Personal and Lifestyle Blog by Rahma

Beberapa Hal Dasar yang Bisa Dilakukan Orang Tua dalam Mendukung Pendidikan Si Kecil

Saturday, May 4, 2019
peran orang tua dalam pendidikan anak

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam pendidikan memberikan pengaruh positif terhadap pencapaian anak dalam proses pembelajaran secara umum. Hal ini tidak lain karena orang tua adalah orang paling pertama dan terdekat sebagai pendukung proses tumbuh kembang anak. Jam pelajaran dan perhatian para guru di sekolah terbatas sehingga keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan menjadi sangat krusial. Oleh karena itu, sangat penting bagi para orang tua untuk mengetahui keterlibatan seperti apa yang bisa memberikan pengaruh positif pada pendidikan anak. 


Memberikan Pendidikan Karakter di Rumah

Pendidikan karakter adalah salah satu cara agar manusia bisa memberdayakan potensi diri seseorang untuk menuju kehidupan yang lebih baik. Pendidikan ini tentu saja fokus pada pembentukan karakter yang nantinya akan membantu anak dalam melewati tugas-tugas perkembangan.

Saya pernah mengikuti kelas "Landasan Pedagogik" dan professor saya kerap menekankan istilah "tugas perkembangan". Ada hal-hal yang harus bisa dicapai oleh seseorang di setiap tahap perkembangannya. Contohnya, anak-anak pada usia di bawah 5 tahun memiliki tugas mengenali identitas diri dan orang tuanya, dan pada tahap remaja dia memiliki tugas untuk mencari jati dirinya. Jika satu tugas tidak atau terlambat tercapai maka itu akan mengganggu tugas perkembangan lainnya. Dengan pendidikan karakter, anak diharapkan bisa menyelesaikan tugas perkembangan tersebut. 

Namun, karakter seperti apa yang harus dibentuk agar anak terbantu dalam perkembangan dan utamanya dalam pendidikan sekolah nanti? Setidaknya ada tiga aspek karakter yang bisa membantu anak sukses di sekolah.

1. Self regulation, kemampuan untuk mengatur emosi dan tangguh. Karakter ini membuat anak tidak mudah terpancing emosi atau mengamuk serta bisa bertahan di kondisi yang berubah-ubah.
2. Empati, kemampuan untuk membayangkan dan merasakan perspektif orang lain. Karakter ini mampu membuat anak untuk mengerti dan menghargai sudut pandang orang lain serta menjauhkan dari konflik.
3. Persistence atau gigih, kemampuan bertahan dalam keadaan sulit. Anak tidak akan mudah menyerah jika menghadapi kesulitan dalam belajar.

Bagaimana mengajarkan karakter di atas pada anak? Tidak hanya dengan ucapan tetapi juga dengan tindakan. Tidak ada yang lebih baik selain memberikan contoh.  I hear and I forget, I see and I know, I do and I understand.

Membantu Anak untuk Memiliki Kemampuan Abad ke-21

Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) mendorong kita untuk mengikuti perkembangan zaman atau tertinggal di belakang. Membekali anak-anak dengan kemampuan dan keterampilan yang relevan dengan masanya membuat mereka lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan dimana pun mereka berada.

Pembelajaran saat ini sangat jauh berbeda dibandingkan dengan pembelajaran 20 tahun ke belakang. Dahulu, pembelajaran menuntut anak untuk mampu menghafal sedangkan sekarang menghafal sudah dianggap "usang" dan diganti dengan kemampuan berfikir kritis. Oleh karena itu, orang tua harus terbuka pada perubahan zaman agar mampu membentuk kemampuan penting di abad ke-21 pada anak sedini mungkin.

kemampuan dasar di abad ke-21

Menjalin Hubungan Baik dengan Guru dan Pihak Sekolah

Sekolah dan pengajar adalah dua komponen yang penting dan paling dekat ketika anak berada di luar rumah sehingga sangat wajib bagi orang tua untuk memiliki komuikasi yang baik dengan guru dan sekolah. Penelitian sendiri menyebutkan bahwa anak-anak lebih berhasil dalam pembelajaran ketika para orang tua memiliki hubungan yang baik dan suportif dengan para guru (Hughes & Kwok, 2007). Dengan hubungan dan komunikasi baik, orang tua dan sekolah memiliki visi dan misi yang sama sehingga mempermudah anak untuk belajar.

Lebih lanjut lagi, kualitas hubungan orang tua-guru bisa dilihat dari aspek: kepercayaan, persamaan, kebersamaan, dukungan, nilai dan norma yang sama, eskpektasi dan pandangan mengenai pendidikan anak. Hubungan baik dengan sekolah membuat orang tua lebih nyaman dan aman ketika menitipkan anak selama proses pembelajaran berlangsung. Terakhir, keuntungan lainnya adalah orang tua dapat mengetahui bagaimana dan dengan siapa anak belajar sehingga bisa memonitor kegiatan anak walaupun berada di luar rumah.

Membantu Tugas Akademik Anak di Rumah

Pada umumnya, orang tua yang peduli pada pendidikan anaknya akan selalu mendapingi buah hati ketika mengerjakan tugas akademik, seperti mengerjakan PR, tugas projek dan mempersiapkan ujian. Mendampingi di sini bukan berarti orang tua melakukan dan mengerjakan semua tugas akademik anak. Pendampingan cukup dilakukan dengan cara:

1. Mengingatkan PR atau tugas sekolah,
2. Menyediakan tempat dan situasi yang kondusif untuk belajar,
3. Membantu mengatur waktu belajar dan bermain
4. Tidak menuntut hasil pekerjaan yang sempurna 

Dukungan seperti di atas akan berpegaruh positif terhadap motivasi belajar anak dimana motivasi  sendiri adalah salah satu faktor dasar dalam kesuksesan proses pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya, membantu tugas akademik tidak selalu dengan "pikiran" tetapi juga dengan "hati" dan kesabaran.

Dukungan tersebut tentu tidak cukup hanya dilakukan di rumah. Pendidikan harus diperluas ke wilayah sekolah dan tempat bergaul anak. Oleh karena itu, orang tua harus memastikan bahwa sekolah tempat anak belajar mampu memfasilitasi proses pendidikan terbaik dan usahakan pendidikan tersebut berlangsung sedini mungkin.

Salah satu langkah yang tepat adalah dengan mendorong anak untuk belajar di sekolah yang memfasilitas anak untuk menjadi mandiri dan tangguh, seperti Apple Tree Pre-School BSD. Pembelajaran di Apple Tree Preschool memiliki metode experential learning dimana anak didorong untuk merefleksikan pengalaman yang ia dapat sebagai cara membangun konsep terhadap suatu hal. Dengan kata lain, anak dilatih belajar mandiri dan berpikir kritis. Tidak melulu "disuapi" ilmu pengetahuan.

Bukan hanya sekedar mengasah area kognitif, pilihlah sekolah yang menawarkan banyak program dan kegiatan untuk pengembangan karakter karena tugas pendidikan utama anak usia dini bukan pada kognitif 'berat' tetapi faktor pembentukan karakter serta moral. 

Semoga ayah dan bunda bisa mendampingi pendidikan anak di rumah dan memfasilitasinya untuk mendapatkan akses pendidikan terbaik di sekolah.

#appletreebsd


Sumber bacaan untuk mendukung tulisan ini:
  • Jen Lexmond and Richard Reeves. (2009). Building Character London: Demos
  • Real-World Learning. (2010). The impact of parent engagement on learner success: A digest of research for teachers and parents. The University of Winchester.
  • Hughes, J., & Kwok, O. M. (2007). Influence of Student-Teacher and Parent-Teacher Relationships on Lower Achieving Readers' Engagement and Achievement in the Primary Grades. Journal of educational psychology, 99(1), 39–51. doi:10.1037/0022-0663.99.1.39
Post Comment
Post a Comment

Sebelum berkomentar centang dulu kotak "notify me/beri tahu saya" agar kamu mendapatkan notifikasi ketika aku membalas. Tulis alamat blog di URL/Name, bukan url artikel :D

Auto Post Signature