Personal and Lifestyle Blog by Rahma

Pengalaman Mendaftar dan Berlangganan Indihome Paket 2P (Internet dan TV)

Sunday, May 12, 2019
pengalaman berlangganan indihome - ananrahma.com

Kebutuhan internet sudah tidak bisa ditawar lagi, jadi aku membujuk kakak untuk memasang layanan internet Indihome pada bulan Desember 2018. Sudah dari dulu ingin berlangganan, tetapi terhalang keraguan karena aku sering melihat status facebook teman-teman yang bernada kesal. Indihome lemot, indihome gangguan dll. Maklum lah, biaya pemasangan dan berlangganan itu juga tidak murah. Sayang banget kalau hanya menikmati jaringan lemot dan gangguan.

Untuk menambah referensi dalam menjawab pertanyaan, "apakah indihome lemot dan sering gangguan?" aku termotivasi berbagi pengalaman berlangganan Indihome nih.

Pengalaman Mendaftar Indihome

Awal mulanya aku mendownload aplikasi Myindihome di playstore untuk mengecek ketersediaan jaringan di lokasi rumah dan pilihan paketnya. Aku iseng iseng memilih lokasi eh ternyata tidak ada notifikasi apapun. Cuma loading. Mungkin aplikasinya error atau gimana jadi aku tutup.

Tidak lama, sore harinya, ada telpon dari Telkom pusat untuk mengonfirmasi pemasangan jaringan. "Oh, mbak maaf saya belum mau pasang cuma mau cek ketersediaan jaringan saja." aku jawab. Kemudian pegawainya bilang lokasiku sudah tercover jaringan, tapi kalau nanti ingin pasang harus tunggu beberapa hari untuk aktivasi.

Sekalian juga aku tanyain, apakah bisa berlanggan Indihome Single Play (1P) a.k.a internet saja. Mengingat dulu aku searching di internet pilihan paketnya ada tiga: 1P (internet), 2P (internet dan tv/telpon), dan 3P (internet, tv dan telpon), sekarang yang tersedia di website dan aplikasi hanya ada 2P dan 3P saja.

Kira-kira pegawainya bilang:
"Untuk pemasangan internet saja atau single play bisa dilakukan, mbak. Tapi mbak harus berkunjung ke Plasa Telkom terdekat untuk informasi biaya dan pemasangan. Kalau ingin pasang 2P dan 3P, kami bisa langsung bantu (maksudnya kita gak perlu ke plasa, pegawai langsung datang ke rumah)."

Karena lebih tertarik dengan internet saja, esok harinya aku pergi ke Plasa dengan kakak. Hasilnya, informasi yang kami dapat berbeda dengan yang dikatakan oleh pusat. "maaf, Teh (kak). Tidak ada paket 1P. Hanya ada 2P dan 3P. Telkom sudah tidak memberikan pelayanan pemasangan internet saja yang Teteh bilang tadi." Agak kecewa, tapi kalau tidak ada ya gimana lagi. Akhirnya ambil yang 2P, internet dan tv.

Untuk pemasangan sendiri terhitung cepat dan tidak ribet ya. Pertama kami diminta scan identitas dokumen (KTP dan KK), alamat pemasangan, email dan no telp, yang bisa dikirim ke nomor kontak petugas telkomnya. 1-2 hari setelah pengiriman berkas, petugas datang. Sayangnya, mereka datang mendadak dan minim informasi tentang hal apa saja yang pelanggan mesti siapkan, "hallo, Teh, ini dari Telkom. Sekarang mau pasang jaringan alamatnya dimana ya?" Aku seneng sih mereka gerak cepat, tapi agak ngerepotin.

"Teh, ada palu? ada paku? kita lupa, peralatannya ketinggalan. Mau balik lagi jalanannya macet." Jarak dari rumah ke plasa kurang dari dua kilo deh kayaknya, cuma emang jalanan Lembang saat itu macet, Jadi, pegawainya males balik lagi. Tapi, di rumah perempuan semua dan kita gak tahu alat-alat seperti itu disimpan dimana dan keberadaanya pun masih misteri. Aku blank. 

"aduh Teh, kita butuh paku itu biar kabelnya gak ketekuk soalnya ini kan kaca, rawan retak. Retak sedikit aja, gak akan ada jaringan. Mau beli juga dimana ya...!?" Pegawainya bingung, aku lebih bingung. Aku harus gimana ya? Jalan kaki nyari paku ke toko-toko bangunan gitu? 😅 

Nunggu beberapa menit, salah satu pegawai akhirnya balik lagi ke Plasa Telkom buat ambil peralatan. Pemasangan tidak memakan waktu lama. Setelah terpasang kami diberi tahu akun, nomor pelanggan, cara menggunakan alat/pengaturan dan waktu ketersediaan jaringan, "jaringan baru tersambung sekitar 2 harian, Teh. Harus ditunggu dulu."

Hal yang perlu diperhatikan:
Sinyal Wifi Indihome bisa menjangkau jarak sampai 10m dari router wifi/ONT (optical network termination) tapi bisa terhalang oleh tembok dan beton. Router dan STB (set top box) dipasang di bawah jadi di di kamarku (di lantai dua) sinyal Wifi hanya satu bar. Karena router dan Tv box memiliki kabel yang pendek kalau ingin dipindah-pindah perlu tambah kabel dan router lagi which we don't have. Intinya, kalau ingin jaringan mengcover semua area rumah dibutuhkan alat tambahan lagi yang ditanggung oleh pelanggan.

Biaya pemasangan disatukan dengan biaya langganan di bulan pertama. Gak perlu bayar-bayar petugas yang datang ke rumah. Pembayaran juga tidak boleh dititipkan ke pegawai Telkom atau pihak ketiga lainnya. Hanya dibayarkan langsung ke loket Telkom atau via transfer ATM/bank.

Pengalaman Memakai Indihome Internet dan TV

Awal pakai Indihome rasanya memuaskan. Kebetulan saat itu menjelang tahun baru, jadi banyak chanel yang digratiskan. Tapi, beberapa hari kemudian memutar film di Iflix jadi sering buffering dan bahkan error, gagal loading. Gak terlalu bermasalah sih karena internetnya masih lumayan cepat untuk nonton di handphone. 

Walaupun hanya dapat sinyal satu bar, aku masih bisa memutar video YouTube dan streaming film tanpa buffering lewat laptop di kamar. Ini kadang untung-untungan sih. Kadang harus keluar kamar untuk bisa nonton. Kalau lagi lemot banget, aku pilih nonton lewat hp. Biasanya lebih lancar. Cuma baru akhir-akhir ini aja sih lemotnya lebih parah. 

Beberapa waktu sebelumnya, akhir Maret atau awal April deh kayaknya, petugas Telkom Pusat menawarkan untuk mengupgrade kecepatan internet, "jadi mbak ini bukan promo tapi penawaran dimana tarifnya flat dan lebih murah dari tarif paket aslinya. Karena pemakaian internet mbak sudah termasuk kategori aktif, kami menawarkan peningkatan kecepatan internet demi menjaga kepuasan saat berinternet."

Aku ambil paket terendah kan, yang 10mbps = Rp350.000,-. Nah mereka nawarin paket di atasnya, 20mbps. Kalau aslinya sih sekitar 500ribuan (kurang sedikit) udah termasuk pajak dan administrasi, lewat penawaran itu mereka kasih harga lebih rendah. Beda tipis. Buat kita sih 10mbps aja udah cukup banget karena gak suka dipakai streaming yang berat-berat. Aku perhatikan lewat aplikasi Myindihome pun, data pemakaian di rumah per bulannya di bawah 30GB.

Selain gak terlalu butuh internet dengan kecepatan yang lebih tinggi, fakta bahwa promosi mereka lewat telpon itu sangat menyebalkan bikin aku mantap gak mau ngasih duit lebih ke Telkom. Ada mungkin mereka nelpon 3 kali dalam kurun waktu seminggu. Ganggu banget. 

Dulu memang aku bilang bersedia untuk mendapatkan informasi promo dan pengingat deadline tagihan tiap bulan. Bukan tiap minggu apalagi tiap hari. Udah aku tolak dan bilang gak tertarik untuk upgrade, masih aja nelpon. Yah, namanya juga usaha. Tapi, tetap aja mengganggu. Akhirnya aku blok juga nomor Telkom pusat.

Sejak penolakan itu lah, kecepatan internet jauh melambat. Bikin frustasi pas streaming video 😅 Aku harus ke lantai satu mendekati router biar dapat sinyal kencang dan kecepatan penuh. Padahal dulu, sinyal satu sampai tiga baris aja udah lancar dipakai nonton. Ah, memang harus diupgrade nih.

Walaupun tidak super kencang, sejauh ini Indihome sudah memenuhi kebutuhan berselancar internet anggota keluargaku. Lagi pula, kecepatan itu tergantung paket apa yang diambil kan! Dengan harga 350.000,- udah cukup puas. Belum pernah juga kami mengalami gangguan berat seperti jaringan internet benar-benar mati atau tidak bisa mengakses tv kabelnya. Overall, Indihome bisa diandalkan.


Post Comment
Post a Comment

Sebelum berkomentar centang dulu kotak "notify me/beri tahu saya" agar kamu mendapatkan notifikasi ketika aku membalas. Tulis alamat blog di URL/Name, bukan url artikel :D

Auto Post Signature