Wadah Curahan Hati

Itu Salahku, Sepenggal Kisah setelah Pengumuman CPNS

Tuesday, November 10, 2020

Pernah kalian ngerasain menjadi beban keluarga dan terus menerus menjadi sumber kekecewaan? Rasanya tidak ada yang mau memahami usaha kalian untuk mengikuti jalan yang benar. Ketahuilah berusaha jujur dan mengikhlaskan itu lebih berat dibandingkan jalan berkilometer atau mengeluarkan uang berjuta-juta. 


Pengumuman CPNS memang menyesakkan. Awalnya aku dinyatakan lulus. Tidak ada keterangan SP yang menyatakan adanya serdik di peserta lain. Aku merasa aman.


Serdik ini memang sakti. Bisa memberikan nilai sempurna untuk SKB which is super unfair karena tes SKB menjadi sangat tidak berguna. Sakit sekali damage nya. Kalau hanya menambah 10-20 poin masih bisa ditoleransi. Masih bisa sama-sama berjuang di SKB.


Saat pengumuman itu, ibuku yang memang sangat ingin anaknya menjadi PNS merasa bahagia pada level ekstrem. Terbayang? Enggak? Dia meluk aku gemeteran, sujud syukur, dan langsung membagikan sedekah. 


tunggu....


Aku memang selalu mempersiapkan yang terburuk. Jadi, aku bilang, "Bu, ini ada masa sanggah. Ada kemungkinan aku gak lulus."


"ah sing ulah weh (semoga tidak berubah)." Jawab ibu. Ini lah memang salah satu sifat yang paling aku benci. Yakin. Berharap. Sulit untuk menerima.


Beberapa hari kemudian ibu mengantarku untuk menyiapkan dokumen-dokumen pemberkasan. Mengeluarkan energi dan materi tentunya. Berjam-jam ibu menungguku mengantri. Berkilo-kilo bapak mengantarku ke RS dan kepolisian.


Itu juga salahku. Aku memang tidak mandiri dan sangat bergantung pada orang tua. Malah, ikut tes CPNS ini lebih karena orang tua juga. Menambah beban saja.


Hari Selasa, semua berkas sudah aku miliki. Baru saja aku pulang ke rumah untuk beristirahat, ada telpon dari orang BKD, memanggilku ke kantor saat itu juga. Aku tidak menanyakan nama dan kepentingannya. Langsung berangkat.


Tidak menelpon orang tua dan minta ditemani. Kenapa? Ibu bapak sedang pergi ke bank. Aku juga kasihan karena mungkin mereka sudah lelah mengantarku seharian dan aku ingin belajar mandiri. YA, BELAJAR SENDIRI. Ingin mengurangi beban bahwa aku tidak selamanya harus diantar orang tua.


Itu salahku


Ternyata, di kantor itu aku diberitahu tentang sanggahan peserta nomor 3. Isinya sangat legit. Aku sangat paham. Mari panggil peserta itu dengan nama AK.


AK mengunggah serdiknya saat masa pendaftaran! Namun, saat pengumuman kemarin nilai SKBnya tidak sempurna. Kemudian dia protes.


Panitia mengecek ulang. Serdik yang dia unggah diberi tanda "tidak linier" oleh panitia saat masa verifikasi pendaftaran sehingga tidak dihitung untuk SKB kemarin. 


Kemudian, panitia melakukan cek ulang dengan melihat berkasnya. Ternyata serdiknya LINIER. Sanggahan sulit ditolak. INI MURNI KELALAIAN PANITIA.


Di sana aku ditanya, apakah menerima jika ada pembatalan kelulusan apabila sanggahan AK diterima? Ya, aku tidak memiliki alasan untuk menolak. Aku paham ini kelalaian panitia. Aku paham AK sudah mengikuti prosedur. Jika aku menolak aku merasa tidak sportif.


Aku menandatangani BAP. Tanpa bertanya-tanya konsekuensi lain atau barangkali ada kompensasi atau tanggung jawab atas kelalaian panitia ini. 


Dalam benakku, segala usaha dan kelelahan orang tua adalah urusan pribadiku bukan panitia. Aku tidak bisa memberikannya pada panitia ataupun pemerintah. Aku yang menanggungnya.


Itu salahku


Di sepanjang jalan pulang, sore hari diguyur hujan. Di atas motor aku terus memikirkan cara terbaik untuk memberikan pengertian pada orang tua. Berharap hujan bisa melunturkan sedikit beban.


Percuma. Aku memang tidak mengenal basa basi. Langsung aku ceritakan A-Z pada ibu. Sangat gagal. Ibu marah. Aku tahu ibu sebenarnya marah pada panitia, tapi karena hanya ada aku di hapadannya seolah ibu marah padaku. Tertuju pada "kesalahanku".


"kenapa main tandatangan? kenapa enggak panggil ibu? kenapa enggak minta antar?"


Dan aku tidak bisa terus memberikan penjelasan dan alasan karena ibu terus berkata setengah berteriak "GAK BISA. GAK BISA BEGITU." I was thinking I'd rather be dead than seeing my mom's anger like that.


Aku pikir bapak akan paham. Ternyata sama saja. Tumpuan terakhir ku hilang. Aku sangat kecewa. Hanya ingin mati. oh, menangis saja. Itu mungkin lebih baik. 


But seriously, I really wanted to die. Disappear from this world. Sangat tidak suka melihat orang tuaku marah dan kecewa besar seperti itu.


Aku menangis. Merasa semua ini salahku. Gagal menjadi seorang anak. Tidak pantas menerima kebaikan mereka lagi.


Aku butuh teman untuk menjaga kewarasan. I called one two friends. Teman lebih baik. Mereka tahu kesalahanku, tapi mereka tidak memarahiku.


Kejadian sore hingga malam tidak perlu diceritakan. Hanya ada ketakutan. Terus menerus berkata...


itu salahku


Satu-satunya harapan yang tersisa adalah waktu.


Mereka hanya membutuhkan waktu untuk menerima kenyataan. Betul. 

Tidak ada lagi amarah dan kami bisa berbicara kembali dengan baik.


Beberapa hari kemudian keterangan lulus berubah menjadi maaf. Beberapa hari kemudian bukan hanya orang tua, saudaraku pun memberikan sorotan.


again and againI'm a constant disappointment.

lagi dan lagi. aku selalu menjadi sumber kekecewaan.


again and again. I do the same mistake.

lagi dan lagi. Melakukan kesalahan yang sama.


Ada kalanya topik CPNS kembali muncul. Mereka tetap menyebutkan kesalahan-kesalahanku. Baik, aku mengakui kesalahanku. Aku hanya tidak mau mendengar kelemahanku karena mereka tidak membantuku mengatasinya.


"kamu mah pinter tapi gak bisa ngomong. Cuma hafal teori tapi prakteknya enggak bisa."


Mereka berharap aku protes dan meminta tanggung jawab panitia atau sekedar berdiskusi lanjutan. But, well itu sudah terjadi. Apa yang bisa aku katakan pada panitia dan pada perkataan mereka? Tidak ada. I was completely shut down.


itu semua salahku. can't you just stop saying kenapa, kenapa enggak, padahal mah, harusnya kamu...? it did happen 


Pada sisi kejamnya seolah semua usaha belajarku bertahun-tahun tidak ada artinya. 

Pernahkah kalian berfikir belajar untuk jujur mengakui kesalahan dan ikhlas itu tidak mudah?


Dan semua ilmu itu tidak bisa diperoleh dengan hanya menjadi ranking 1, bersekolah puluhan tahun atau pintar bahasa Inggris. Berikan sedikit penghargaan, bisa? 


Sangat mudah bagi orang lain untuk berbicara dan tidak untuk berpikir. 


Apa yang mereka ucapkan sangat menyakitkan dan apa yang tidak aku ucapkan sangat menyakitkan pula untuk mereka.


Aku hanya ingin mencoba untuk mandiri dan itu sangat sulit.

Setiap kali aku melakukannya sendiri, aku selalu melakukan kesalahan. Itu fatal. Orang-orang memarahiku. Orang-orang menyoroti keselahanku. Aku menyesal dan tidak akan sendiri lagi.


Kemudian mereka berkata, "kamu mah da manja. Ngerjain begini aja ribet. Sendiri atuh dianter-anter wae."


Kemudian aku mencoba melakukannya sendiri. Aku melakukan kesalahan. Itu fatal. Orang-orang memarahiku. Orang-orang menyoroti keselahanku. Aku menyesal dan tidak akan sendiri lagi.


Kemudian mereka berkata, "Katanya pinter, ngerjain begini aja enggak bisa."


Untuk sepersekian detik aku merasa tidak bersyukur telah diberi kepintaran oleh Tuhan.


Untuk sepersekian detik aku merasa tidak mengapa bodoh dan berkelakuan buruk asalkan memiliki uang banyak untuk mengunci mulut orang-orang.


I don't know. Sangat membingungkan.


Ya, terima kasih kepada semua motivator yang telah bersikap mandiri dan sukses keluar dari zona nyaman. Memberitahuku ini dan itu. 


Kata-kata itu seperti tali tambang. Bisa membantuku keluar dari jurang atau ku lilitkan saja di leherku. Karena aku sangat tidak mandiri dan tidak memiliki banyak uang, maka hidup dan matiku ada pada mulut kalian.


Tidak. Aku tidak menuntut siapapun. Itu salahku.

22 comments on "Itu Salahku, Sepenggal Kisah setelah Pengumuman CPNS"
  1. Sabar ya mbak. . Ini ujian. Tuhan tidak akan menguji hambaNya melebihi kemampuannya melewati ujian itu. Insya Allah ada pengganti yg lebih baik.

    ReplyDelete
  2. Tetap semangat Mbak.. InsyaAllah ada pelangi yg lebih indah. Semangat semangat semangat

    ReplyDelete
  3. Setelah kesulitan akan ada kemudahan.. keep fighting.. kamu hebat dan kamu berharga.

    ReplyDelete
  4. i dont know if i were you, my world might be completely shut down too, ga sanggup ngebayangin kl jd kakanya.... kk hebat kk kuat, lg naik level insyaallah ada hadiah indah yg menunggu. semangat kk <3

    ReplyDelete
  5. ya Allah... ga bs ngmg apa2
    smoga allah menguatkan hati mbak yaa..
    sy doakan thn dpn mba lulus dg sangat mulus... amin

    ReplyDelete
  6. ALLAH AKAN MEMBERIKAN HADIAH INDAHHHHHH SEKALI, setelah semua ini terlewati. KAKAK HEBAT! KAKAK KUAT! KEMUDAHAN2 LAIN insyaAllah AKAN KAKAK TEMUI SETELAH INI.. ^_^

    ReplyDelete
  7. ikhlass, Allah akan memberikan yg lebih baik lagi, Bismillah

    ReplyDelete
  8. Jgn sedih.. tetap semangat untuk ikut lgi... Mudah2 an tahun depan menjadi rezeki mbaknya.. tetep semangat 👍

    ReplyDelete
  9. Ya Allah,Mbak. Aku ikut sedih dengar cerita Mbak. Jadi ikutan ingin nangis. Mudah-mudahan Allah ganti dengan yang lebih baik. Semangat, mbak. Jangan menyalahkan diri sendiri. Itu bukan salah Mbak... 🙁 Murni kesalahan panitia.

    ReplyDelete
  10. Terima kasih banyak semua... Ambil hikmahnya... Semoga pengalaman saya bisa menjadi bahan pelajaran bagaimana bersikap dan berucap ketika seseorang menghadapi ujian atau kekecewaan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terkadang ketika kita berusaha melakukan sesuatu di luar zona nyaman kita, ada saja ujian yg Allah lemparkan kepada kita. Allah udah tau kemampuan kita, dan Allah tau kalau kita mampu. Jadi tetap semangat mbak. Sungguh di dlm kesulitan pasti ada kemudahan.. Semoga Allah selalu bersama kita semua... Aamiin

      Delete
  11. Tetap semangat mb..
    Time will heal bangkit lagi, insya Allah tahun depan rezeki mb 🤗

    ReplyDelete
  12. Percaya sama Allah mbak. Allah pasti akan memberikan apa yg mbak minta di saat yang tepat. I feel you mbak. Aku pernah jg di titik terendah itu. Aku pun pernah meragukan pemberianNya. Tapi seseorang mengingatkanku "kamu harus yakin Allah akan kasih. Allah sesuai prasangka hambanya". Apapun yang terjadi tetaplah meminta dan yakin Allah akan memberinya, di saat yang tepat. Mungkin kemarin ini blm tepat, tp tetap yakin Allah pasti kasih. Jgn putus berdoa ya mbak dan yakin.

    ReplyDelete
  13. Kami ga salah kak, kamu mengikuti prosedur dan manjalani sesuai prosedur. You did right thing. Lagi, yg kamu lakukan tidak salah, itu murni bukan salah mu. Tapi, keadaan harus begitu. You never disappointed anyone kak, terutama org tua. Berjuang sebesar ini. Hanya maklumi org tua mu, sedikit lg maklumi mereka seperti Kita memaklumi keadaan. Apa boleh menunjukkan emosi? Tentu boleh, kecewa? Boleh tapi kecewa karna kau Salah thats not right thing. You did well kak, buktinya ujian saja kau nilai tertinggi. Semoga semoga ini akan memyusahkan perjalanan mu mengaapai cita2 mu kak. Aku doakan Dari sini, smeoga kau cepat mengobati luka mu, semoga keluarga cepat mengerti. Jangan menyerah, kau sudah mengerahkan yg terbaik. You did well, you did well. Terimakasih sudah berusaha, terimakasih sudah menerima. Semoga kau sehat selalu, Dan mencoba kembali tahun 2021, jgn patah Karna krn kebahaaian akan tumbuh seribu. Skrg, fokus utk healing hatimu, tenangkan jiwa mu. Semangat!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Typo kak : tidak akan memyusahkan kak 😭 kurang tidaknya. Maaf 😭

      Delete
  14. Aku sedih baca kisahmu kak.. nggak kebayang kalau aku di posisimu.. ��

    Apa pihak BKD ada kasih kompensasi atas kelalaian mereka? Mengingat kamu sudah keluar biaya utk mengurus surat-surat yang nominalnya tidak bisa dibilang sedikit

    ReplyDelete
  15. Izin koreksi. Maaf kak kalau bisa jangan menyinggung dan mengatakan serdik maksimal skb itu unfair. Bakal banyak pro dan kontra. Peraturan itu sudah ada sejak awal dan kisah kakak ini murni kesalahan dan ketidaktelitian panitia. Tetap semangat dan sabar. Ini bukan salahmu kak. Memang sudah peraturannya seperti itu. Semoga kejadian ini ada hikmahnya.

    ReplyDelete
  16. saya bisa membayangkan kesedihan kaka. Hati sedih, terpuruk, merasa gak mampu bisa jadi terus terlintas difikiran. Yakinlah dibalik kegagal, Tuhan sedang merancang yang terbaik dimasa depan. Saat ini kita tidak tau, penuh tanda tanya, kenapa bisa Tuhan izinkan kegagalan ini. Tetapi seiring berjalannya waktu, kita akan tau kenapa Tuhan izinkan ini terjadi.

    ReplyDelete
  17. Just believe, you did it great!
    Kamu adalah yang terbaik dengan versimu sendiri.
    Keep strong, and always love yourself

    ReplyDelete
  18. Gak kebayang klw ini terjadi padaku.. Th 2018 aq gagal tidak masuk SKB.. Orang tua nampak sekali kecewa dan aq sangat sedih saat itu.. Dan itulah yg menjadi motivasi aq belajar lebih giat dan Alhamdulillah th ini aq Rengking 1 SKD dan SKB.. Dan alhamdulillah dinyatakan lulus.. Tetap semangat kak.. InsyaAllah th depan berhasil

    ReplyDelete

Sebelum berkomentar centang dulu kotak "notify me/beri tahu saya" agar kamu mendapatkan notifikasi ketika aku membalas. Tulis alamat blog di URL/Name, bukan url artikel :D

Auto Post Signature