Personal and Lifestyle Blog by Rahma

#AyoHijrah Tanpa Ragu bersama Bank Muamalat Indonesia

Thursday, May 2, 2019
bank muamalat indonesia

Beberapa tahun ini kata “hijrah” menjadi tren. Suatu istilah yang dulu sering dikaitkan dengan hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah, sekarang mendapatkan perluasan makna. Bukan hanya sekedar bergerak secara fisik dari satu tempat ke tempat lain, tetapi hijrah juga bisa menggambarkan pergerakan spiritual seseorang dari satu titik ke titik yang lebih baik. 

Banyak sekali contoh hijrah nyata dari kalangan biasa hingga public figur yang menjadi sorotan. Mereka yang dulu sangat lekat dengan hingar bingar duniawi kini memutuskan untuk mendekatkan diri kepada Illahi. Aurat yang biasa terbuka, ditutup. Lisan yang terbiasa lancang, dijaga. 

Perubahan kontras dan drastis membuat hijrah terlihat susah. Bukan menutup auratnya, bukan menjaga lisannya, tetapi istiqomahnya. #AyoHijrah! suatu ajakan yang mudah, tapi sulit beristiqomah. Sudah bertahun-tahun aku berhijrah tapi godaan terus datang hingga tak jarang aku terjatuh. 

Momen #AyoHijrah ku mungkin tidak seberapa, tidak terlihat oleh mata secara sekilas. Hijrahku adalah menuju hidup bebas riba. Hal yang dianggap biasa atau bahkan “bukan dosa” di kalangan masyarakat, bahkan oleh keluargaku sendiri.


Momen itu terjadi pada hari ulang tahunku yang ke-19, 14 September 2011. Karena senang menabung, aku memutuskan untuk membuka rekening tabungan sendiri di Bank Muamalat Indonesia (BMI), cabang Garut. Iya, itu adalah rekening tabungan pertamaku. 

Yang membuat aku tertarik pada BMI sangat sederhana, yaitu tagline-nya “murni syari’ah”. Tidak seperti yang lain, BMI tidak mengeluarkan produk, jasa atau berafilliasi dengan lembaga keuangan lain yang bertentangan dengan syari’ah Islam. Pengelolaan keuangan 100% berdasarkan aturan syari'ah dan tidak bercampur dengan bank lain. Jika ingin benar-benar berhijrah dari riba secara menyeluruh, maka aku harus bersama bank yang juga syar’i secara menyeluruh. 

Walaupun aku sudah yakin, ada saja godaan dalam proses hijrah itu. Godaan pertama, ibu kurang suka “kenapa buka di bank syari'ah? Bunganya sedikit!”. Kita semua ingin kekayaan bertambah. Uang semakin banyak membuat hidup semakin mudah. Tapi, darimana uang itu berasal? Bisakah kekayaan menolong kita kelak di akhirat? Pertanyaan itu yang selalu aku ulang pada diri sendiri ketika godaan seperti yang ibu lontarkan datang. 

Godaan kedua, kakak laki-laki ku dulu sangat sinis, “bank syari'ah cabangnya sedikit, susah ngambil uang nanti.” Godaan ini berhasil hilang. Nyatanya, Bank Muamalat Indonesia sudah memiliki cabang di berbagai kota dan ATM yang cukup luas. Mereka juga bekerja sama dengan banyak merchant di dalam negeri sehingga ketika berbelanja aku bisa menggunakan kartu debit shar-e goldku. Pernah suatu ketika uangku tidak cukup untuk berbelanja di supermarket and BMI saved me. Pembayaran sangat cepat tanpa repot. 

Selama bertahun-tahun aku isqomah menabung di BMI dan akhirnya membuahkan suatu hasil. Hasilnya bukan uang yang banyak melainkan ikutnya anggota keluargaku untuk melawan riba. Ibu, Bapak, Kakak laki-laki dan perempuanku mulai membuka rekening di Bank Muamalat. Mereka sadar bahwa tindakan kecil ini membuat harta kami lebih bersih dan aturan agama bukan sekedar aturan untuk ibadah "ceremonial" semata.

Selaras dengan gerakan #AyoHijrah Bank Muamalat Indonesia, aku merasa identitas muslim seharusnya tidak hanya ditunjukan pada penampilan dan cara ibadah, tetapi harus diperluas pada jalan hidup (way of life), termasuk urasan perbankan atau keuangan. 

Memang memulai jalan hidup bebas riba itu tidak mudah. Masih banyak keraguan untuk memilih yang syar’i, terutama takut harta berkurang. Maka dari itu, Bank Muamalat Indonesia membantu proses hijrah masyarakat Indonesia dalam urusan perbankan agar benar-benar yakin memilih jalan yang syar’i. Salah satunya adalah dengan mengadakan beberapa kegiatan sebagai berikut: 

1.Seminar / edukasi tentang perbankan Syariah
2.Open booth di pusat kegiatan masyarat
3.Kajian Islami dengan narasumber dari kalangan ulama
4.Pemberdayaan masjid sebagai salah satu agen perbankan Syariah

Sangat perlu aku tekankan bahwa Bank Muamalat Indonesia sama seperti bank lainnya mengeluarkan banyak produk dan jasa. Perbedaan hanya ada pada sistemnya saja. Berikut beberapa produk dan jasa terkenal di Bank Muamalat Indonesia:

1.Tabungan iB Hijrah
2.Tabungan iB Hijrah Haji dan Umrah
3.Tabungan iB Hijrah Rencana
4.Tabungan iB Hijrah Prima
5.Tabungan iB Hijrah Prima Berhadiah
6.Deposito iB Hijrah
7.Giro iB Hijrah
8.Pembiayaan Rumah iB Hijrah Angsuran Super Ringan dan Fix and Fix

Aku teringat ketika Bapak bersikeras tidak mau menyicil ruma, padahal lumayan kan untuk investasi di masa tua. Alasan utamanya adalah takut riba. Lantas aku berikan saran untuk mengajukan rencana pembiayaan ke Bank Muamalat Indonesia, tetapi Bapak malah menolak saranku. Di pikirannya, bank syariah hanya tempat menabung, tidak ada jasa pembiayaan. Nyatanya, produk Bank Muamalat Indonesia sangat banyak, termasuk pembiayaan KPR, pembiayaan barang konsumtif dan bahkan pemodalan usaha kerja. 

Tidak sedikit orang yang ingin keluar dari riba untuk memenuhi kenyamanan dan ketenangan spiritualnya. Akan tetapi, karena pengetahuan yang minim tentang perbankan syari’ah, mereka kadang tidak tahu harus pergi kemana untuk menyelesaikan permasalahan keuangannya. Aku berharap Bank Muamalat Indonesia tidak lelah untuk terus menyemangati dan mengedukasi masyarakat (khususnya) muslim Indonesia dalam mengelola keuangan secara syar’i agar menjadi muslim yang kaffah.
1 comment on "#AyoHijrah Tanpa Ragu bersama Bank Muamalat Indonesia"
  1. Duh jadi pengen nih nabung di Bank Syariah, tapi kayaknya di tempatku gak ada

    ReplyDelete

Sebelum berkomentar centang dulu kotak "notify me/beri tahu saya" agar kamu mendapatkan notifikasi ketika aku membalas. Tulis alamat blog di URL/Name, bukan url artikel :D

Auto Post Signature