Wadah Curahan Hati

Mencoba Berbagai Jenis Inner Clodi (Popok Kain)

Friday, September 4, 2020
Mengenal clodi

Melengkapi tulisan sebelumnya tentang pengetahuan dasar seputar clodi (cloth diaper), kali ini saya akan berbagi informasi mengenai jenis inner clodi yang pernah anak saya pakai. Seperti yang disebutkan pada tulisan sebelumnya, inner ini akan mempengaruhi daya serap dan kenyamanan pada kulit bayi. Maka, jangan sampai bunda salah pilih, ya.

Setidaknya, ada empat jenis inner yang pernah anak saya coba, yaitu microfleece, bamboo charcoal, coffee fiber, dan suede. Saya pertama kali membeli clodi dengan inner berbahan suede dan microfleece karena harganya lebih murah dan paling mudah ditemukan di toko-toko online maupun offline.

Seiring bertambahnya pengetahuan tentang clodi, saya pun mencoba inner berbahan bamboo charcoal yang diklaim memiliki sifat anti bakteri dan cocok untuk kulit bayi yang sensitif. Semua merk clodi dengan inner bamboo charcoal yang pernah saya beli memiliki tambahan inner gusset di dalamnya. Bagian itu berfungsi untuk menahan pup bayi agar tidak berantakan dan bocor.

Sayangnya, bagi saya inner gusset ini malah membuat pup sulit dibersihkan karena masuk ke sela-sela gussetnya. Padahal jika tidak ada inner gusset kotoran mudah sekali dibersihkan. Tinggal semprotkan air dan kotoran pun hanyut bersama air mengalir tanpa meninggalkan noda kekuningan.

Baru-baru ini saya juga mencoba clodi berbahan coffee fiber. Mereka mengklaim bahan ini memiliki kemampuan menyerap bau dan air yang lebih bagus serta memiliki efek stay dry. Sejauh ini, saya baru menemukan bahan coffee fiber di satu merk clodi buatan Indonesia. Apakah bunda pernah mencoba clodi berbahan ini juga?

Berdasarkan pengalaman, inner dengan bahan coffee fiber paling mudah dibersihkan dibandingkan bahan-bahan yang saya sebutkan tadi. Cukup semprotkan air ke arah kotoran atau bilas dengan air keran. Clodi akan bersih kembali dan tidak meninggalkan noda kekuningan.

Saya sendiri sangat memperhatikan kelembutan kain dan efek stay dry demi kenyamanan bayi. Untungnya, semua bahan-bahan inner di atas memiliki kemampuan yang baik dalam menjaga kelembutan dan permukaan kering.

Jadi, walaupun bahan microfleece dan suede memiliki harga murah, mereka tidak murahan. Kelembutan dan efek stay drynya tetap bagus. Cairan pipis dengan mudah terserap oleh insert dan lapisan innernya juga mampu menahan cairan dengan baik sehingga permukaan clodi tetap kering.

Mungkin kekurangan bahan microfleece dan suede ada pada pencucian. Bunda agaknya harus mengeluarkan tenaga ekstra karena noda agak sulit dibersihkan. Pasalnya, dua bahan ini berwarna putih sehingga sedikit noda saja akan terlihat sangat jelas.

Nah, itu pengalaman saya dalam dunia clodi. Bagaimana pengalaman bunda sekalian? Yuk sharing.

Profil Penulis
Tika Rahayu, S.Kep., Ners.
A proud, full-time mommy with two kids.

Editor
Anan Rahma


1 comment on "Mencoba Berbagai Jenis Inner Clodi (Popok Kain)"
  1. Ya ampun ... pdhl baru niat dlm hati mau pelan2 ganti popok ank. Tb2 nongol aja oostingan ini... tq bgt mbak .. mersa sgtterbntu sy ...

    ReplyDelete

Sebelum berkomentar centang dulu kotak "notify me/beri tahu saya" agar kamu mendapatkan notifikasi ketika aku membalas. Tulis alamat blog di URL/Name, bukan url artikel :D

Auto Post Signature