Personal and Lifestyle Blog by Rahma

Toko Instagram Sepatu family.shoes.jakarta Terindikasi Penipuan

Tuesday, October 1, 2019
Di penghujung bulan September, aku punya cerita yang gak enak dari salah satu murid di tempat les dimana dia terindikasi kena penipuan dari online shop (olshop). Sebagai seseorang yang aktif berbelanja online, aku jadi kesel sendiri. Makanya aku tulis kisahnya lewat blog ini. Barangkali ada teman-teman yang juga mengalami hal serupa baik dengan toko online yang sama ataupun bukan boleh yuk share di sini. Jika ke depannya toko online yang aku ceritakan di sini bertanggung jawab atau ada perkembangan kasus, aku pasti edit tulisan ini!

Katanya, sekitar seminggu yang lalu dia pesan sepatu di olshop instagram @family.shoes.jakarta. Menurutku sih, secara sepintas olshop ini memang kurang meyakinkan. Kelihatan banget tidak ada link ke identitas dia seperti website, rekening official toko atau link langsung ke toko official di marketplace yang trusted seperti Shopee, Tokped, Bukalapak dll. 

olshop penipu

Berbekal foto-foto sepatu yang kece, si olshop ini berhasil menarik muridku itu, kita panggil Amel. Dia pesen sepatu hitam nomor 40 dengan harga 235ribu, ditambah ongkir 20ribu totalnya 255ribu. Sampai sana kedua pihak masih adem ayem. Amel langsung mengirim uang tadi ke rekening yang diberikan admin olshop, bank BCA 4980-133-856 atas nama Misjaka PA.

family.shoes.jakarta penipu

Setelah transferan diterima, si admin menjanjikan pengiriman barang di hari berikutnya. Lama menunggu, tidak ada resi atau kabar pengiriman lainnya, beberapa hari kemudian Amel menanyakan pesanannya lagi. Dengan santai mereka balas, "Coba tunggu sampai besok ya ka. Kalo belum sampai info ke kami ya kak..." 

olshop tipu-tipu

Hari-hari selanjutnya, Amel terus menghubungi olshop untuk meminta kejelasan. Sayangnya, boro-boro ada balasan dibaca juga enggak. Udah berlalu seminggu, muridku baru nyadar dan teringat untuk minta resi pengiriman yang belum diterimanya. Kocak juga nih anak. Tidak ada balasan, akhirnya, dia tersadar penuh kalau dia sudah ditipu.

family.shoes.jakarta olshop tipu-tipu

Dan, dia kemarin curhat-curhat, "Miss aku kena tipu, miss..." 😭 Aku tanya langkah apa yang sudah diambil mengenai kasus ini. Sayang banget, Amel gak banyak melakukan usaha selain menghubungi admin olshop itu. Aku sarankan untuk minta pemblokiran rekening si toko ke bank yang bersangkutan, cuma respon Amel kurang bersemangat.

"Bank BCA kan penuh miss..." ya, malas mengantri, belum lagi jaraknya yang jauh dari tempat ia tinggal. Menghubungi lewat email atau telp ke polisi juga dirasa pesimis. Duit "pasti" enggak akan balik. Aku juga udah menawarkan diri untuk mengantar ke bank. Responnya masih apatis. Gak mau merepotkan mungkin ya.

Mungkin, Amel mengikhlaskan uangnya itu. Walaupun, aku udah ngasih tahu kalau bisa lapor via email ke pihak kepolisian dari tulisan ini https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/3798876/cek-fakta-korban-penipuan-online-bisa-lapor-lewat-email, dia gak begitu tertarik untuk memperpanjang atau mengurusi kasusnya. 

Bisa jadi di benaknya, dari pada pusing ngurusin duit 200ribuan mending menjadikan pengalaman itu sebuah pelajaran. Perasaan yang lumrah bagi kebanyakan korban penipuan di Indonesia tercinta. Uangnya segitu emang tidak seberapa, tapi bayangkan berapa juta yang si penipu dapatkan jika dia udah berhasil menipu ratusan orang. Mungkin saja ada korban lain yang dengan susah payah mendapatkan uang kemudian dirampas dengan halus oleh si tukang tipu itu.

Nah, cara terakhir yang bisa aku bantu adalah dengan mengekspos cerita penipuan ini di blog Diary Rahma. Bukan pingin viral. Setidaknya pembaca lain lebih waspada. Syukur-syukur kalau ada korban penipuan yang tergugah dan berinisiatif mengambil tindakan karena mereka adalah orang yang benar-benar berhak untuk melapor. Kalau cuma orang ketiga kayak aku mah hanya bisa mengantar dan mendampingi semampunya saja.

Akun sepatujakarta di Buka Lapak

Dari link kontak di instagram family.shoes.jakarta ada satu link yang mengarah ke akun BukaLapak dengan nama sepatujakarta di link berikut https://www.bukalapak.com/u/molly_shop. Karena aku gak begitu familiar dengan BukaLapak, jadi langsung loncat ke feedback negatif. 

akun family.shoes.jakarta di bukalapak

Kasus feedback negatif yang dia alami adalah karena tidak mengirim barang dan pesanan tidak sesuai dengan gambar atau pesanan. Hati-hati ajalah guys.

Kenali Toko Online Tipu-tipu

Biar kalian tidak terkena kasus yang sama, tolong diwaspadai akun olshop tadi @family.shoes.jakarta beserta turunannya. Biasanya kan akun tipu-tipu suka beranak. Waspadai juga akun rekening BCA 4980-133-856 atas nama Misjaka PA, WA 081298037995, Line jakarta.shoessport. Lebih aman mah, transaksi lewat rekening pihak ke-3 atau rekening bersama saat belanja online ya. Jadi, uang bisa dilepas setelah kita menerima barangnya.

Jika kalian menemukan online shop dengan ciri-ciri berikut, kalian patut waspada:
  1. Melakukan promo lewat sms bernomor pribadi
  2. Memberikan harga sangat murah (tidak rasional). Biar tahu harganya rasional atau enggak, logika kita juga harus sehat ya. Jangan nafsuan ketika lihat diskon besar dan harga super miring.
  3. Website resmi berupa website gratisan (yang berakhiran blogspot.com, wordspress.com, wix.com dll). Kalau website kaya blog Diary Rahma ini (ananrahma.com) bukan gratisan 😄 trusted kok.
  4. Tidak mau transaksi cash on delivery (COD) alias bayar tunai langsung atau pakai rekening bersama
  5. Testimoni WA banyak, tapi testimoni online di web trusted gak ada sama sekali atau sangat jelek. Testimoni mah bisa diedit dan dibeli. Jadi jangan mengandalkan berapa banyak ulasan yang dia terima.
  6. Komentar di instagram off. Mereka gak akan nyaman beraksi kalau banyak yang komen "akun tukang tipu, waspada!"
  7. Jumlah dan interaksi dengan followers aneh, mencurigakan. Followers bisa dibeli kan ya. Kalau yang ngefollow akun bot dan fake, ya dijamin minim komentar. Adapun komentar pasti enggak asli yang isinya rata-rata ngasih pujian berlebihan dan ajakan untuk berbelanja di olshop si penipu.

Melaporkan Toko Online Tipu-tipu

Dengan semakin berkembangnya transaksi online, kriminalitas di ranah dunia maya juga meningkat dan bervariasi. Oleh karena itu, bank dan pihak kepolisian memberikan bantuan bagi para korban penipuan dengan berbagai cara. Semua bukti chat WA, identitas olshop, rekening dan bukti transfer jangan dulu dihapus. Simpan dulu aja. Mereka bukan mantan yang perlu dimusnahkan kenangannya.

Kemudian lakukan salah satu cara berikut (ini aku dapat dari link liputan6 tadi)
  1. Cara tradisional, melapor ke kantor polisi terdekat. Berikan laporan selengkap mungkin beserta bukti pendukung yang kuat. Nanti kita dikasih Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) dan surat pemberitahuan perkembangan Hasil Penyidik (SP2HP). Selanjutnya, tinggal tunggu perkembangan kasus yang entah kapan selesainya. Mungkin ini cara yang paling diunderestimate tingkat kesuksesannya 😅
  2. Cara praktis dan cepat, mengirim laporan lewat email ke cybercrime@polri.go.id. Ingat ya, buat email resmi. Pakai subjek email biar pak polisi tahu ini email penting atau enggak. Ceritakan sedetail mungkin kejadian yang dialami. Lampirkan juga bukti pendukung yang lengkap.
  3. Cara kekinian, memblokir rekening bank penipu. Cara ini sering aku lihat di instagram, di akun-akun parodi olshop gitu. Efektif deh kayaknya, asalkan langsung melapor setelah tersadarkan menjadi korban penipuan. Misalnya, si penipu pakai rekening BCA, kita hubungi juga bank BCA untuk minta pemblokiran atas kasus penipuan. Nah, sebelum datang ke bank, baiknya telepon call center bank dulu untuk mengetahui prosedur dan persyaratan pemblokiran akun penipu. Kan tiap bank punya prosedur yang berbeda-beda. Ini call center Bank BCA, 1500888 – Bank BNI, 1500046 – Bank CIMB, 14041– Bank Mandiri, 14000 – Bank BRI, 14017.
Kalau mau spam message si olshop yang nipu muridku boleh aja dahhhh. Aku gak peduli. Belum ada tanggung jawab juga. Ini WA 081298037995 dan Line-nya jakarta.shoessport. Kemarin sempat aku report ke instagram, eh sekarang di-private akunnya, padahal mau spam komentar:


Kalau merasa dirugikan dengan tulisan ini, misal ada informasi yang tidak benar, ada informasi pribadi yang dipublikasikan tanpa izin atau misal admin akun family.shoes.jakarta merasa bukan penipu, silahkan email ke anan.rahma@hotmail.com untuk proses klarifikasi dengan memberikan informasi yang benar. 

Semua screenshot WhatsApp, aku dapatkan dari Amel selaku orang yang merasa tertipu dan sudah memberikan izin publikasi di blog Diary Rahma.

Segitu aja sih. Aku cuma mau mensupport muridku aja. Siapa tahu ada korban atau calon korban lain yang merasa terbantu, mudah-mudahan bermanfaat.
Post Comment
Post a Comment

Sebelum berkomentar centang dulu kotak "notify me/beri tahu saya" agar kamu mendapatkan notifikasi ketika aku membalas. Tulis alamat blog di URL/Name, bukan url artikel :D

Auto Post Signature