Personal and Lifestyle Blog by Rahma

Pengalaman Mengikut Seleksi CPNS

Wednesday, March 25, 2020
Pengalaman tes cpns


Kayaknya aku harus menyerah dengan idealisme diri dan mulai mencoba hal-hal yang aku hindari. Seperti tes masuk CPNS. To be honest, aku udah buntu dengan hidup. Kerja itu capek. Apalagi kalau dikerjain aka jadi pegawai. Sekolah S2 ku tinggal tesis aja yang nyebelin. Udah lebih dari 1 semester aku anggurin. Pas disuruh ikutan tes CPNS, aku agak bersemangat kembali karena menemukan satu tantangan baru. Belum pernah ikutan CPNS dan ini menjadi pengalaman pertama.

Bagaimana mendaftar seleksi CPNS?

Untuk zaman sekarang yang serba digital, kita gak perlu repot memfotokopi banyak dokumen dan bolak-balik instansi. Tinggal scan dan upload. But first, kita mesti daftar dulu di web SSCN. Login dan lengkapi data serta persyaratan yang diminta.

Untuk mengetahui lowongan formasi yang tersedia langsung kunjungi website instansi yang ingin kita tuju. Lewat web SSCN juga bisa, tapi kadang berkasnya enggak up to date. Mending langsung ke instansi. Apakah kamu melamar ke kementrian (pusat) atau ke pemerintah daerah (pemerintah kabupaten)? Kalau kementrian silahkan akses web kementriannya, sedangkan formasi di pemkab bisa dilihat di web BKD pemkab masing-masing.

Contoh, ingin menjadi guru bahasa inggris. Maka untuk mencari lowongannya kita buka web kemdikbud atau untuk guru SD dan SMP yang diatur oleh pemerintah kota/daerah, kita langsung saja buka web BKD (badan kepegawaian daerah) yang ingin kita lamar. Untuk kasusku, aku melamar formasi guru bahasa Inggris di daerah Garut. Maka aku mencari lowongan ke BKD kabupaten Garut.

Intinya, kita mesti mengecek satu per satu instansi pemerintahan yang ada, mulai dari instansi pemerintah kabupaten atau kota hingga pusat.

Apa saja persyaratannya?

Ini tergantung instansi masing-masing. Lagi-lagi kita mesti mencari info ke web instansi yang ingin kita lamar. Tapi, biar kita enggak bingung. Login aja dulu ke web SSCN nya. Nanti akan kita lihat isian-isian yang diminta. Setidaknya persyaratan umum seperti ijazah, transkrip dan akreditasi kampus (saat kita lulus) mesti sudah kita siapkan.

Persyaratan khusus

Beberapa instansi memberikan persyaratan khusus bagi pelamarnya. Syarat ini bisa wajib ataupun enggak. Untuk pelamar tenaga kesehatan misalnya, diwajibkan memliki Surat Tanda Registrasi (STR). Sedangkan, bagi pelamar di bidang pendidikan hanya diberikan opsi (pilihan) untuk melampirkan sertifikat pendidik (serdik)/sertifikat penunjang lainnya. Opsi artinya kalau tidak ada ya enggak apa-apa. Kalau ada silahkan upload karena akan sangat membantu penambahan poin ujian tahap kedua.

Intinya, kita harus jeli memahami informasi yang tertulis di surat pengumuman. Segala hal yang diakibatkan oleh kekeliruan kita saat membaca informasi tersebut tidak ditanggung panitia. Contoh kasus yang bikin nyesek itu adalah ada sebagian pelamar yang lupa/tidak mengupload serdik saat pendaftaran. Mereka pikir bisa upload nanti setelah lulus ujian tahap 1 padahal sudah tertera di web untuk diupload saat pendaftaran. Jadi walaupun mereka punya, tapi jika tidak diupload saat pendaftaraan mereka tidak akan mendapatkan tambahan nilai.

Tesnya bagaimana?

Tesnya computer-based. Menggunakan komputer seluruhnya. Pelaksanaannya sangat profesional dimana pemerintah daerah/kota bekerja sama dengan panitia seleksi nasional. Disiplin dan teratur sekali. Salut!

Ada ketentuan mengenai apa yang mesti dibawa dan pakaian yang mesti dikenakan. Semua tertera di kartu peserta ujian. Jadi, mohon sekali lagi baca segala informasi dengan cermat. Jika yang diminta membawa kartu identitas dan kartu peserta ujian, maka dua itu saja yang dibawa. Pengalamanku, jangankan bawa pensil, perhiasan yang umum dipakai seperti cincin dan anting saja harus dilepaskan. Sebelum masuk ada metal detector dan penggeledahan. Jadi, akan ketahuan kalau kita bawa benda lain-lain.

Alat tulis disiapkan semua oleh panitia. Percayalah kepada mereka.

Soal-soalnya susah?

Susah itu relatif. Secara umum ada 2-3 tahap seleksi. Tahap 1 adalah Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Tahap 2 ada Seleksi Kemampuan Bidang (TKB) dan rumornya sih ada tahap 3 juga yaitu wawancara. Itu baru rumor sih. Nanti aku update benar tidaknya.

Tes SKD ada tiga bagian yaitu:
1. TWK tes wawasan kebangsaan. Seperti PKN. Passing gradenya paling rendah, yaitu 65 aja untuk tahun 2020.
2. TIU tes intelegensi umum. Soal tes IQ gitu, semacam psikotes. Passing grade 80 untuk tahun 2020.
3. TKP tes karakteristik pribadi. Soal yang menantang etos kerja dan kejujuran, mirip soal questionnaire. Passing grade 126 untuk tahun 2020.

Buat aku, yang susah itu TWK. Pancasila, nilai-nilai dll. Pilihanya berasa bener semua. Dan memang betul nilai TWK yang paling rendah saat tes kemarin. Tapi, masih di atas passing grade so masih dianggap lulus. Skor maksimal untuk tesnya adalah 500. Kalau sudah dapat nilai 400 itu sudah amazing sekali.

Harus kita pahami, bukan hanya sekedar nilai yang besar tetapi juga harus lulus passing grade untuk setiap bagian soal. Kalau nilai mencapai 320 tapi, misalkan, bagian TKP di bawah passing grade, mohon maaf artinya kita tidak lulus.

Setelah dapat skor ngapain?

Tunggu perankingan untuk setiap formasi. Nilai kita mungkin kelihatan lebih kecil dibandingkan dengan orang lain pada saat tes, tetapi bisa jadi nilai kita adalah yang terbesar di formasi yang kita lamar. Pengumuman perangkingan bisa 1 bulan lamanya. lamaaaa banget kalau ditunggu-tunggu.

Kalau sudah ada pengumumannya, silahkan lihat apakah kita dinyatakan masuk tes tahap 2 atau tidak. Kalau lulus ya tunggu lagi pengumuman jadwal tes tahap 2. Good luck.

Ini aku lagi nunggu jadwal tes tahap 2 nih... Karena ada pandemi virus corona jadi ya diundur tanpa kepastian. Sampai jumpa di update-an selanjutnyaaaaa bye bye
Post Comment
Post a Comment

Sebelum berkomentar centang dulu kotak "notify me/beri tahu saya" agar kamu mendapatkan notifikasi ketika aku membalas. Tulis alamat blog di URL/Name, bukan url artikel :D

Auto Post Signature