tokoh di sana, Suyin, memiliki seorang anak kecil yang sangat pandai. Si anak itu tinggal bersama Ibu dan kakeknya di kawasan proyek ini. Mungkinkah atas nama cinta Suyin membawa anak gadis semata wayangnya tinggal di sana? I don’t understand this kind of love. 

Cinta Suyin sangat besar pada anaknya, ditampilkan saat dia memeluk sedih anaknya ketika harus turun ke dasar laut menyelamatkan kru yang terjebak. Akan tetapi di beberapa adegan, si anak ditampilkan bermain-main sendirian di sebuah spot proyek yang sunyi tanpa pengawasan. 

Jika aku sangat mencintai anakku, aku akan selalu mengawasinya, terlebih jika berada di tempat berbahaya seperti proyek penelitian di tengah lautan. Walaupun anak itu pandai, kid is a kid dan jelas sekali a research site is not a place for a kid to play as her wish. Kemudian, jika aku adalah seorang ibu yang sangat mencintai anaknya, aku akan mengevakuasi anakku ke tempat yang lebih aman ketika terror hiu dimulai. Oh, maybe she doesn’t have any family member to look after her? Or they don’t have a home in mainland? I don’t know

3. Kematian ayah Suyin 

Ayah Suyin adalah salah seorang ilmuwan senior di proyek ini. Kematiannya menurutku kurang jelas. Singkat cerita, para ilmuwan dan staff proyek diserang seekor Meg di laut lepas. Kapalnya terguling dan orang-orang ‘berhamburan’. Nah, jelas ada yang terluka, salah satunya ayah Suyin. Yang aku bingung adalah entah bagian mana yang terluka hingga mengakibatkan kematian. Tidak diperlihatkan dengan jelas bagian yang terluka. Kepala? Dada? Or Did I miss something there? Saat diangkat ke boat, si ayah masih sadar dan kemungkinan untuk hidup tinggi, eh tiba-tiba di tengah perjalanan dia mengucapkan cerita perpisahan. Minta maaf ke anaknya panjang lebar dan setelah selesai ngomong as always, baru lah meninggal. 

4. Helikopter Pembawa Malapetaka 

Meg tidak bisa dihentikan. Dia terus berenang bebas dan mendekati teluk yang ramai pengunjung. Orang-orang yang sedang bermain di laut menyadari kehadiran hiu besar itu dan berlarian menuju pantai. Sinyal darurat pun dikeluarkan. Beruntung, sebelum Meg menerkam orang-orang, para ilmuwan yang memburu Meg berhasil memancing dia untuk menjauhi pantai dan mendekati kapal mereka. 

Ketika terjadi pertarungan antara Meg dan para tokoh utama (Jonas, Suyin dkk), tiba-tiba datang dua helikopter. Mungkin helikopter itu datang sebagai bala bantuan atas panggilan darurat dari pihak penjaga pantai or whatever lah, gak jelas. Yang lebih gak jelas, orang-orang di helicopter itu entah mau ngapain. Bawa senjata enggak, bawa medis juga enggak (Hmmm aku gak inget mereka bawa senjata deh). Kayaknya mau nonton aja sih ya, meliput gitu. Si pilotnya malah hilang fokus gara-gara asik nonton Meg yang saling berkejaran dengan Suyin dan Jonas. Alhasil, kedua helikopter bertabrakan dan jatuh ke kapal para ilmuwan tadi. Gak ada guna banget kan helikopter teh?! Gak ngelakuin apapun, tapi malah memperparah keadaan. I don’t find it thrilling. 

Ada hal lain juga yang bikin aku kurang suka sama film ini, semisal penggambaran hubungan Suyin dan Jonas. Suyin itu suka sama Jonas tapi rada gengsi dan lahirlah gerogi tiap kali ngobrol. Oia, aku paling gak suka adegan pas Suyin masuk ke kamar Jonas untuk minta maaf. Dia agak gerogi untuk minta maaf sama Jonas, agak malu-malu kucing gitu lah. Saking geroginya, selesai ketuk pintu lalu Jonas membukakan pintunya, Suyin langsung masuk begitu saja tanpa melihat Jonas, yang pada waktu itu sedang setengah telanjang (baru beres mandi cuy). Langsung jalan nunduk, masuk kamar sambil ngomong “sorry sorry” gitu. Eh begitu lihat Jonas yang telanjang dia kaget, like “OMG you’re naked”, trus malu. Trus tambah gerogi trus aku jijik,,, aku jijik mbak. 

Hmmm yah begitu lah… adegan-adegan yang kurang masuk akal dan karakter yang kurang “dalam” membuatku ilfeel dengan ceritanya. Ada juga sih beberapa adegan komedi ringan. Gak terlalu bikin ketawa, tapi lumayan lah ya, gak terlalu garing. 

Last thought

Baik, The Meg memang ditujukan untuk membuat penonton ketakutan dan mereka berhasil melakukannya. Temenku dan beberapa penonton beberapa kali berteriak karena kengerian hiunya, bahkan aku sampai menutup mata. Pokoke, hiunya menyeramkan syekali. Munculnya tiba-tiba gitu lagi. Namun, tetap, buatku kekuatan karakter dan cerita penting dalam sebuah film. Segala hal yang 'tidak masuk akal' mungkin bisa diselesaikan dengan kalimat, "yah namanya juga film. Bohongan." Akan tetapi, film yang baik memiliki konsistensi dalam hal cerita juga karakter tokoh agar penonton tetap berada pada 'track'-nya.

Well, kalau kamu gak terlalu mementingkan cerita ataupun tokoh secara detail dan hanya ingin merasakan aksi-aksi menegangkan, film ini tergolong baik.
6 comments on "The Meg: Menegangkan, tapi Membingungkan"
  1. kok aku jadi ikut gemes sama helikopter ya :"") sejak awal aku nggak tertarik nonton ini sih. Soalnya pasti cliche, begitu2 aja. Padahal aku suka Statham. Tapi pilihan filmnya dia kok lama2 mengecewakan :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ntah apa guna mereka di sana... Aku nanya2 sendiri pilot kok cerobohnya gitu-gitu amat.

      Delete
  2. Duh baca ini jadi males mo nonton Meg. Tapi film holiwud pun ttp ada absurdnya ya

    ReplyDelete
  3. Kemarin film ini heboh juga diomongin temen di twitter tapi setelah baca ini nggak mau nonton deh mba. Saya paling nggak suka film yang memacu jantung hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe justru poin bagusnya film ini ada di situ. Berhasil membuat saya merem ketakutan haha

      Delete
  4. aku mau nonton film ini maju mundur mbak wkwkwk sampe sekarang belum berani hahah

    ReplyDelete

Sebelum berkomentar centang dulu kotak "notify me/beri tahu saya" agar kamu mendapatkan notifikasi ketika aku membalas. Tulis alamat blog di URL/Name, bukan url artikel :D