Personal and Lifestyle Blog by Rahma

Pengalaman Scaling Gigi | My First Dental Scaling

Sunday, October 14, 2018
Pengalaman Scaling Gigi

Semenjak pencabutan gigi geraham, aku ngedadak amat peduli dengan kesehatan gigi. Dulu terhitung cuek banget. Gosok gigi cuma sehari sekali. Formalitas aja kayaknya supaya gak bau mulut. Gitu aja udah cukup.

Mulai Peduli dengan Kesehatan Gigi

Teman-teman yang sudah dewasa sebisa mungkin hindari pencabutan gigi. Kalau ada gigi bolong cepat minta dibersihkan dan ditambal ke dokter. Jangan menunggu gigi sakit. Begitu gigi sakit, udah deh terlambat. 

Mending sakit hati dari pada sakit gigi. Ungkapan yang pas ketika geraham yang bolongku berulah, bikin aku kesel dan bad mood.  

Saking keselnya aku yang selalu enggan bertemu dokter, jadi semangat banget untuk pergi ke dokter gigi. Jiaahhh kenapa mesti nunggu kesel dulu ya untuk pergi ke dokter gigi πŸ˜‚ 

Selain kesel, dokter gigi terdekat di sini kebetulan temen Teteh ku waktu kuliah. Cantik, baik, masih muda dan kenal secara pribadi. Akhirnya ketakutan akan dokter pun hilang dan aku mau periksa gigi.

Singkat cerita aku nolak untuk ditambal karena udah kesel banget sama gigi ini dan minta dicabut. Tanpa pikir panjang aku menjalani prosedur pencabutan gigi geraham dewasa yang memakan waktu kurang lebih 1,5 jam. Capek, sakit, ngilu. Beresnya pipi dan rahang memar, serasa ditonjok😭 Pokoknya gak mau cabut gigi lagi.

Intinya, mencabut gigi saat kita masih kecil beda dengan mencabut gigi ketika dewasa. Rawatlah gigimu dengan baik ya!

Sering Check Kebersihan Rongga Mulut dan Gigi

Nah dari sana aku bertekad untuk menjaga gigi. Gosok gigi sudah dua kali sehari plus kumur-kumur. Walaupun belum setiap hari dilakukan, setidaknya sudah lebih sering dilakukan daripada sebelumnya.

Kemudian, selalu memperhatikan gigi. Pas ngaca gak cuma muka aja yang dilihat tapi juga kebersihan gigi dan rongga mulut.

Hasil dari ngaca-ngaca itu ditemukanlah satu bintik hitam di geraham kanan bawah paling belakang, dekat dengan gigi geraham yang dicabut dulu. Jreng jreng aku mulai panik. No way kalau harus bolong, sakit, dan dicabut.

Gak menunggu lama aku berangkat sendiri ke dokter gigi. Gak apa-apa ngeluarin duit agak mahal, yang penting gigi bersih dan sehat.

Setelah diperiksa, si bintik hitam itu ternyata karang gigi bukan lubang. fyuuuh rada tenang, jadi bisa dihilangkan dengan scaling. 

Gimana Rasanya Scaling Gigi?

Teteh ku dulu pernah scaling, katanya dikasih dulu obat kumur biar kelihatan plaknya. Nah, untuk kasusku, bu dokter ini langsung aja ngebersihin gigi tanpa ngasih obat kumur.

Alat scalingnya kira-kira seperti di gambar di bawah. Ujungnya kecil dan mengeluarkan air. Ujung kecil ini fungsinya untuk menjangkau plak di sela-sela gigi.


Pas dibersihkan rasanya agak sakit. Terutama pas ngebersihin di gusinya, sampai berdarah-darah gitu. Sedangkan, rasa ngilu terasa pas ngebersihin plak di sela antar gigi. Aslinya aku pingin nangis hahaha πŸ˜‚ tapi kok berasa cemen jadi aku tahan aja.

Sesudah scaling, gigi dan gusi akan terasa agak sakit dan mulut masih terasa amis karena darah, tapi hasilnya memuaskan. Gigi terasa bersih sampai ke dasar hihihi dan si karang gigi yang hitam sudah hilang. Warna gigi berubah? Gak ada perubahan warna gigi. Kayanya itu beda prosedur deh.



Total biaya scaling gigi bervariasi tergantung tempat dan dokter. Aku kemarin bayar Rp193.000,- sudah termasuk obat kumur dan biaya administrasi. Harga itu kayaknya bergantung pada kesulitan kasus juga ya. Untuk kasus yang lebih serius biayanya lebih mahal lagi. Kalau ingin lebih murah bisa pergi ke puskesmas. Katanya sekitar 50ribu-100ribu. KATANYA.

Aku sendiri gak mau pergi ke puskesmas, kecuali puskesmasnya sudah terbukti memiliki pelayanan yang sangat baik dengan dokter-dokter ramah hehehe. . . yang ku tahu puskesmas di dekat rumahku di Garut gak terlalu baik dalam hal "melayani". Malesin deh kalau ke sana.

Mudah-mudah sehat terus, gak perlu mendatangi dokter, puskesmas, rumah sakit dan tempat-tempat sejenisnya. Aamin πŸ™

Beberapa Nasihat dari Bu Dokter

Bu dokter ini paham betul kengerianku dengan proses cabut gigi. Dia ngasih aku beberapa petuah untuk merawat gigi:
  1. gosok dengan gerakan memutar atau naik turun untuk bagian gigi terluar.
  2. gosok searah untuk bagian dalam si gigi depan dan taring.
  3. gosok dua arah (maju mundur) untuk bagian atas gigi geraham.
  4. gosok searah secara lembut bagian lidah tengah sampai akhir
  5. agar karang tidak cepat tumbuh, gunakan kedua geraham saat mengunyah 
  6. pakai obat kumur setelah menggosok gigi
  7. idealnya pembersihan karang dan plak adalah 6 bulan sekali
Jika sudah mampu menjaga kebersihan gigi, rencananya nanti mau aku lanjutkan ke tahap merapihkan gigi. Masih lama mungkin. Nunggu uang dan, terutama, kesiapan. Melihat ulasan-ulasan di blog, pasang behel itu menyakitkan dan menyusahkan di awal pemakaian. 

Pasang behel juga katanya mesti cabut gigi hmmm kayaknya kemungkinan besar gak usah dibehel ya? πŸ‘€ gigiku udah bolong begini. Tapi pingin rapih juga 😭 ya sudah lah terserat takdir nanti menuntunku kemana...

Okay, teman-teman jangan takut ke dokter gigi ya. Banyak kok dokter yang baik hati yang siap membantu kita untuk mengatasi masalah gigi. 

Tempat aku scaling gigi di

Poli Gigi Apotek YOPE
drg. Hani
Jalan Raya Lembang, depan SPBU Lembang
Post Comment
Post a Comment

Sebelum berkomentar centang dulu kotak "notify me/beri tahu saya" agar kamu mendapatkan notifikasi ketika aku membalas. Tulis alamat blog di URL/Name, bukan url artikel :D