Personal and Lifestyle Blog by Rahma

Daftar Beasiswa Pascasarjana dari Pemerintah Indonesia dan Luar Negeri

Wednesday, September 12, 2018
daftar beasiswa pascasarjana terpopuler


Banyak sekali pembaca yang menanyakan apakah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memberikan beasiswa pada mahasiswa S2nya. Menurutkku tidak. Adapun daftar beasiswa di halaman web UPI berasal dari luar kampus dan hanya sebatas kerjasama. Daftar beasiswa UPI bisa dilihat di link berikut: Beasisiwa UPI. Akan tetapi, di sana tidak ada informasi yang spesifik mengenai target penerima, apakah khusus S1 atau pascasarjana. 

Kemungkinan besar beasiswa yang terlampir di halaman web UPI ditujukan untuk mahasiswa S1. Walaupun demikian, kalian tidak perlu berputus asa karena ada beberapa beasiswa dalam/luar negeri untuk pascasarjana. Berikut daftarnya:

Beasiswa Pascasarjana Dalam Negeri


1. LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan)

LPDP merupakan salah satu beasiswa bergengsi dari pemerintah Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan. Kita bisa melamar untuk bersekolah di dalam/luar negeri asalkan perguruan tinggi (PT) yang kita tuju termasuk ke dalam daftar PT tujuan LPDP.

Jenis beasiswanya pun sangat banyak: Beasiswa reguler, disertasi, afirmasi,beasiswa unggulan dosen Indonesia, dan Co-funding. Pembiayaan beasiswa ini juga sangat lengkap, mulai dari biaya kuliah sampai biaya hidup. Katanya, awardee juga bisa mendapatkan pembiayaan untuk kegiatan seminar ke luar negeri loh! 

Sangat menggiurkan memang. Kita merasa tidak khawatir lagi dengan masalah keuangan dan bisa fokus untuk belajar saja. Maka dari itu, tidak heran jika pelamar beasiswa ini sangat tinggi dari tahun ke tahun dan selalu menjadi incaran nomor satu bagi calon mahasiswa S2/S3.

Kenapa aku tidak mendaftar LPDP? Karena dulu belum punya sertifikat TOEFL (resmi dari ETS) sebagai salah satu syarat pendaftaran. Aku sangat meremehkan TOEFL ini :( Nah, untuk kalian yang ingin melamar beasiswa, sertifikat TOEFL sangat penting dan disarankan untuk disiapkan beberapa bulan sebelum pendaftaran karena tes hanya diadakan satu bulan sekali. 

Kedua, aku terhambat batas pendaftaran. Sebelum tahun 2017, waktu aku masih S1, LPDP masih membuka beberapa gelombang pendaftaran. Sayangnya, ketika hendak mendaftar tahun itu, LPDP hanya membuka satu gelombang saja. Awalnya, akan menunggu tahun depan (2018), tetapi nampaknya orang tua ingin aku cepat kuliah, ya sudah . . .  😅

Enaknya LPDP, kita gak perlu punya LoA loh. Semisalnya kamu masih dalam tahap berencana untuk kuliah, masih bisa mengikuti beasiswa ini kok. Pesanku: Selalu stalking laman web LPDP, up-to-date perihal berita dan pengumuman di situs RESMI, persiapkan persyaratan jauh sebelum pembukaan pendaftaran agar tidak semrawut kaya aku dulu 😔

2. Beasiswa Unggulan

Beasiswa Unggulan juga berasal dari pemerintah Indonesia. Berbeda dengan LPDP, Beasiswa Unggulan dikelola oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Persyaratan utama yang perlu digaris bawahi adalah, selain TOEFL ITP Beasiswa Unggulan mengharuskan pelamar untuk memiliki LoA. Jadi, pelamar ini harus sudah diterima di universitas, statusnya bisa mahasiswa baru ataupun yang sedang berkuliah (on going).

Pembiayaan Beasiswa Unggulan mencangkup tiga area, yaitu biaya hidup, biaya kuliah (SPP), dan biaya buku. Penerima beasiswa nanti boleh kok mengajukan beasiswa dari sumber lain, asal bukan dari pemerintah (satu rekening tidak bisa menerima dana dari dua sumber rekening pemerintah) dan pembiayaan tidak mencangkup tiga area tadi. 

Misal, kita ingin mengajukan beasiswa penelitian dari pihak lain, itu diperbolehkan karena biaya penelitian tidak termasuk dalam BU. Segala peraturan tentunya akan diberitahukan secara lengkap saat menerima beasiswa nanti.

3. Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU)

Kementrian Riset, Teknologi dan Pedidikan Tinggi mengeluarkan tiga jenis beasiswa yaitu beasiswa dalam negeri dan beasiswa luar negeri yang dikhususkan untuk para dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Kemristekdikti, dan beasiswa PMDSU. 

PMDSU bisa diambil oleh mereka yang ingin berkuliah S2 dan S3 terus menerus. Dengan kata lain, beasiswa ini sepaket. Setelah kita lulus S2 kita langsung S3. Persyaratan dan proses pendaftaran bisa di download di halaman beasiswa dikti (tinggal klik sub judul di atas).

4. Beasiswa Pemerintah Provinsi

Beasiswa terakhir yang sulit terdeteksi adalah Beasiswa Pemerintah Provinsi. Lah kok sulit terdeteksi? ya, karena itu tergantung pemerintah provinsi masing-masing kan. Tiap daerah memiliki skema-nya masing-masing.

Dulu aku pernah mendengar pembukaan pendaftaran beasiswa pemerintah provinsi Jawa Barat sekitar bulan Maret atau April saat semester dua. Durasi pendaftarannya terbilang singkat, sekitar 1-2 minggu. Malah, aku dapat kabar 1-2 hari sebelum pendaftaran ditutup. Belum lagi dokumen pendaftarannya ribet. Harus ada surat pengantar dari ini-itu dan ditandatangani oleh bagian A, bagian B. Semua dokumen itu disubmit fisik. Ribet deh. Akhirnya, tidak jadi mengajukan.

Berdasarkan data dari Tribunnews, besaran biaya yang mengalir pada penerima beasiswa pada tahun 2018 adalah sebagai berikut:
1. sarjana menerima Rp 6 juta,
2. magister menerima Rp 14 juta dan
3. doktor sebesar Rp 16 juta.

Beasiswa Pemerintah Provinsi memang less charming dibandingkan beasiswa lain. Namun, sebesar apapun bantuan keuangan yang kita terima, itu sangat berarti. Biaya kuliah tiap tahun makin mahal, apalagi biaya hidup sih. you know biaya kos-kosan per tahun di sekitar kampus UPI aja udah sebesar biaya SPP pascasarjana magister. Setahun at least kita mengeluarkan biaya 3 x 8.522.000. Udah di atas 20 juta kan ya? 

Itu semua belum termasuk makan. Walaupun libur kuliah, makan mah gak bisa libur. Ada baiknya sambil bekerja atau usaha sampingan. Setidaknya bisa menutupi biaya makan sama internet atau buku. Biaya beasiswa nanti bisa sebagai cadangan untuk penelitian jika sulit mendapatkan beasiswa lagi.

Daftar selanjutnya adalah beasiswa dari pemerintah negara lain. Just in case, kalian ingin kuliah di luar negeri berikut daftar negara yang membuka beasiswa bagi pelajar asing. Maaf ya, tidak ada deskripsinya karena aku belum pernah coba, but kalian bisa langsung aja klik linknya untuk mendapatkan informasi yang lengkap.

Beasiswa Pascasarjana Luar Negeri


Dikeluarkan oleh Aminef (American Indonesian exchange foundation) dan merupakan salah satu beasiswa paling bergengsi nih! Mau daftar aja aku gemetaran hahaha gak jadi deh, gak tertarik untuk kuliah di Amerika.

2. Beasiswa Pemerintah Australia (S2/S3 Australlia)
Beasiswa dari pemerintah Australia lumayan banyak, salah satunya ada AusAid atau Australia Award. Pembiayaannya pun beragam tergantung dari jenis program beasiswa yang diambil. 

3. Chevening (Inggris)
Itu link resmi Chevening yang aku dapat dari Google, tetapi waktu itu tidak bisa aku buka. Silahkan dicoba saja.

4. Beasiswa Pemerintah Turki
Dulu aku ingin daftar ke sini karena pendaftarannya gak terlalu ribet hehehe tapi tidak ada izin dari orang tua juga susah kan ya.

5. Beasiswa Pemerintah Jepang

6. Beasiswa Pemerintah Korea 

Semoga bermanfaat teman-teman.
Jika kalian memiliki pengalaman melamar atau mendapatkan beasiswa di atas boleh berbagi cerita di kolom komentar ya. Boleh juga menambah daftar beasiswa pascasarjana lainnya.

Baca juga



Post Comment
Post a Comment

Sebelum berkomentar centang dulu kotak "notify me/beri tahu saya" agar kamu mendapatkan notifikasi ketika aku membalas. Tulis alamat blog di URL/Name, bukan url artikel :D