Wadah Curahan Hati

Sharing: Melanjutkan S2 Hukum di Unpad

Wednesday, May 20, 2020
Pascasarjana UNPAD

Hi, buat teman-teman yang mau lanjut sekolah pascasarjana, khususnya magister (S2), ke Universitas Padjadjaran (UNPAD), aku ingin berbagi rangkuman wawancara santai dengan seorang teman yang sedang berkuliah di sana. Mudah-mudahan bisa memberikan gambaran apa yang mesti dipersiapkan saat nanti mendaftar dan mengikuti tes. FYI, kalau sudah yakin membidik UNPAD, selalu pantengin website mereka ya di smup.unpad.ac.id atau smup.unpad.ac.id/pendaftaran-s2 untuk mendapatkan informasi persyaratan akademik dan juga pembukaan pendaftarannya.

Mari berkenalan dengan narasumber. Namanya Aulia Hamidah Fauzia. Lulusan terbaik fakultas hukum Universitas Islam Riau tahun 2017 dan sekarang sedang menempuh Pendidikan S2 Hukum Bisnis UNPAD. 

Aku kenal Teh Aul sekitar 1,5 tahun yang lalu. Beliau dulu salah satu pembaca blog ini dan ternyata berdomisili sama denganku. Kemudian kita ketemuan dan sharing tentang persiapan pascasarjana. Orangnya friendly banget dan highly motivated. 

Semoga motivasi tinggi Teh Aul bisa menular ke kita ya karena niat dan motivasi itu sangat penting untuk lanjut S2. Kata Teh Aul jangan sekedar ikut-ikutan atau jadi "...yes man,... follower orang lain". Alasan utama beliau melanjutkan S2 adalah terkait dengan cita-citanya yang ingin menjadi dosen, dimana syarat utamanya harus bergelar minimal S2 dengan jurusan yang linier. Punya cita-cita yang sama? baca terus yuk....

Sejak berkuliah S1 pun, beliau sudah berencana lanjut dan membidik UNPAD sebagai tempat studinya nanti. Mengapa? well, jurusan hukum UNPAD memang terkenal "prestigious"  dengan para tenaga pengajar yang handal. Jadi, Teh Aul ini sudah "kepo" dengan UNPAD sejak dulu dan alhamdulillah sekarang saat berkuliah di sana, beliau sudah sangat siap dalam mengkuti proses perkuliahan. 

Buat teman-teman yang juga mau masuk pascasarjana UNPAD, wajib "kepo" dan cari tahu seluk beluk kampus idaman ini ya.

Tahap Persiapan 

Persyaratan administrasi secara detail bisa dilihat di web smup UNPAD yang aku share di atas. Di website itu kita juga nanti akan daftar - ambil ID pelamar - bayar uang daftar 600ribu - pilih jadwal tes TPA dan tes Bahasa Inggris . Kalau belum punya hasil TPA dan tes kebahasaan berarti harus pilih jadwal dan bayar lagi, diluar uang daftar. TPA dan tes kebahasaan itu dikuota. Jadi, mesti gercep bayar agar mendapatkan jadwal yang kita inginkan.

Menurut Teh Aul, hal-hal yang harus dipersiapkan dengan seksama adalah sebagai berikut:

1. Surat rekomendasi dari dua dosen atau atasan kerja

Pelamar bisa meminta surat rekomendasi dari dosen atau atasan di tempat kerja, tapi disarankan dari dosen saat S1 agar masih berhubungan dengan urusan akademik, kecuali atasan kita itu seorang rektor/professor, boleh banget tuh diminta hehe. Usahakan meminta surat rekomendasi dari dosen yang bergelar S3 atau professor yang biasanya memiliki banyak publikasi. Kesimpulannya sih, semakin baik reputasi orangnya, semakin diperhitungkan surat rekomendasinya.

2. Ijazah dan transkrip nilai

Ya, ini dokumen penting sekali. Jangan sampai ijazah dan transkrip masih tertahan di kampus. Nanti dokumennya discan karena pendaftarannya memang online. Tinggal upload-upload dokumen aja.

Kalau baru lulus banget, belum dapat ijazah? Bisa pakai keterangan lulus sementara, "...setelah dinyatakan lulus nanti berkasnya nyusul lagi buat dilengkapi."

3. Hasil skor Tes Potensi Akademik (TPA)

Untuk mendapatkan hasil TPA, kita bisa mengambil tes di Pusat Psikologi UNPAD di Dago, Bandung, atau bisa juga menggunakan hasil TPA dari Bappenas. Biaya TPA di Pusat Psikologi UNPAD sekitar 180ribuan, kurang dari 200ribu.

Total soal TPA sekitar 200 soal dengan waktu terbatas. "intinya, kalau di soal-soal tes potensi akademik mengedepankan cekatan, ketelitian dan kematangan berfikir.." Nah, skor TPA yang diinginkan pihak kampus adalah sekitar 50% dari skor maksimal. Kalau skor maksimal TPA itu 800, maka setidaknya kita harus punya skor 400.

4. Hasil Tes Bahasa Inggris

Mulailah berlatih TOEFL. Rata-rata sih tes kemampuan berbahasa Inggris mirip-mirip TOEFL. Untuk persyaratan ini, pelamar bisa melampirkan hasil TOEFL ITP, sertifikat tes kebahasaan dari Balai Bahasa UNPAD ataupun dari lembaga lain yang setara. Biaya tes di Balai Bahasa UNPAD sendiri sekitar 150ribuan.

Minimalnya pelamar harus mendapatkan skor 450. Akan tetapi, menurut pengalaman Teh Aul, walaupun skor Bahasa Inggris jelek, jangan ragu dan daftar saja ke UNPAD, "..ada beberapa orang yang Bahasa Inggrisnya jelek tapi dia lolos karena tes potensi akademiknya bagus, IPKnya bagus dan saat wawancara dia jawab semua ... dengan bagus...."

5. Resume bab 1 proposal penelitan tesis nanti

Pada tahap seleksi berkas, pelamar wajib mengunggah resume proposal penelitian. Panjangnya sekitar 350-500 kata. Nah, kalau lolos ke tahap wawancara, baru proposal lengkapnya dibawa. Formatnya bebas tapi mencangkup topik penelitian, latar belakang, identifikasi masalah, dan bagaimana cara menelitinya. Teman-teman yang mau lanjut S2 hukum UNPAD harus benar-benar siap dan merencanakan perkuliahan dengan matang. 

Proses Seleksi Pascasarjana UNPAD

Proses seleksinya enggak banyak sih, hanya ada dua tahap. Pertama tahap seleksi berkas / administrasi. Setelah pelamar mengunggah semua persyaratan di atas ke web pendaftaran, panitia akan menyeleksi sekitar 100 berkas "terbaik". Itu pengalaman Teh Aul di jurusan hukum ya. Di jurusan lain mungkin berbeda. 

Satu minggu setelah pengumuman seleksi berkas, biasanya ada pengumuman jadwal seleksi tahap 2 yaitu, wawancara. Di sini pelamar wajib untuk membawa proposal penelitian. Pelamar bisa jadi disuruh presentasi singkat kemudian ditanya-tanya oleh dosennya. Selain mengenai proposal ada kalanya pelamar ditanya mengenai personal background. Dulu sekolah dimana? Sumber biaya dari mana? motivasi? pencapaian? dll. itu semua untuk melihat seberapa tinggi kesiapan pelamar dalam menyelesaikan masa studi.

Dari tes wawancara hanya diambil sekitar 50% saja, atau 50 orang, "Nah, dari 50 orang itu, (pelamar) magister hukum UNPAD itu dipecah lagi menjadi, ada (yang masuk) hukum bisnis, pidana, perdata, hukum tata negara, hukum internasional. UNPAD nih gak ngambil banyak orang untuk satu jurusan..."

Pengalaman Kuliah Magister di UNPAD

1. Teman-teman beraneka ragam

Teh Aul belajar bareng dengan orang-orang lintas bidang. Ya kan tadi disebutkan ada yang hukum bisnis, tata negara dll. Mereka juga berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, ada juga beberapa mahasiswa dari luar negeri seperti Thailand, Kamboja dan Madagaskar. Semakin bervariasi, maka semakin banyak knowledge atau pengetahuan yang kita dapatkan dan semakin banyak juga pengalaman yang dibagikan.

2. Atmosphere belajar mandiri

Kata Teh Aul, di jurusan hukum ini kita harus berinisiatif dan aktif dalam mendapatkan materi dari dosen. Kayaknya sih di semua jurusan S2 memang begitu. Bukan sekedar punya power point dari dosen. Kebanyakan soal ujian tidak mengandalkan hafalan materi yang teroritis. Lebih ke penyelesaian masalah. Sehingga soal ujian sangat berkaitan dengan pemaparan dosen saat berdiskusi di kelas.

Oia, soal absensi sangat transparan juga. Begitu kita menandai kehadiran, hari itu juga data diupload ke database. Kita bisa melihat absensi secara online di portal lewat akun mahasiswa. Kemudian ingat aturan. Kalau kehadiran kurang dari yang seharusnya, mohon maaf gak bias ikut ujian. Kontrak lagi di semester depan.

3. Menjaga gaya hidup

Kampus magister hukum UNPAD berada di Jl. Banda, Bandung, dekat dengan Gedung Sate which is kota banget. Jajanan di sekitar kampus memiliki harga yang agak tinggi, tapi kalau agak jauhan dikit ada kantin, rumah makan atau warteg yang sederhana. 

Kos-kosan sekitar kampus radius 2km mulai dari 750ribu per bulan, 1juta hingga 1,5juta. Banyak pilihan sih tergantung lokasi dan fasilitas. Kita mesti pintar mencari aja dan utamanya menjaga gaya hidup agar  lebih hemat.

4. Melatih cara berfikir dan bersikap

Berbeda banget saat S1 yang kadang mendapatkan nilai dengan asal bertanya dan menjawab sesuai dengan apa yang ada di buku teks, pada jenjang ini Teh Aul merasa dituntut untuk berfikir "...out of the box..", memberikan jawaban secara matang, hasil dari analisa. Bukan sekedar menghafal materi dari buku tapi juga mengaplikasikannya untuk menganalisa kasus kemudian barulah membangun opini.

5. Siap dengan dana kuliah

SPP fakultas hukum sebesar 15juta dengan tarif flat alias gak rubah-rubah tiap semesternya :( Angkatan sebelumnya cuma bayar 8,5juta, tapi pas angkatan Teh Aul, naik lebih dari 56%. Ini juga biaya untuk jurusan suka beda-beda. Ada yang tetap di 8jutaan ada yang tembus belasan juta. Tergantung kebijakan kampus. Mudah-mudah turun lagi ya. Kalau lancar, kita bisa lulus 3 semester. Aamiin. UNPAD ngasih waktu sampai 5 semester aja.

6. Pembelajaran prima

Berapapun mahasiswanya, perkuliahan tetap berjalan. Jadi, kalau mahasiswa ambil mata kuliah pilihan A, tapi ternyata yang ambil cuma 1 orang, tetap aja perkuliahannya berjalan. Kebayang? 1 professor, 1 dosen S3 dan mahasiswanya cuma satu. Belajar lebih intens.

Pesan dari Teh Aul

Persiapkan hal berikut jauh-jauh hari:
1. Budget, untuk biaya daftar, tes dan kuliah.

2. Surat rekomendasi, utamakan dari dua dosen yang paling berpengaruh dan berprestasi dari kampus S1 dulu

3. Wawancara. Ini sangat menentukan. Kita harus bisa "menjual diri", berargumen dan beretika. Banyak yang lolos seleksi administrasi, tapi banyak yang gugur di tes wawancara, apalagi untuk jurusan favorite seperti di Hukum dan Ekonomi seleksinya sangat ketat.

"...banyak orang pintar yang IPKnya tinggi, skor TPAnya tinggi atau (skor) Bahasa Inggrisnya tinggi, tapi ketika diwawancara oleh professor sama dosen guru besar di UNPAD .. memble (gak lancar)… mereka tuh banyak yang gak lolos." 

Pesan penting saat wawancara. Berikan jawaban yang "tegas". Hindari jawaban yang terlalu mengambang atau memberikan kesan "yah gimana nanti lah". Hindari pula jawaban yang sekiranya menyiratkan hal-hal yang mungkin akan mempengaruhi performa kita berkuliah nanti.

Kampus kan butuh "kepastian" dari mahasiswa. Nanti belajarnya bakal bagus, fokus dan lancar gak? Maka berikanlah kesan bahwa kita ini insyallah siap mengikuti pembelajaran termasuk masalah tanggungan finansial.

4. Ikut klub untuk kolaborasi riset, yang kemungkinan besar bisa didanai oleh kampus. Penting banget kalau teman-teman mau jadi dosen. Siapkan hal apa yang mau diteliti.

Teman-teman, mungkin tulisan Rahma agak "mengerikan" ya? Jadi tambah nervous buat S2? Entah ya kalau sudah terjun, seru-seru aja kuliahnya hahaha. Lagi pula tiap jurusan kan punya budaya nya masing-masing. Yang aku tulis di sini lebih dominan mengambil budaya dari jurusan hukum. Siapa tahu jurusan lain berbeda. 

Lagian, intinya sih, tulisan ini ingin memberi gambaran apa yang perlu dipersiapkan nanti saat mendaftar dan ikut seleksi.

Alhamdulilllah, itu semua hasil dari wawancara aku dengan Teh Aulia. Rahma mengucapkan terima kasih kepada Teh Aul yang sudah ikhlas tanpa pamrih mau berbagi cerita. Pengalaman yang dibagikan insyaallah sangat bermanfaat sebagai motivasi untuk Rahma dan semoga bisa membantu teman-teman lain yang ingin melanjutkan kuliah S2 di UNPAD ya.

See you. . . 


1 comment on "Sharing: Melanjutkan S2 Hukum di Unpad"

Sebelum berkomentar centang dulu kotak "notify me/beri tahu saya" agar kamu mendapatkan notifikasi ketika aku membalas. Tulis alamat blog di URL/Name, bukan url artikel :D

Auto Post Signature