Personal and Lifestyle Blog by Rahma

Inilah Fase-fase Dalam Siklus Menstruasi Yang Bisa Para Ladies Ketahui

Monday, February 25, 2019
Menstruasi merupakan hal yang wajar dialami oleh para wanita, yang sudah dialami sejak masih remaja. Tentunya hal tersebut, tidak semua wanita mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh selama siklus menstruasi. Siklus menstruasi sendiri merupakan sebuah perubahan dalam tubuh wanita, khusunya pada bagian organ reproduksi. Dan menstruasi terjadi ketika lapisan dinding rahim (endometrium) yang menebal luruh karean tidak adanya pembuahan sel telur. Selain itu juga, siklus menstruasi pada tiap wanita mempunyai siklus yang berbeda-beda. Biasanya bisa terjadi antara 23-35 hari, tetapi rata-rata siklus menstruasi terjadi pada 28 hari. Untuk lebih jelasnya, berikut ini fase-fase siklus mentruasi sebagai berikut :

1. Fase Pertama – Menstruasi

Fase dalam siklus menstruasi yang pertama biasanya terjadi selama 3-7 hari, dan pada masa ini lapisan dinding rahim luruh menjadi darah menstruasi. Sehingga, banyaknya darah yang keluar selama masa menstruasi berkisaran antara 30-40 ml pada tiap siklus. Biasanya pada hari pertama hingga hari ke-3, darah menstruasi yang keluar akan lebih banyak dan biasanya pada masa ini wanita akan merasakan nyeri atau kram pada bagian panggul, kaki dan punggung. Selain itu juga, nyeri pada bagian perut juga kera[ akan dirasakan pada hari prtama menstruasi yang dipicu karena adanya kontraksi dalam rahim. Hal ini terjadi, karena adanya peningkatan hormon prostaglandin selama menstruasi terjadi.

Adapula kontraksi yang kuat di dalam rahim yang dapat menyebabkan suplai oksigen ke rahim tidak berjalan lancar, dengan kekurang asupan oksigen inilah kram dan nyeri perut dirasakan selama menstruasi. Dengan begitu, kontraksi yang terjadi selama menstruasi sebetulnya berfungsi membantu utnuk mendorong dan mengeluarkan lapisan dinding rahim yang luruh menjadi darah menstruasi.

2. Fase Kedua – Pra Ovulasi Dan Ovulasi

Pada fase ovulasi ini lapisan dinding rahim yang sempit luruh akan mulai menebal kembali, dan lapisan dinding rahim tersebut cukup tipis sehingga sperma dapat melewati lapisan ini dengan mudah dan bisa bertahan kurang lebih selama 3-5 hari. Biasanya fase ovulasi terjadi pada hari ke 14 setelah siklus pertama, tetapa juga masa tersebut tiap wanita memiliki fase yang tidak sama. Hal tersebut, tergantung kepada siklus menstruasi masing-masing dan beberapa faktor seperti penurunan berat badan, stress, sakit, dan lain-lainnya.

Sehingga, jika anda ingin memiliki buah hati. Ada baiknya anda melakukan hubungan intim dengan suami anda pada masa praovulasi hingga ovulasi. Karena ini merupakan fase terbaik, dan memungkinkan dapat terjadinya pembuahan. Di samping itu, sperma dapat bertahan kurang lebih selama 3 hingga 5 hari kedepan.

3. Fase Ketiga – Pra Menstruasi

Pada masa fase ini dinding rahim akan makin menebal, yang dikarenakan folikel yang telah pecah dan mengeluarkan sel telur dapat membentuk korpus luteum. Korpus luteum ini kemudian akan memproduksi progesteron yang, yang membuat lapisan dinding rahim tersebut makin tebal. Sehingga jika terjadi pembuahan, anda kan mulai merasakan gejala pramestruasi (PMS) seperti perubahan emosi yang lebih senditif dan perubahan kondisi fisik seperti nyeri pada bagian payudara, pusing cepat lelah atau kembung. Dan korpus luteum juga, akan mengalami degenerasi dan berhenti memproduksi progesteron. Jika tidak terjadi pembuahan, kadar progesteron dan estrogen akan menurun dan lapisan dinding rahim juga akan luruh hingga menjadi darah menstruasi.

Itulah fase-fase dalam siklus menstruasi yang harus para ladies ketahui, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.
Post Comment
Post a Comment

Sebelum berkomentar centang dulu kotak "notify me/beri tahu saya" agar kamu mendapatkan notifikasi ketika aku membalas. Tulis alamat blog di URL/Name, bukan url artikel :D